<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Perlu Impor, Bulog Serap 750 Ribu Ton Beras  Petani</title><description>Perum Bulog telah menyerap beras petani sebesar 750.000 ton hingga 5 Juli 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436537/tak-perlu-impor-bulog-serap-750-ribu-ton-beras-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436537/tak-perlu-impor-bulog-serap-750-ribu-ton-beras-petani"/><item><title>Tak Perlu Impor, Bulog Serap 750 Ribu Ton Beras  Petani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436537/tak-perlu-impor-bulog-serap-750-ribu-ton-beras-petani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/06/320/2436537/tak-perlu-impor-bulog-serap-750-ribu-ton-beras-petani</guid><pubDate>Selasa 06 Juli 2021 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436537/tak-perlu-impor-bulog-serap-750-ribu-ton-beras-petani-g9t8MI72xa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beras (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/06/320/2436537/tak-perlu-impor-bulog-serap-750-ribu-ton-beras-petani-g9t8MI72xa.jpg</image><title>Beras (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog telah menyerap beras petani sebesar 750.000 ton hingga 5 Juli 2021. Dirut Bulog, Budi Waseso menyebut, pihaknya masih melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri.
Langkah itu untuk mempertahankan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mencermati munculnya isu penurunan harga beras di sejumlah daerah. Sebagai perpanjang tanganan tangan pemerintah, Bulog konsisten menyerap beras petani agar harga beras di hulu tetap stabil.
Baca Juga: Mengejutkan! 400.000 Ton Beras Bulog Busuk
&quot;Penyerapan ini juga membantu menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden selama berlangsungnya pandemi Covid-19 ini,&amp;rdquo; ujar Budi Selasa (6/7/2021).
Mantan Kabareskrim itu juga mengutarakan, dari hasil penyerapan yang dilakukan Bulog, stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan baik yaitu sebanyak 1,4 juta ton. Jumlah tersebut merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yakni 1-1,5 juta ton beras.
Baca Juga: Pemerintah Utang Rp1,2 Triliun ke Bulog, Buwas Minta Segera Dilunasi
Bahkan, dia meyakini jumlahnya semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah.
&quot;Belum lagi nanti akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan kedepan. Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah,&amp;rdquo; katanya.
Kendati demikian, Buwas mengakui, ditengah upaya penyerapan tersebut  muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat  melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang  masih terus berlangsung.
&amp;ldquo;Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan  beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi  lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena  akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan  Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,&amp;rdquo; tutur dia.
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu pun memastikan  penyerapan beras petani di tengah isu penurunan harga gabah dan beras  akan tetap dilaksanakan Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah  (HPP) sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap  terjaga.</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog telah menyerap beras petani sebesar 750.000 ton hingga 5 Juli 2021. Dirut Bulog, Budi Waseso menyebut, pihaknya masih melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri.
Langkah itu untuk mempertahankan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mencermati munculnya isu penurunan harga beras di sejumlah daerah. Sebagai perpanjang tanganan tangan pemerintah, Bulog konsisten menyerap beras petani agar harga beras di hulu tetap stabil.
Baca Juga: Mengejutkan! 400.000 Ton Beras Bulog Busuk
&quot;Penyerapan ini juga membantu menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden selama berlangsungnya pandemi Covid-19 ini,&amp;rdquo; ujar Budi Selasa (6/7/2021).
Mantan Kabareskrim itu juga mengutarakan, dari hasil penyerapan yang dilakukan Bulog, stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan baik yaitu sebanyak 1,4 juta ton. Jumlah tersebut merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yakni 1-1,5 juta ton beras.
Baca Juga: Pemerintah Utang Rp1,2 Triliun ke Bulog, Buwas Minta Segera Dilunasi
Bahkan, dia meyakini jumlahnya semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah.
&quot;Belum lagi nanti akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan kedepan. Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah,&amp;rdquo; katanya.
Kendati demikian, Buwas mengakui, ditengah upaya penyerapan tersebut  muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat  melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang  masih terus berlangsung.
&amp;ldquo;Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan  beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi  lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena  akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan  Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,&amp;rdquo; tutur dia.
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu pun memastikan  penyerapan beras petani di tengah isu penurunan harga gabah dan beras  akan tetap dilaksanakan Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah  (HPP) sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap  terjaga.</content:encoded></item></channel></rss>
