<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Sri Mulyani: Ruang Fiskal Makin Sempit</title><description>Pandemi covid-19 berdampak di banyak sektor. Seperti kesehatan, aktivitas ekonomi, serta tekanan pada ruang fiskal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436424/curhat-sri-mulyani-ruang-fiskal-makin-sempit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436424/curhat-sri-mulyani-ruang-fiskal-makin-sempit"/><item><title>Curhat Sri Mulyani: Ruang Fiskal Makin Sempit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436424/curhat-sri-mulyani-ruang-fiskal-makin-sempit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436424/curhat-sri-mulyani-ruang-fiskal-makin-sempit</guid><pubDate>Selasa 06 Juli 2021 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436424/curhat-sri-mulyani-ruang-fiskal-makin-sempit-lPkbbSpaGR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436424/curhat-sri-mulyani-ruang-fiskal-makin-sempit-lPkbbSpaGR.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi covid-19 berdampak di banyak sektor. Seperti kesehatan, aktivitas ekonomi, serta tekanan pada ruang fiskal merupakan salah satu dampak pandemi yang juga mempengaruhi agenda pembangunan infrastruktur yang sangat penting
&amp;ldquo;Ruang fiskal yang semakin sempit memaksa pemerintah untuk fokus pada pengeluaran yang lebih mendesak seperti perawatan kesehatan serta menyelamatkan banyak orang yang rentan dengan menggunakan perlindungan sosial. Selain itu banyak proyek infrastruktur terkendala akibat pandemi,&amp;rdquo; jelas Menkeu di Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Sebanyak 324.597 Orang
 
Bank Dunia menyebutkan dalam laporannya, pada paruh pertama tahun 2020, investasi sektor swasta dalam proyek infrastruktur di negara-negara berkembang turun 56 persen dari periode yang sama tahun 2019. Dalam pembaruan rencana aksi April 2021, G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya mobilisasi sumber pembiayaan infrastruktur swasta untuk strategi pemulihan.
Baca Juga: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Sehari 728 Orang Meninggal Akibat Covid-19
 
&amp;ldquo;Dorongan kolektif yang sinkron menuju investasi infrastruktur dapat mendukung banyak pertumbuhan domestik di banyak negara berkembang, sementara pada saat yang sama juga memberikan dorongan tambahan untuk output global melalui efek pemulihan yang positif,&amp;rdquo; ungkap Menkeu.
Indonesia mendukung agenda infrastruktur di bawah Kepresidenan G20  Italia yang berfokus pada empat pilar. Pertama tangguh dan pemeliharaan,  kedua infrastruktur digital, ketiga infrastruktur berkelanjutan dan  keempat inklusi sosial. Sambil memastikan kesinambungan dengan  penyampaian agenda infrastruktur sebelumnya seperti peta jalan menuju  infrastruktur sebagai kelas aset, dan juga prinsip G20 untuk investasi  infrastruktur berkualitas.
&amp;ldquo;Kami juga menghargai kerja kepresidenan Italia dalam terus  mengembangkan kolaborasi antara investor publik dan swasta untuk  memobilisasi modal swasta. Saya rasa kita sudah banyak mendengar hari  ini tentang bagaimana hal ini bisa dilakukan dan apa yang menjadi  aspirasi dan juga hambatan untuk mewujudkan potensi tersebut. Kami  menantikan langkah selanjutnya dari dialog investasi infrastruktur G20  yang pertama, dalam Pertemuan Tingkat Menteri Oktober mendatang,&amp;rdquo; tutup  Menkeu.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi covid-19 berdampak di banyak sektor. Seperti kesehatan, aktivitas ekonomi, serta tekanan pada ruang fiskal merupakan salah satu dampak pandemi yang juga mempengaruhi agenda pembangunan infrastruktur yang sangat penting
&amp;ldquo;Ruang fiskal yang semakin sempit memaksa pemerintah untuk fokus pada pengeluaran yang lebih mendesak seperti perawatan kesehatan serta menyelamatkan banyak orang yang rentan dengan menggunakan perlindungan sosial. Selain itu banyak proyek infrastruktur terkendala akibat pandemi,&amp;rdquo; jelas Menkeu di Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Sebanyak 324.597 Orang
 
Bank Dunia menyebutkan dalam laporannya, pada paruh pertama tahun 2020, investasi sektor swasta dalam proyek infrastruktur di negara-negara berkembang turun 56 persen dari periode yang sama tahun 2019. Dalam pembaruan rencana aksi April 2021, G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya mobilisasi sumber pembiayaan infrastruktur swasta untuk strategi pemulihan.
Baca Juga: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Sehari 728 Orang Meninggal Akibat Covid-19
 
&amp;ldquo;Dorongan kolektif yang sinkron menuju investasi infrastruktur dapat mendukung banyak pertumbuhan domestik di banyak negara berkembang, sementara pada saat yang sama juga memberikan dorongan tambahan untuk output global melalui efek pemulihan yang positif,&amp;rdquo; ungkap Menkeu.
Indonesia mendukung agenda infrastruktur di bawah Kepresidenan G20  Italia yang berfokus pada empat pilar. Pertama tangguh dan pemeliharaan,  kedua infrastruktur digital, ketiga infrastruktur berkelanjutan dan  keempat inklusi sosial. Sambil memastikan kesinambungan dengan  penyampaian agenda infrastruktur sebelumnya seperti peta jalan menuju  infrastruktur sebagai kelas aset, dan juga prinsip G20 untuk investasi  infrastruktur berkualitas.
&amp;ldquo;Kami juga menghargai kerja kepresidenan Italia dalam terus  mengembangkan kolaborasi antara investor publik dan swasta untuk  memobilisasi modal swasta. Saya rasa kita sudah banyak mendengar hari  ini tentang bagaimana hal ini bisa dilakukan dan apa yang menjadi  aspirasi dan juga hambatan untuk mewujudkan potensi tersebut. Kami  menantikan langkah selanjutnya dari dialog investasi infrastruktur G20  yang pertama, dalam Pertemuan Tingkat Menteri Oktober mendatang,&amp;rdquo; tutup  Menkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
