<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Percepatan Vaksinasi dan PPKM Jadi Kunci Pengendalian Covid-19</title><description>Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia perlu memperkuat kerja sama bilateral.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436533/menko-airlangga-percepatan-vaksinasi-dan-ppkm-jadi-kunci-pengendalian-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436533/menko-airlangga-percepatan-vaksinasi-dan-ppkm-jadi-kunci-pengendalian-covid-19"/><item><title>Menko Airlangga: Percepatan Vaksinasi dan PPKM Jadi Kunci Pengendalian Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436533/menko-airlangga-percepatan-vaksinasi-dan-ppkm-jadi-kunci-pengendalian-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436533/menko-airlangga-percepatan-vaksinasi-dan-ppkm-jadi-kunci-pengendalian-covid-19</guid><pubDate>Selasa 06 Juli 2021 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436533/menko-airlangga-percepatan-vaksinasi-dan-ppkm-jadi-kunci-pengendalian-covid-19-4CtgU9To6Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436533/menko-airlangga-percepatan-vaksinasi-dan-ppkm-jadi-kunci-pengendalian-covid-19-4CtgU9To6Y.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia perlu memperkuat kerja sama bilateral serta bertukar pandangan dan pengalaman dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Hal ini diungkapkan dalam Economic, Trade, and Investment Ministers&amp;rsquo; Meeting (ETIMM) Indonesia dan Australia yang pertama. Pertemuan yang digelar secara virtual tersebut membahas peningkatan kerja sama bidang ekonomi bilateral dan global. ETIMM merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua kepala Pemerintahan pada Annual Leaders&amp;rsquo; Meeting tahun 2020.
Baca Juga: Waspada! Investor Harus  Pantau Perubahan Sikap The Fed
Menko Airlangga menyampaikan kepada Australia bahwa Pemerintah Indonesia tetap teguh dalam menangani dampak kesehatan dari pandemi. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dibentuk sebagai strategi untuk mengakomodasi dan mengintegrasikan layanan kesehatan dan program pemulihan ekonomi secara bersamaan. Percepatan program vaksinasi dan pemberlakuan PPKM merupakan kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
&amp;ldquo;Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan dan menyambut baik kerja sama dengan Australia untuk menerapkan reformasi struktural dan pengiriman vaksin ini,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.
Baca Juga: Curhat Sri Mulyani: Ruang Fiskal Makin Sempit
Sejalan dengan semangat menangani pandemi Covid-19, untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi serta sebagai agenda besar Indonesia untuk menjadi high-income country, Menko Airlangga mengatakan Pemerintah telah melaksanakan reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja dengan tujuan menyederhanakan perizinan berusaha, mendirikan lembaga pengelola investasi untuk iklim investasi yang lebih baik, serta menetapkan daftar prioritas investasi.
&amp;ldquo;Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong pelaku usaha Australia untuk lebih optimal dalam memanfaatkan IA-CEPA, AANZ-FTA, dan Regional Comprehensive Economic Partnership,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut kedua negara menegaskan kembali komitmen  terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berdasar pada  prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam World Trade Organization  (WTO) dan mendukung reformasi yang sejalan dengan kepentingan seluruh  anggota WTO. Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse  (pusat pengolahan), dengan kemudahan akses berbagai bahan baku dan  penolong murah serta berkualitas dari Australia.
Pada sektor perdagangan barang dan investasi, Indonesia dan Australia  sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi dalam rangka pemulihan  ekonomi bersama, serta optimalisasi Indonesia-Australia Comprehensive  Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Diharapkan IA-CEPA Economic  Cooperation Program (ECP) KATALIS dapat mewujudkan konsep 'Economic  Powerhouse' IA-CEPA melalui kolaborasi kekuatan ekonomi untuk mendorong  produktifitas produk industri dan pertanian, dan berkontribusi lebih  besar pada 'global value chains' untuk memasok kebutuhan global.
