<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Uno: Produk Ekonomi Kreatif dari Danau Toba Mendunia</title><description>Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) sudah memasuki masa akhir program bulan Juni 2021 ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/05/320/2435917/sandiaga-uno-produk-ekonomi-kreatif-dari-danau-toba-mendunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/05/320/2435917/sandiaga-uno-produk-ekonomi-kreatif-dari-danau-toba-mendunia"/><item><title>Sandiaga Uno: Produk Ekonomi Kreatif dari Danau Toba Mendunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/05/320/2435917/sandiaga-uno-produk-ekonomi-kreatif-dari-danau-toba-mendunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/05/320/2435917/sandiaga-uno-produk-ekonomi-kreatif-dari-danau-toba-mendunia</guid><pubDate>Senin 05 Juli 2021 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/05/320/2435917/sandiaga-uno-produk-ekonomi-kreatif-dari-danau-toba-mendunia-5bmeP5Of5h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/05/320/2435917/sandiaga-uno-produk-ekonomi-kreatif-dari-danau-toba-mendunia-5bmeP5Of5h.jpg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) sudah memasuki masa akhir program bulan Juni 2021 ini. Kegiatan inisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 dan didukung kementerian terkait ini berhasil menaikan level pelaku ekraf Danau Toba, Sumatra Utara.
Pelaku ekraf Danau Toba kini memasuki era baru digitalisasi penjualan produk mereka dalam rangka meningkatkan perekonomian dan efektifitas penjualan. Menurutnya, pelaku ekraf kini mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Jadikan Gowes Peluang Usaha di Era Tren Baru Pariwisata
Sebagai langkah awal program tersebut, pelaku ekraf di Beli Kreatif Danau Toba diberikan pendampingan dan pelatihan sejak Maret 2021. Beragam kegiatan pendukung juga dilaksanakan dengan menghadirkan para tenaga ahli di bidangnya.
&quot;200 pelaku ekraf antusias mengikuti beragam program tersebut, karena dampak pandemi Covid-19 membuat penjualan mereka merosot dan mereka ingin produknya lebih dikenal dan mudah didapatkan,&quot; kata Sandiaga di Jakarta, Senin (5/7/2021).
Baca Juga: Strategi Industri Kriya Bertahan di Tengah Pandemi, Inovasi Produk dan Pemasaran
Selain dampak dari peningkatan penjualan, program ini juga berhasil menciptakan adanya penambahan tenaga kerja selama masa program berlangsung, sebelum pendampingan hanya 200 dan setelah pendampingan menjadi 800 tenaga kerja.
&quot;Program Beli Kreatif Danau Toba ini berhasil menaikan omset untuk 200 pelaku ekraf sebanyak 22,7 Miliar  selama masa program ini berlangsung,&quot; katanya.
Banyak sekali dampak positif dari program BKDT ini, seperti penambahan jumlah reseller dari para pelaku ekraf ini, sebelum pendampingan hanya 1,536 dan setelah pendampingan menjadi 3,215.
Hebatnya lagi, pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba sudah menjalin  kerjasama dengan beberapa marketplace dalam negeri dan mancanegara. Ini  terbukti jumlah toko online pelaku ekraf berkembang menjadi; 101 toko  online di Tokopedia, 78 toko online di Shopee, 8 toko online di Lazada,  37 toko online di BukaLapak, 14 toko online di Blibli, 36 toko online di  ebay dan 10 toko online di Poptron (marketplace dari Luar Negeri).
Begitu juga dengan kerjasama dengan Transportasi online, jumlah toko  online berkembang menjadi; 22 toko online di Grabfood dan 22 toko online  di gofood. Beli kreatif danau toba (BKDT) juga turut mendukung program  pemerintah dalam membatasi mobilitas masyarakat, yaitu PPKM.
