<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPKM Darurat, Bagaimana Nasib Industri Pariwisata?</title><description>Pandemi Covid-19 menekan sejumlah sektor bisnis dan industri di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2437013/ppkm-darurat-bagaimana-nasib-industri-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2437013/ppkm-darurat-bagaimana-nasib-industri-pariwisata"/><item><title>PPKM Darurat, Bagaimana Nasib Industri Pariwisata?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2437013/ppkm-darurat-bagaimana-nasib-industri-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/320/2437013/ppkm-darurat-bagaimana-nasib-industri-pariwisata</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/320/2437013/ppkm-darurat-bagaimana-nasib-industri-pariwisata-BwOJpMNzTD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/320/2437013/ppkm-darurat-bagaimana-nasib-industri-pariwisata-BwOJpMNzTD.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 menekan sejumlah sektor bisnis dan industri di Indonesia. Salah satunya adalah sektor pariwisata dan juga bisnis penunjangnya. Di mana, kebijakan PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali dinilai semakin memperpanjang masa sulit bisnis pariwisata.
Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia), Didin Junaedi, menilai, industri pariwisata adalah sektor yang sangat terdampak dari adanya pandemi Covid-19. Sebab, hampir seluruh dari industri pariwisata terpuruk.
Baca Juga: Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 3,7%-4,5% Tahun Ini
 
&amp;ldquo;Yang terdampak sangat besar adalah industri pariwisata dalam pandemi ini. Sudah hampir 1,5 tahun ya, jadi kita memang semua hampir tiarap. 80 persen daripada industri hampir bertiarap semuanya,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (7/7/2021).
Namun, dia mengatakan, industri tetap mendukung keputusan pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 20 Juli mendatang.
Baca Juga: Menko Airlangga Pede Ekonomi Tumbuh 7%
 
&amp;ldquo;Pada PPKM Darurat, ini kalau saya pribadi dan juga industri tentunya kita siap untuk ikuti apa yang sedang dijalankan oleh pemerintah yang harus kita dukung oleh industri pariwisata,&amp;rdquo; kata Didin.
Sementara itu, Didin mengakui, sejak pertengahan tahun  2020 lalu, industri pariwisata terutama menengah ke bawah memang banyak  melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut terjadi, karena  industri tidak sanggup untuk menanggung beban.
&amp;ldquo;Dari pertengahan tahun lalu memang akibatnya yang terjadi adalah ada  PHK. Ada pegawai-pegawai kontrak yang mungkin dilepas, kemudian pegawai  tetap masih bisa dipertahankan dan lama-lama industri tidak sanggup  lagi untuk menanggung beban tersebut. Sehingga, banyak yang lay off, apa  boleh buat harus terjadi,&amp;rdquo; ucap dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 menekan sejumlah sektor bisnis dan industri di Indonesia. Salah satunya adalah sektor pariwisata dan juga bisnis penunjangnya. Di mana, kebijakan PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali dinilai semakin memperpanjang masa sulit bisnis pariwisata.
Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia), Didin Junaedi, menilai, industri pariwisata adalah sektor yang sangat terdampak dari adanya pandemi Covid-19. Sebab, hampir seluruh dari industri pariwisata terpuruk.
Baca Juga: Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 3,7%-4,5% Tahun Ini
 
&amp;ldquo;Yang terdampak sangat besar adalah industri pariwisata dalam pandemi ini. Sudah hampir 1,5 tahun ya, jadi kita memang semua hampir tiarap. 80 persen daripada industri hampir bertiarap semuanya,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (7/7/2021).
Namun, dia mengatakan, industri tetap mendukung keputusan pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 20 Juli mendatang.
Baca Juga: Menko Airlangga Pede Ekonomi Tumbuh 7%
 
&amp;ldquo;Pada PPKM Darurat, ini kalau saya pribadi dan juga industri tentunya kita siap untuk ikuti apa yang sedang dijalankan oleh pemerintah yang harus kita dukung oleh industri pariwisata,&amp;rdquo; kata Didin.
Sementara itu, Didin mengakui, sejak pertengahan tahun  2020 lalu, industri pariwisata terutama menengah ke bawah memang banyak  melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut terjadi, karena  industri tidak sanggup untuk menanggung beban.
&amp;ldquo;Dari pertengahan tahun lalu memang akibatnya yang terjadi adalah ada  PHK. Ada pegawai-pegawai kontrak yang mungkin dilepas, kemudian pegawai  tetap masih bisa dipertahankan dan lama-lama industri tidak sanggup  lagi untuk menanggung beban tersebut. Sehingga, banyak yang lay off, apa  boleh buat harus terjadi,&amp;rdquo; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
