<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Sekuat Tenaga Tagih Dividen BUMN Rp35 Triliun</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan dividen 2021 mencapai Rp30 triliun-Rp35 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437758/erick-thohir-sekuat-tenaga-tagih-dividen-bumn-rp35-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437758/erick-thohir-sekuat-tenaga-tagih-dividen-bumn-rp35-triliun"/><item><title>Erick Thohir Sekuat Tenaga Tagih Dividen BUMN Rp35 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437758/erick-thohir-sekuat-tenaga-tagih-dividen-bumn-rp35-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/08/320/2437758/erick-thohir-sekuat-tenaga-tagih-dividen-bumn-rp35-triliun</guid><pubDate>Kamis 08 Juli 2021 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/08/320/2437758/erick-thohir-sekuat-tenaga-tagih-dividen-bumn-rp35-triliun-IcR2pi9zRY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/08/320/2437758/erick-thohir-sekuat-tenaga-tagih-dividen-bumn-rp35-triliun-IcR2pi9zRY.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan dividen 2021 mencapai Rp30 triliun-Rp35 triliun, meski 90% keuangan perusahaan pelat merah tengah menurun drastis. Target tersebut lebih rendah dari proyeksi semula yakni Rp40 triliun.
&quot;Tahun ini Insya Allah peningkatan Rp30-Rp35 triliun, ini belum fix,&quot; ujar Erick Thohir, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;DPR Minta Keuangan BUMN Disehatkan, Bisa Pak Erick Thohir?
Sementara proyeksi dividen BUMN pada 2022 mencapai Rp40 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun ini.
Dalam rapat kerja bersama  Komisi VI DPR, Erick mengutarakan, target itu di luar dari penugasan pemerintah kepada BUMN.  Karena itu, pihaknya dan manajemen perseroan akan bekerja keras untuk mencapai proyeksi atas kontribusi BUMN kepada negara tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Ajukan Anggaran Rp106 Triliun untuk BUMN
&quot;Kami berupaya sekuat tenaga, tentu dengan kondisi Covid-19 ini, tentu kita akan memberikan dividen pada tahun depan (2022) sama dengan tahun sebelumnya yaitu Rp40 triliun atau periode sebelum diberikan penugasan,&quot; katanya.
Erick menyebut, peran penting BUMN adalah berkontribusi kepada negara melalui dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Meski begitu, dia menilai kontribusi perseroan belum berjalan lurus dengan pendanaan yang diterima dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).Di mana, nilai PMN yang diberikan jauh lebih kecil daripada kontribusi yang diberikan BUMN kepada negara. Padahal, sejumlah BUMN tengah menjalankan proyek penugasan. Dia menekan pun menekan, PMN merupakan instrumen yang dibutuhkan BUMN dalam menjalankan penugasan tersebut.
&quot;Kalau kita lihat, dalam 10 tahun terakhir, BUMN berkontribusi sebesar Rp3.295 triliun yang terdiri atas pajak sebesar Rp1.872 triliun, PNBP sebesar Rp1.035 triliun, dan dividen sebesar Rp388 triliun. Kita bandingkan dengan PMN yang diberikan adalah empat persen atau Rp147 triliun dari 2011-2020,&quot; katanya.
Saat ini, kata Erick, suntikan PMN dan dividen periode 2020-2024 justru relatif seimbang. Untuk periode 2021-2022 PMN yang diusulkan mencapai mencapai Rp106 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari PMN Tambahan 2021 senilai Rp33,9 triliun dan PMN baru 2022 sebesar Rp72,449 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan dividen 2021 mencapai Rp30 triliun-Rp35 triliun, meski 90% keuangan perusahaan pelat merah tengah menurun drastis. Target tersebut lebih rendah dari proyeksi semula yakni Rp40 triliun.
&quot;Tahun ini Insya Allah peningkatan Rp30-Rp35 triliun, ini belum fix,&quot; ujar Erick Thohir, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;DPR Minta Keuangan BUMN Disehatkan, Bisa Pak Erick Thohir?
Sementara proyeksi dividen BUMN pada 2022 mencapai Rp40 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun ini.
Dalam rapat kerja bersama  Komisi VI DPR, Erick mengutarakan, target itu di luar dari penugasan pemerintah kepada BUMN.  Karena itu, pihaknya dan manajemen perseroan akan bekerja keras untuk mencapai proyeksi atas kontribusi BUMN kepada negara tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Ajukan Anggaran Rp106 Triliun untuk BUMN
&quot;Kami berupaya sekuat tenaga, tentu dengan kondisi Covid-19 ini, tentu kita akan memberikan dividen pada tahun depan (2022) sama dengan tahun sebelumnya yaitu Rp40 triliun atau periode sebelum diberikan penugasan,&quot; katanya.
Erick menyebut, peran penting BUMN adalah berkontribusi kepada negara melalui dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Meski begitu, dia menilai kontribusi perseroan belum berjalan lurus dengan pendanaan yang diterima dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).Di mana, nilai PMN yang diberikan jauh lebih kecil daripada kontribusi yang diberikan BUMN kepada negara. Padahal, sejumlah BUMN tengah menjalankan proyek penugasan. Dia menekan pun menekan, PMN merupakan instrumen yang dibutuhkan BUMN dalam menjalankan penugasan tersebut.
&quot;Kalau kita lihat, dalam 10 tahun terakhir, BUMN berkontribusi sebesar Rp3.295 triliun yang terdiri atas pajak sebesar Rp1.872 triliun, PNBP sebesar Rp1.035 triliun, dan dividen sebesar Rp388 triliun. Kita bandingkan dengan PMN yang diberikan adalah empat persen atau Rp147 triliun dari 2011-2020,&quot; katanya.
Saat ini, kata Erick, suntikan PMN dan dividen periode 2020-2024 justru relatif seimbang. Untuk periode 2021-2022 PMN yang diusulkan mencapai mencapai Rp106 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari PMN Tambahan 2021 senilai Rp33,9 triliun dan PMN baru 2022 sebesar Rp72,449 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
