<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Menko Luhut: Dalam 3 Hari Obat Covid-19 Masih Mahal, Kami Razia</title><description>Luhut menegaskan apabila tiga hari ke depan masih ditemukan  penyalahgunaan dalam distribusi obat, pemerintah segera tindakan tegas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436154/ancaman-menko-luhut-dalam-3-hari-obat-covid-19-masih-mahal-kami-razia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436154/ancaman-menko-luhut-dalam-3-hari-obat-covid-19-masih-mahal-kami-razia"/><item><title>Ancaman Menko Luhut: Dalam 3 Hari Obat Covid-19 Masih Mahal, Kami Razia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436154/ancaman-menko-luhut-dalam-3-hari-obat-covid-19-masih-mahal-kami-razia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436154/ancaman-menko-luhut-dalam-3-hari-obat-covid-19-masih-mahal-kami-razia</guid><pubDate>Selasa 06 Juli 2021 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436154/ancaman-menko-luhut-dalam-3-hari-obat-covid-19-masih-mahal-kami-razia-Fz0mdwyYHY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Kemaritiman Luhut Binsar. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436154/ancaman-menko-luhut-dalam-3-hari-obat-covid-19-masih-mahal-kami-razia-Fz0mdwyYHY.jpeg</image><title>Menko Kemaritiman Luhut Binsar. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Panjaitan menegaskan apabila tiga hari ke depan masih ditemukan adanya penyalahgunaan dalam distribusi obat,  maka pemerintah segera memberikan tindakan tegas. Hal ini sebagai tindakan kelangkaan obat serta harga obat yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.
&amp;ldquo;Akhir-akhir ini juga saya mencermati beberapa kejadian kelangkaan obat yang terjadi pada masa-masa PPKM Darurat ini,&quot; kata Luhut di Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Heboh Susu Beruang Diburu Warga +62, Nestle: Tak Ada Kenaikan Harga
Pemerintah sudah membuat aturan Harga Eceran Tertinggi Obat-Obatan untuk penanganan Pandemi Covid-19 ini. Serta  juga sudah mengetahui harga-harga yang masuk akal dan keuntungan yang diterima oleh Produsen dan Distributor tersebut.
&quot;Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga obat tersebut cukup tinggi, maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya,&amp;rdquo; bebernya
Dia minta Kajati dan Bareskrim untuk melihat masalah obat ini karena ini serius. Jangan sampai kita kekurangan obat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kesal, Menko Luhut Minta Anies Cek Kantor Non-Esensial yang Masih Beroperasi
&quot;Kita sama sekali tidak boleh main dengan ini. Ada Kapolri, Kapolda, Pangdam, dan Panglima juga harus hadir mengatur ini. Kalian agar melakukan tindakan tegas bagi para pelaku penimbun dan para pemain harga obat-obatan ini. Siapapun hari ini, baik Perusahaan atau Perorangan yang menghalangi dan melanggar kebijakan PPKM Darurat ini agar dapat ditindak tegas oleh aparat terkait sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Pasal 84 dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,&amp;rdquo; tambahnya.Menko Luhut mengingatkan bahwa kiranya masyarakat untuk taat kepada peraturan yang telah dikeluarkan dan mentaati kebijakan ini sepenuhnya demi kepentingan bersama.
&amp;ldquo;Saya ingin tidak ada yang main-main dan kompak menghadapi masalah ini. 90% di Jakarta sudah ada Varian Delta, jadi kalau main-main bisa saja kita kena,&amp;rdquo; pungkas Menko Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Panjaitan menegaskan apabila tiga hari ke depan masih ditemukan adanya penyalahgunaan dalam distribusi obat,  maka pemerintah segera memberikan tindakan tegas. Hal ini sebagai tindakan kelangkaan obat serta harga obat yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.
&amp;ldquo;Akhir-akhir ini juga saya mencermati beberapa kejadian kelangkaan obat yang terjadi pada masa-masa PPKM Darurat ini,&quot; kata Luhut di Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Heboh Susu Beruang Diburu Warga +62, Nestle: Tak Ada Kenaikan Harga
Pemerintah sudah membuat aturan Harga Eceran Tertinggi Obat-Obatan untuk penanganan Pandemi Covid-19 ini. Serta  juga sudah mengetahui harga-harga yang masuk akal dan keuntungan yang diterima oleh Produsen dan Distributor tersebut.
&quot;Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga obat tersebut cukup tinggi, maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya,&amp;rdquo; bebernya
Dia minta Kajati dan Bareskrim untuk melihat masalah obat ini karena ini serius. Jangan sampai kita kekurangan obat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kesal, Menko Luhut Minta Anies Cek Kantor Non-Esensial yang Masih Beroperasi
&quot;Kita sama sekali tidak boleh main dengan ini. Ada Kapolri, Kapolda, Pangdam, dan Panglima juga harus hadir mengatur ini. Kalian agar melakukan tindakan tegas bagi para pelaku penimbun dan para pemain harga obat-obatan ini. Siapapun hari ini, baik Perusahaan atau Perorangan yang menghalangi dan melanggar kebijakan PPKM Darurat ini agar dapat ditindak tegas oleh aparat terkait sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Pasal 84 dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,&amp;rdquo; tambahnya.Menko Luhut mengingatkan bahwa kiranya masyarakat untuk taat kepada peraturan yang telah dikeluarkan dan mentaati kebijakan ini sepenuhnya demi kepentingan bersama.
&amp;ldquo;Saya ingin tidak ada yang main-main dan kompak menghadapi masalah ini. 90% di Jakarta sudah ada Varian Delta, jadi kalau main-main bisa saja kita kena,&amp;rdquo; pungkas Menko Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
