<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Topang Ekonomi, Pencairan Bansos Jangan Lama-Lama Ya</title><description>Pencairan bansos saat PPKM darurat harus dipercepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437429/konsumsi-topang-ekonomi-pencairan-bansos-jangan-lama-lama-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437429/konsumsi-topang-ekonomi-pencairan-bansos-jangan-lama-lama-ya"/><item><title>Konsumsi Topang Ekonomi, Pencairan Bansos Jangan Lama-Lama Ya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437429/konsumsi-topang-ekonomi-pencairan-bansos-jangan-lama-lama-ya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437429/konsumsi-topang-ekonomi-pencairan-bansos-jangan-lama-lama-ya</guid><pubDate>Kamis 08 Juli 2021 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/08/320/2437429/konsumsi-topang-ekonomi-pencairan-bansos-jangan-lama-lama-ya-BIOLFvO06Y.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bansos (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/08/320/2437429/konsumsi-topang-ekonomi-pencairan-bansos-jangan-lama-lama-ya-BIOLFvO06Y.jpeg</image><title>Bansos (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pencairan bansos saat PPKM darurat harus dipercepat. Selain cepat, bansos juga harus tepat sasaran. Sebab, bansos salah satu stimulus untuk meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Telisa Falianty mengatakan, pihaknya sudah melakukan skenario konsumsi sebagai penopang ekonomi.

&quot;Karena konsumsi salah satu penopang ekonomi, jadi kami sudah melakukan simulasi,&quot; ujar Ekonom UI, Telisa Falianty dalam program Market Review IDX Channel, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bansos Tunai Cair, Netizen Singgung Pencairan Lewat Bank DKI&amp;nbsp;
Dia menjelaskan bahwa sisi konsumsi yang menjadi dampak ada dua yaitu makanan dan non makanan. Dengan adanya pandemi, makanan adalah kebutuhan pokok dan jelas memiliki dampak pengurangan.

Ketidaktepatan sasaran dalam distribusi bantuan sosial misalnya, kata Telisa membuat masyarakat tidak menerima manfaat yang seharusnya.

Masyarakat juga banyak yang belum mempunyai identitas atau memang urbanisasi kerap tak mendapat bansos.

&quot;Istilahnya kita memang tidak terlalu lama menerapkan bansos, kuncinya adalah perbaikan data kependudukan DTKS,&quot; katanya.

Maka itu Ekonom UI tersebut mengusulkan adanya NIK atau banyak penduduk yang belum punya identitas itu diperbaiki agar tepat sasaran dengan kerja sama RT atau RW setempat.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pencairan bansos saat PPKM darurat harus dipercepat. Selain cepat, bansos juga harus tepat sasaran. Sebab, bansos salah satu stimulus untuk meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Telisa Falianty mengatakan, pihaknya sudah melakukan skenario konsumsi sebagai penopang ekonomi.

&quot;Karena konsumsi salah satu penopang ekonomi, jadi kami sudah melakukan simulasi,&quot; ujar Ekonom UI, Telisa Falianty dalam program Market Review IDX Channel, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bansos Tunai Cair, Netizen Singgung Pencairan Lewat Bank DKI&amp;nbsp;
Dia menjelaskan bahwa sisi konsumsi yang menjadi dampak ada dua yaitu makanan dan non makanan. Dengan adanya pandemi, makanan adalah kebutuhan pokok dan jelas memiliki dampak pengurangan.

Ketidaktepatan sasaran dalam distribusi bantuan sosial misalnya, kata Telisa membuat masyarakat tidak menerima manfaat yang seharusnya.

Masyarakat juga banyak yang belum mempunyai identitas atau memang urbanisasi kerap tak mendapat bansos.

&quot;Istilahnya kita memang tidak terlalu lama menerapkan bansos, kuncinya adalah perbaikan data kependudukan DTKS,&quot; katanya.

Maka itu Ekonom UI tersebut mengusulkan adanya NIK atau banyak penduduk yang belum punya identitas itu diperbaiki agar tepat sasaran dengan kerja sama RT atau RW setempat.
</content:encoded></item></channel></rss>
