<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ma'ruf Amin Beberkan Bukti Ekonomi RI Strong di Semester I-2021</title><description>Wapres Maruf Amin mengatakan pemerintah sejak tahun 2020 telah mengambil berbagai kebijakan extraordinary untuk mengatasi masalah kesehatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436440/ma-ruf-amin-beberkan-bukti-ekonomi-ri-strong-di-semester-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436440/ma-ruf-amin-beberkan-bukti-ekonomi-ri-strong-di-semester-i-2021"/><item><title>Ma'ruf Amin Beberkan Bukti Ekonomi RI Strong di Semester I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436440/ma-ruf-amin-beberkan-bukti-ekonomi-ri-strong-di-semester-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436440/ma-ruf-amin-beberkan-bukti-ekonomi-ri-strong-di-semester-i-2021</guid><pubDate>Selasa 06 Juli 2021 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436440/ma-ruf-amin-beberkan-bukti-ekonomi-ri-strong-di-semester-i-2021-9NSiDBf8tS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436440/ma-ruf-amin-beberkan-bukti-ekonomi-ri-strong-di-semester-i-2021-9NSiDBf8tS.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa pemerintah sejak tahun 2020 telah mengambil berbagai kebijakan extraordinary untuk mengatasi masalah kesehatan dan dampak sosial ekonomi akibat pandemi covid-19.  Salah satunya dengan memfokuskan APBN sepenuhnya untuk keperluan tersebut.
&amp;ldquo;Dengan alokasi sebesar Rp 695 triliun pada tahun 2020 dan Rp 699 triliun untuk tahun 2021 dan akan ditambah sesuai kebutuhan untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial, dan stimulus bagi dunia usaha termasuk UMKM,&amp;rdquo; katanya saat memberikan kuliah umum di Lemhanas, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;PPKM Darurat Diperpanjang, 84.000 Pekerja Mal Terancam Kena PHK
Dia mengaku bersyukur dengan upaya yang telah dilakukan dalam mengelola krisis akibat pandemi covid-19.
&amp;ldquo;Khususnya dari sisi ekonomi menunjukkan hasil yang positif dan memberikan harapan pemulihan sebagaimana ditunjukkan oleh indikator-indikator pada semester I Tahun 2021,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penumpang Kereta Jarak Jauh Turun 50% Selama PPKM Darurat
Indikator-indikator tersebut antara lain purchasing manager index (PMI) Manufaktur pada bulan Mei telah mulai ekspansi dan mencapai rekor tertinggi. Lalu inflasi pada bulan Mei, mulai menunjukkan peningkatan yang berarti adanya peningkatan demand.&amp;ldquo;Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Mei 104,4 atau berarti kondisi optimis. Indeks Penjualan Ritel per April tumbuh 15,6% year on year dan diperkirakan masih tumbuh double digit di Mei 2021,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;ldquo;Konsumsi listrik per Mei tumbuh 16,6%. Termasuk penguatan tren pertumbuhan konsumsi listrik bisnis dan industri sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan dukungan pemerintah dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa pemerintah sejak tahun 2020 telah mengambil berbagai kebijakan extraordinary untuk mengatasi masalah kesehatan dan dampak sosial ekonomi akibat pandemi covid-19.  Salah satunya dengan memfokuskan APBN sepenuhnya untuk keperluan tersebut.
&amp;ldquo;Dengan alokasi sebesar Rp 695 triliun pada tahun 2020 dan Rp 699 triliun untuk tahun 2021 dan akan ditambah sesuai kebutuhan untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial, dan stimulus bagi dunia usaha termasuk UMKM,&amp;rdquo; katanya saat memberikan kuliah umum di Lemhanas, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;PPKM Darurat Diperpanjang, 84.000 Pekerja Mal Terancam Kena PHK
Dia mengaku bersyukur dengan upaya yang telah dilakukan dalam mengelola krisis akibat pandemi covid-19.
&amp;ldquo;Khususnya dari sisi ekonomi menunjukkan hasil yang positif dan memberikan harapan pemulihan sebagaimana ditunjukkan oleh indikator-indikator pada semester I Tahun 2021,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penumpang Kereta Jarak Jauh Turun 50% Selama PPKM Darurat
Indikator-indikator tersebut antara lain purchasing manager index (PMI) Manufaktur pada bulan Mei telah mulai ekspansi dan mencapai rekor tertinggi. Lalu inflasi pada bulan Mei, mulai menunjukkan peningkatan yang berarti adanya peningkatan demand.&amp;ldquo;Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Mei 104,4 atau berarti kondisi optimis. Indeks Penjualan Ritel per April tumbuh 15,6% year on year dan diperkirakan masih tumbuh double digit di Mei 2021,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;ldquo;Konsumsi listrik per Mei tumbuh 16,6%. Termasuk penguatan tren pertumbuhan konsumsi listrik bisnis dan industri sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan dukungan pemerintah dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