Selama penerapan PPKM, penjualan produk ekraf danau Toba juga  meningkat, sistem penjualan online memudahkan masyarakat untuk  bertransaksi tanpa harus bersentuhan secara langsung.  dan menambah  motivasi mereka untuk terus berinovasi.
&amp;ldquo;Kesuksesan ini tentu tidak terlepas dari bantuan para stake holder  yang turut memberikan pendampingan terhadap artisanal Danau Toba dan  sekitar Sumatra Utara. Kemenparekraf terkhusus ingin mengucapkan terima  kasih ke berbagai pihak, pertama kementrian keuangan terutama dirjen  pajak, direktorat bea dan cukai, PKN STAN , PT ASDP yang sudah  memberikan pelatihan serta PT Pos Indonesia atas program kerjasama  gratis ongkirnya,&quot; bebernya.
Para stakeholder telah memberikan kontribusi atas kenaikan omzet para  artisanal hingga mencapai rata-rata kenaikan omzet lebih dari 100% per  bulan.
Selama masa program Beli Kreatif Danau Toba, para pelaku ekraf  mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara offline dan online untuk  peningkatan PDB/omset, penyerapan, dan perluasan akses ekspor untuk  mengoptimalkan penjualan dan memperluas pasar.
Materi Bimbingan Teknologi yang didapat oleh pelaku ekraf antara  lain; Branding &amp;amp; Trust, Pemasaran Digital, Menyusun Keuangan,  Manfaatkan aplikasi untuk finansial, dan Perpajakan. Materi Kelas Online  yang didapat oleh pelaku ekraf antara lain; Menyusun HPP dan BEP,  Laporan keuangan, Analisa laporan keuangan, Bedah Kasus Kuliner, Bedah  Kasus Fesyen dan Bedah Kasus Kriya.
Adanya Rumah Kreatif Danau Toba sebagai sarana untuk pelaku ekraf  BKDT, bisa membantu untuk konsultasi langsung dengan para pendamping,  memfasilitasi produksi konten untuk membantu para ekraf, dan juga  menyediakan ruang galeri untuk memamerkan produk- produknya. Para pelaku  Ekraf juga mendapat fasilitas gratis ongkir untuk pengiriman barang  dari kampanye #BOBB (Bebas Ongkir Bebas Belanja) hasil kerjasama  Kemenparekraf dengan PT. Pos Indonesia yang berlangsung selama kurang  lebih 1 bulan. Pelaku Ekraf Beli Kreatif Danau Toba selama masa  pendampingan dan pelatihan ini telah berhasil meningkatan penjualan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) sudah memasuki masa akhir program bulan Juni 2021 ini. Kegiatan inisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 dan didukung kementerian terkait ini berhasil menaikan level pelaku ekraf Danau Toba, Sumatra Utara.
Pelaku ekraf Danau Toba kini memasuki era baru digitalisasi penjualan produk mereka dalam rangka meningkatkan perekonomian dan efektifitas penjualan. Menurutnya, pelaku ekraf kini mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Jadikan Gowes Peluang Usaha di Era Tren Baru Pariwisata
Sebagai langkah awal program tersebut, pelaku ekraf di Beli Kreatif Danau Toba diberikan pendampingan dan pelatihan sejak Maret 2021. Beragam kegiatan pendukung juga dilaksanakan dengan menghadirkan para tenaga ahli di bidangnya.
&quot;200 pelaku ekraf antusias mengikuti beragam program tersebut, karena dampak pandemi Covid-19 membuat penjualan mereka merosot dan mereka ingin produknya lebih dikenal dan mudah didapatkan,&quot; kata Sandiaga di Jakarta, Senin (5/7/2021).
Baca Juga: Strategi Industri Kriya Bertahan di Tengah Pandemi, Inovasi Produk dan Pemasaran
Selain dampak dari peningkatan penjualan, program ini juga berhasil menciptakan adanya penambahan tenaga kerja selama masa program berlangsung, sebelum pendampingan hanya 200 dan setelah pendampingan menjadi 800 tenaga kerja.
