<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wahyu Raup Cuan, Penjual Obat Herbal Anti Covid-19 Laris Manis</title><description>Penjual obat herbal anti Covid-19 laris manis. Penjualan obat yang  dibuat Wahyu ini laku terbukti dari permintaan yang semakin banyak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/455/2437110/wahyu-raup-cuan-penjual-obat-herbal-anti-covid-19-laris-manis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/455/2437110/wahyu-raup-cuan-penjual-obat-herbal-anti-covid-19-laris-manis"/><item><title>Wahyu Raup Cuan, Penjual Obat Herbal Anti Covid-19 Laris Manis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/455/2437110/wahyu-raup-cuan-penjual-obat-herbal-anti-covid-19-laris-manis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/07/455/2437110/wahyu-raup-cuan-penjual-obat-herbal-anti-covid-19-laris-manis</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/455/2437110/wahyu-raup-cuan-penjual-obat-herbal-anti-covid-19-laris-manis-NzZNpfyxu5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jamu (Foto: Indoindian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/455/2437110/wahyu-raup-cuan-penjual-obat-herbal-anti-covid-19-laris-manis-NzZNpfyxu5.jpg</image><title>Jamu (Foto: Indoindian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penjual obat herbal anti Covid-19 laris manis. Penjualan obat yang dibuat Wahyu ini laku terbukti dari permintaan yang semakin banyak.
Wahyu mengemukakan usahanya ini sudah digeluti sejak lama. Ia memang konsentrasi untuk budi daya tanaman herbal dan kini membuat berbagai obat herbal. Bahkan, saat pandemi COVID-19, permintaan jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh semakin naik.
Baca Juga: Polda Metro Klaim Kepadatan di Titik Penyekatan PPKM Darurat Menurun
 
&quot;Kebetulan ada peneliti dari Unair (Universitas Airlangga) Surabaya. Ada dosen yang pesan dan minta diracikkan dan kami juga izin untuk menggunakan dan disetujui, jadi kami wartakan juga ke masyarakat,&quot; kata Wahyu ditemui di lokasi membuat obat herbal Kebun Tanaman Obat &quot;Wahyu Alam&quot; dilansir dari Antara, Rabu (7/7/2021).
Dia mengatakan, ramuan herbal yang digunakan untuk meningkatkan imun guna mencegah COVID-19 antara lain kayu manis, serai hitam, kunyit segar, jahe segar, temulawak segar, serta gingseng.
Baca Juga: Zulhas: Persoalan Covid-19 Bukan Masalah Pemerintah Saja, tapi Juga Dunia

Seluruh bahan diblender menjadi satu. Campuran air untuk membantu memblender dari rebusan kayu manis. Setelah semua hancur, disaring lalu dimasak di atas kompor dengan api kecil. Saat dimasak, dicampur dengan gula pasir, sehingga nantinya menjadi kristal.
Ia mengatakan, dari hasil racikan itu, dosen peneliti juga memberikan masukan bahwa hasil racikan itu mampu meningkatkan imun tubuh.
Sejak awal pandemi COVID-19 hingga sekarang, Wahyu mengatakan banyak warga yang memesan hasil racikan obat herbal tersebut. Bahkan, dari warga yang memesan ada yang mengatakan yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19, dalam waktu 2-3 hari sudah negatif COVID-19.Wahyu menambahkan ramuan tersebut dianjurkan diseduh setiap hari dua  kali. Satu sendok obat herbal itu dicampur dengan air hangat lalu  diminum.
&quot;Ini diminum setiap pagi dan sore hari. Kalau yang sakit tertentu  tidak ada masalah, karena racikan ini juga menghangatkan tubuh, untuk  COVID-19, batuk, menambah daya tahan tubuh, mengurangi kelelahan. Ini  juga menangkal virus,&quot; ujar dia.
Ia mengungkapkan setiap hari membuat racikan obat herbal termasuk obat herbal untuk meningkatkan imun demi menangkis COVID-19.
Ia mengaku, dengan dibantu lima orang karyawan, setiap hari rata-rata  membuat hingga 15 kilogram sehingga dalam satu bulan, kurang lebih  hampir 1 kuintal obat herbal dibuat sesuai permintaan pembeli dari  berbagai daerah di Indonesia.
&quot;Pesanan dari mulut ke mulut. Orang datang ke sini (pesan) atau kami  kirim ke luar kota. Juga dikirim ke luar provinsi,&quot; ujar dia.
Menurut dia, obat herbal itu mampu bertahan hingga empat bulan dan  menggunakan bahan baku berkualitas dari ladang yang dipersiapkan secara  khusus.
Pihaknya kerja sama dengan petani untuk budi daya tanaman herbal  dengan luasan puluhan hektare di area Gunung Kelud (1.731 meter di atas  permukaan laut) di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri serta ladang di  Kabupaten Blitar.
&quot;Untuk bahan tidak ada kesulitan, karena tanam sendiri. Ginseng merah  juga tanam sendiri, serai hitam juga. Ada dua kebun di tempat kami, di  Gunung Kelud dan wisata toga bumi Blitar,&quot; kata dia.
Ia juga beberapa kali diundang dinas kesehatan terkait dengan tanaman  herbal. Untuk itu, dirinya berharap masyarakat juga memanfaatkan obat  herbal untuk berbagai macam sakit dan tidak selalu menggunakan obat  kimia, karena kandungan yang dipastikan aman untuk tubuh.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penjual obat herbal anti Covid-19 laris manis. Penjualan obat yang dibuat Wahyu ini laku terbukti dari permintaan yang semakin banyak.
Wahyu mengemukakan usahanya ini sudah digeluti sejak lama. Ia memang konsentrasi untuk budi daya tanaman herbal dan kini membuat berbagai obat herbal. Bahkan, saat pandemi COVID-19, permintaan jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh semakin naik.
Baca Juga: Polda Metro Klaim Kepadatan di Titik Penyekatan PPKM Darurat Menurun
 
