<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>India Lockdown, Luhut: Indonesia Gelagapan Tak Punya Paracetamol</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal industri obat di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2436809/india-lockdown-luhut-indonesia-gelagapan-tak-punya-paracetamol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2436809/india-lockdown-luhut-indonesia-gelagapan-tak-punya-paracetamol"/><item><title>India Lockdown, Luhut: Indonesia Gelagapan Tak Punya Paracetamol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2436809/india-lockdown-luhut-indonesia-gelagapan-tak-punya-paracetamol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2436809/india-lockdown-luhut-indonesia-gelagapan-tak-punya-paracetamol</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/320/2436809/india-lockdown-luhut-indonesia-gelagapan-tak-punya-paracetamol-Ih5OkWgp3E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/320/2436809/india-lockdown-luhut-indonesia-gelagapan-tak-punya-paracetamol-Ih5OkWgp3E.jpg</image><title>Menko Luhut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM Jawa - Bali Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal industri obat di Indonesia.

Luhut mengaku sangat gregetan ketika Indonesia yang kaya raya ini belum memiliki industri obat seperti paracetamol.

&amp;ldquo;Waktu India lockdown tahun lalu kita gregetan dan gelagapan, kenapa karena biasanya kita punya paracetamol di Indonesia yang kaya raya ini ternyata tidak ada paracetamol industry,&amp;rdquo; kata Luhut seperti dikutip dalam podcast Deddy Corbuzier, Rabu (7/7/2021).

&amp;ldquo;Sekarang kita baru punya gara-gara itu, kita harus impor 95 persen bahan baku kita impor dari China dan beberapa negara dari luar dan terus kita kembangkan,&amp;rdquo; tambahnya.

Di samping itu, Luhut blak-blakan menyampaikan bahwa saat kondisi pandemi genting saat ini masih ada beberapa oknum-oknum mafia yang diuntungkan dengan mencari keuntungan.

&amp;ldquo;Bukan lagi ada, sangat banyak. Maka dari pada itu pandemi ini harus dijadikan momen untuk melakukan reformasi,&amp;rdquo; ujarnya.

Dalam kesempatannya, Luhut juga meminta maaf kepada mereka yang telah gugur ataupun meninggal akibat terpapar virus Covid-19 ini.

&amp;ldquo;Reformasi ini harus dilakukan seperti pendorongan pengadaan obat dari berbagai negara, saya pergi ke China dan sekarang lagi proses dan harus give and take,&amp;rdquo; paparnya.

Sebagai catatan 2/3 produksi obat Luhut mengaku telah diproduksi di China dan justru Indonesia harus belajar dari negara tersebut.

&amp;ldquo;Ya kan karena China banyak produksinya tidak semena-mena kita langsung dikasih ada effort dan give and take-nya, ada proses pokoknya mereka untung kita juga sama-sama untung bukan memberikan kesempatan ke China. Emang kita bego apa?,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM Jawa - Bali Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal industri obat di Indonesia.

Luhut mengaku sangat gregetan ketika Indonesia yang kaya raya ini belum memiliki industri obat seperti paracetamol.

&amp;ldquo;Waktu India lockdown tahun lalu kita gregetan dan gelagapan, kenapa karena biasanya kita punya paracetamol di Indonesia yang kaya raya ini ternyata tidak ada paracetamol industry,&amp;rdquo; kata Luhut seperti dikutip dalam podcast Deddy Corbuzier, Rabu (7/7/2021).

&amp;ldquo;Sekarang kita baru punya gara-gara itu, kita harus impor 95 persen bahan baku kita impor dari China dan beberapa negara dari luar dan terus kita kembangkan,&amp;rdquo; tambahnya.

Di samping itu, Luhut blak-blakan menyampaikan bahwa saat kondisi pandemi genting saat ini masih ada beberapa oknum-oknum mafia yang diuntungkan dengan mencari keuntungan.

&amp;ldquo;Bukan lagi ada, sangat banyak. Maka dari pada itu pandemi ini harus dijadikan momen untuk melakukan reformasi,&amp;rdquo; ujarnya.

Dalam kesempatannya, Luhut juga meminta maaf kepada mereka yang telah gugur ataupun meninggal akibat terpapar virus Covid-19 ini.

&amp;ldquo;Reformasi ini harus dilakukan seperti pendorongan pengadaan obat dari berbagai negara, saya pergi ke China dan sekarang lagi proses dan harus give and take,&amp;rdquo; paparnya.

Sebagai catatan 2/3 produksi obat Luhut mengaku telah diproduksi di China dan justru Indonesia harus belajar dari negara tersebut.

&amp;ldquo;Ya kan karena China banyak produksinya tidak semena-mena kita langsung dikasih ada effort dan give and take-nya, ada proses pokoknya mereka untung kita juga sama-sama untung bukan memberikan kesempatan ke China. Emang kita bego apa?,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