&quot;Program Beli Kreatif Danau Toba ini berhasil menaikan omset untuk 200 pelaku ekraf sebanyak 22,7 Miliar  selama masa program ini berlangsung,&quot; katanya.
Banyak sekali dampak positif dari program BKDT ini, seperti penambahan jumlah reseller dari para pelaku ekraf ini, sebelum pendampingan hanya 1,536 dan setelah pendampingan menjadi 3,215.
Hebatnya lagi, pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba sudah menjalin  kerjasama dengan beberapa marketplace dalam negeri dan mancanegara. Ini  terbukti jumlah toko online pelaku ekraf berkembang menjadi; 101 toko  online di Tokopedia, 78 toko online di Shopee, 8 toko online di Lazada,  37 toko online di BukaLapak, 14 toko online di Blibli, 36 toko online di  ebay dan 10 toko online di Poptron (marketplace dari Luar Negeri).
Begitu juga dengan kerjasama dengan Transportasi online, jumlah toko  online berkembang menjadi; 22 toko online di Grabfood dan 22 toko online  di gofood. Beli kreatif danau toba (BKDT) juga turut mendukung program  pemerintah dalam membatasi mobilitas masyarakat, yaitu PPKM.
Selama penerapan PPKM, penjualan produk ekraf danau Toba juga  meningkat, sistem penjualan online memudahkan masyarakat untuk  bertransaksi tanpa harus bersentuhan secara langsung.  dan menambah  motivasi mereka untuk terus berinovasi.
&amp;ldquo;Kesuksesan ini tentu tidak terlepas dari bantuan para stake holder  yang turut memberikan pendampingan terhadap artisanal Danau Toba dan  sekitar Sumatra Utara. Kemenparekraf terkhusus ingin mengucapkan terima  kasih ke berbagai pihak, pertama kementrian keuangan terutama dirjen  pajak, direktorat bea dan cukai, PKN STAN , PT ASDP yang sudah  memberikan pelatihan serta PT Pos Indonesia atas program kerjasama  gratis ongkirnya,&quot; bebernya.
Para stakeholder telah memberikan kontribusi atas kenaikan omzet para  artisanal hingga mencapai rata-rata kenaikan omzet lebih dari 100% per  bulan.
Selama masa program Beli Kreatif Danau Toba, para pelaku ekraf  mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara offline dan online untuk  peningkatan PDB/omset, penyerapan, dan perluasan akses ekspor untuk  mengoptimalkan penjualan dan memperluas pasar.
Materi Bimbingan Teknologi yang didapat oleh pelaku ekraf antara  lain; Branding &amp;amp; Trust, Pemasaran Digital, Menyusun Keuangan,  Manfaatkan aplikasi untuk finansial, dan Perpajakan. Materi Kelas Online  yang didapat oleh pelaku ekraf antara lain; Menyusun HPP dan BEP,  Laporan keuangan, Analisa laporan keuangan, Bedah Kasus Kuliner, Bedah  Kasus Fesyen dan Bedah Kasus Kriya.
Adanya Rumah Kreatif Danau Toba sebagai sarana untuk pelaku ekraf  BKDT, bisa membantu untuk konsultasi langsung dengan para pendamping,  memfasilitasi produksi konten untuk membantu para ekraf, dan juga  menyediakan ruang galeri untuk memamerkan produk- produknya. Para pelaku  Ekraf juga mendapat fasilitas gratis ongkir untuk pengiriman barang  dari kampanye #BOBB (Bebas Ongkir Bebas Belanja) hasil kerjasama  Kemenparekraf dengan PT. Pos Indonesia yang berlangsung selama kurang  lebih 1 bulan. Pelaku Ekraf Beli Kreatif Danau Toba selama masa  pendampingan dan pelatihan ini telah berhasil meningkatan penjualan.</content:encoded></item></channel></rss>