&quot;Kebetulan ada peneliti dari Unair (Universitas Airlangga) Surabaya. Ada dosen yang pesan dan minta diracikkan dan kami juga izin untuk menggunakan dan disetujui, jadi kami wartakan juga ke masyarakat,&quot; kata Wahyu ditemui di lokasi membuat obat herbal Kebun Tanaman Obat &quot;Wahyu Alam&quot; dilansir dari Antara, Rabu (7/7/2021).
Dia mengatakan, ramuan herbal yang digunakan untuk meningkatkan imun guna mencegah COVID-19 antara lain kayu manis, serai hitam, kunyit segar, jahe segar, temulawak segar, serta gingseng.
Baca Juga: Zulhas: Persoalan Covid-19 Bukan Masalah Pemerintah Saja, tapi Juga Dunia

Seluruh bahan diblender menjadi satu. Campuran air untuk membantu memblender dari rebusan kayu manis. Setelah semua hancur, disaring lalu dimasak di atas kompor dengan api kecil. Saat dimasak, dicampur dengan gula pasir, sehingga nantinya menjadi kristal.
Ia mengatakan, dari hasil racikan itu, dosen peneliti juga memberikan masukan bahwa hasil racikan itu mampu meningkatkan imun tubuh.
Sejak awal pandemi COVID-19 hingga sekarang, Wahyu mengatakan banyak warga yang memesan hasil racikan obat herbal tersebut. Bahkan, dari warga yang memesan ada yang mengatakan yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19, dalam waktu 2-3 hari sudah negatif COVID-19.Wahyu menambahkan ramuan tersebut dianjurkan diseduh setiap hari dua  kali. Satu sendok obat herbal itu dicampur dengan air hangat lalu  diminum.
&quot;Ini diminum setiap pagi dan sore hari. Kalau yang sakit tertentu  tidak ada masalah, karena racikan ini juga menghangatkan tubuh, untuk  COVID-19, batuk, menambah daya tahan tubuh, mengurangi kelelahan. Ini  juga menangkal virus,&quot; ujar dia.
Ia mengungkapkan setiap hari membuat racikan obat herbal termasuk obat herbal untuk meningkatkan imun demi menangkis COVID-19.
Ia mengaku, dengan dibantu lima orang karyawan, setiap hari rata-rata  membuat hingga 15 kilogram sehingga dalam satu bulan, kurang lebih  hampir 1 kuintal obat herbal dibuat sesuai permintaan pembeli dari  berbagai daerah di Indonesia.
&quot;Pesanan dari mulut ke mulut. Orang datang ke sini (pesan) atau kami  kirim ke luar kota. Juga dikirim ke luar provinsi,&quot; ujar dia.
Menurut dia, obat herbal itu mampu bertahan hingga empat bulan dan  menggunakan bahan baku berkualitas dari ladang yang dipersiapkan secara  khusus.
Pihaknya kerja sama dengan petani untuk budi daya tanaman herbal  dengan luasan puluhan hektare di area Gunung Kelud (1.731 meter di atas  permukaan laut) di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri serta ladang di  Kabupaten Blitar.
&quot;Untuk bahan tidak ada kesulitan, karena tanam sendiri. Ginseng merah  juga tanam sendiri, serai hitam juga. Ada dua kebun di tempat kami, di  Gunung Kelud dan wisata toga bumi Blitar,&quot; kata dia.
Ia juga beberapa kali diundang dinas kesehatan terkait dengan tanaman  herbal. Untuk itu, dirinya berharap masyarakat juga memanfaatkan obat  herbal untuk berbagai macam sakit dan tidak selalu menggunakan obat  kimia, karena kandungan yang dipastikan aman untuk tubuh.</content:encoded></item></channel></rss>