&amp;ldquo;Mari kita bekerja lebih erat melalui kerja sama ini untuk memitigasi  dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi kita.  Pemerintah Indonesia optimis IA CEPA dapat membawa Indonesia dan  Australia untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang  berkelanjutan, memperkuat peran kedua negara dalam perubahan nilai  global dan meraih masa depan yang lebih baik,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Selanjutnya, terkait Presidensi Indonesia dalam G20, Menko Airlangga  menyampaikan pentingnya memperdalam kolaborasi antara Indonesia dan  Australia dalam forum ekonomi regional dan global untuk pemulihan  ekonomi bersama. Menanggapi hal tersebut, Australia memberikan dukungan  atas persiapan pelaksanaan Presidensi Indonesia dalam G20 pada tahun  2022.
Kedua negara sepakat dan mengakui peran penting investasi  infrastruktur yang berkualitas dalam mendorong pemulihan ekonomi yang  berkelanjutan dan inklusif sebagai prioritas dalam G20. Kolaborasi juga  perlu diperkuat pada isu-isu penting bagi masa depan ekonomi kawasan,  antara lain; perubahan iklim, pengurangan emisi, investasi, dan  teknologi.
Di akhir pertemuan, Delegasi Indonesia dan Australia mengakui  pentingnya nilai dialog berkelanjutan antara kedua mitra strategis dalam  mewujudkan Kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, dan sejahtera.  Untuk itu, Indonesia dan Australia berkomitmen pertemuan  Indonesia-Australia ETIMM digelar setiap tahun sejalan dengan komitmen  dalam Joint Statement Indonesia-Australia ALM tahun 2020.
&amp;ldquo;Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pejabat dari  kedua negara yang telah berkontribusi dengan baik untuk kelancaran acara  ini. Sebagai dua negara yang memiliki ikatan sejarah yang dalam dan  berbagi ikatan lingkungan yang unik, saya percaya bahwa Indonesia dan  Australia dapat tumbuh bersama dengan memanfaatkan kekuatan satu sama  lain,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.
Sebagai informasi, Australia merupakan negara maju yang menjadi salah  satu mitra dagang penting bagi Indonesia dengan penduduk lebih dari  26,1 juta jiwa (2021) dengan rata-rata real GDP growth 2,44 % per tahun  selama 5 tahun terakhir (2015 s.d 2019). Sampai dengan triwulan pertama  2021, Australia telah mencatatkan investasi sebesar USD 59.5 juta dengan  jumlah 321 proyek investasi yang meliputi berbagai sektor seperti  pertambangan; Industri Logam Dasar, Barang Logam; Tanaman Pangan,  Perkebunan, Peternakan; hotel dan restoran.
Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut  diantaranya Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan  Pembangunan Nasional, Menteri Investasi yang diwakili oleh Deputi Bidang  Kerjasama Penanaman Modal, dan Duta Besar RI di Canberra. Sedangkan  Pemerintah Australia diwakili oleh Australian Treasurer Josh Frydenberg,  Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan, dan  Duta Besar (Designate) Australia di Jakarta Penny Williams.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia perlu memperkuat kerja sama bilateral serta bertukar pandangan dan pengalaman dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Hal ini diungkapkan dalam Economic, Trade, and Investment Ministers&amp;rsquo; Meeting (ETIMM) Indonesia dan Australia yang pertama. Pertemuan yang digelar secara virtual tersebut membahas peningkatan kerja sama bidang ekonomi bilateral dan global. ETIMM merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua kepala Pemerintahan pada Annual Leaders&amp;rsquo; Meeting tahun 2020.
Baca Juga: Waspada! Investor Harus  Pantau Perubahan Sikap The Fed
Menko Airlangga menyampaikan kepada Australia bahwa Pemerintah Indonesia tetap teguh dalam menangani dampak kesehatan dari pandemi. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dibentuk sebagai strategi untuk mengakomodasi dan mengintegrasikan layanan kesehatan dan program pemulihan ekonomi secara bersamaan. Percepatan program vaksinasi dan pemberlakuan PPKM merupakan kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
&amp;ldquo;Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan dan menyambut baik kerja sama dengan Australia untuk menerapkan reformasi struktural dan pengiriman vaksin ini,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.
Baca Juga: Curhat Sri Mulyani: Ruang Fiskal Makin Sempit
Sejalan dengan semangat menangani pandemi Covid-19, untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi serta sebagai agenda besar Indonesia untuk menjadi high-income country, Menko Airlangga mengatakan Pemerintah telah melaksanakan reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja dengan tujuan menyederhanakan perizinan berusaha, mendirikan lembaga pengelola investasi untuk iklim investasi yang lebih baik, serta menetapkan daftar prioritas investasi.
&amp;ldquo;Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong pelaku usaha Australia untuk lebih optimal dalam memanfaatkan IA-CEPA, AANZ-FTA, dan Regional Comprehensive Economic Partnership,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut kedua negara menegaskan kembali komitmen  terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berdasar pada  prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam World Trade Organization  (WTO) dan mendukung reformasi yang sejalan dengan kepentingan seluruh  anggota WTO. Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse  (pusat pengolahan), dengan kemudahan akses berbagai bahan baku dan  penolong murah serta berkualitas dari Australia.
Pada sektor perdagangan barang dan investasi, Indonesia dan Australia  sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi dalam rangka pemulihan  ekonomi bersama, serta optimalisasi Indonesia-Australia Comprehensive  Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Diharapkan IA-CEPA Economic  Cooperation Program (ECP) KATALIS dapat mewujudkan konsep 'Economic  Powerhouse' IA-CEPA melalui kolaborasi kekuatan ekonomi untuk mendorong  produktifitas produk industri dan pertanian, dan berkontribusi lebih  besar pada 'global value chains' untuk memasok kebutuhan global.
&amp;ldquo;Mari kita bekerja lebih erat melalui kerja sama ini untuk memitigasi  dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi kita.  Pemerintah Indonesia optimis IA CEPA dapat membawa Indonesia dan  Australia untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang  berkelanjutan, memperkuat peran kedua negara dalam perubahan nilai  global dan meraih masa depan yang lebih baik,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Selanjutnya, terkait Presidensi Indonesia dalam G20, Menko Airlangga  menyampaikan pentingnya memperdalam kolaborasi antara Indonesia dan  Australia dalam forum ekonomi regional dan global untuk pemulihan  ekonomi bersama. Menanggapi hal tersebut, Australia memberikan dukungan  atas persiapan pelaksanaan Presidensi Indonesia dalam G20 pada tahun  2022.
Kedua negara sepakat dan mengakui peran penting investasi  infrastruktur yang berkualitas dalam mendorong pemulihan ekonomi yang  berkelanjutan dan inklusif sebagai prioritas dalam G20. Kolaborasi juga  perlu diperkuat pada isu-isu penting bagi masa depan ekonomi kawasan,  antara lain; perubahan iklim, pengurangan emisi, investasi, dan  teknologi.
Di akhir pertemuan, Delegasi Indonesia dan Australia mengakui  pentingnya nilai dialog berkelanjutan antara kedua mitra strategis dalam  mewujudkan Kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, dan sejahtera.  Untuk itu, Indonesia dan Australia berkomitmen pertemuan  Indonesia-Australia ETIMM digelar setiap tahun sejalan dengan komitmen  dalam Joint Statement Indonesia-Australia ALM tahun 2020.
&amp;ldquo;Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pejabat dari  kedua negara yang telah berkontribusi dengan baik untuk kelancaran acara  ini. Sebagai dua negara yang memiliki ikatan sejarah yang dalam dan  berbagi ikatan lingkungan yang unik, saya percaya bahwa Indonesia dan  Australia dapat tumbuh bersama dengan memanfaatkan kekuatan satu sama  lain,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.
Sebagai informasi, Australia merupakan negara maju yang menjadi salah  satu mitra dagang penting bagi Indonesia dengan penduduk lebih dari  26,1 juta jiwa (2021) dengan rata-rata real GDP growth 2,44 % per tahun  selama 5 tahun terakhir (2015 s.d 2019). Sampai dengan triwulan pertama  2021, Australia telah mencatatkan investasi sebesar USD 59.5 juta dengan  jumlah 321 proyek investasi yang meliputi berbagai sektor seperti  pertambangan; Industri Logam Dasar, Barang Logam; Tanaman Pangan,  Perkebunan, Peternakan; hotel dan restoran.
Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut  diantaranya Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan  Pembangunan Nasional, Menteri Investasi yang diwakili oleh Deputi Bidang  Kerjasama Penanaman Modal, dan Duta Besar RI di Canberra. Sedangkan  Pemerintah Australia diwakili oleh Australian Treasurer Josh Frydenberg,  Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan, dan  Duta Besar (Designate) Australia di Jakarta Penny Williams.</content:encoded></item></channel></rss>
