<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perdagangan Perdana, Begini Nasib Saham Pemilik Tambang Nikel BCL-Raisa</title><description>Harga saham PT PAM Mineral Tbk mengalami kenaikan pada perdagangan perdana.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/278/2438252/perdagangan-perdana-begini-nasib-saham-pemilik-tambang-nikel-bcl-raisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/278/2438252/perdagangan-perdana-begini-nasib-saham-pemilik-tambang-nikel-bcl-raisa"/><item><title>Perdagangan Perdana, Begini Nasib Saham Pemilik Tambang Nikel BCL-Raisa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/278/2438252/perdagangan-perdana-begini-nasib-saham-pemilik-tambang-nikel-bcl-raisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/278/2438252/perdagangan-perdana-begini-nasib-saham-pemilik-tambang-nikel-bcl-raisa</guid><pubDate>Jum'at 09 Juli 2021 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/09/278/2438252/perdagangan-perdana-begini-nasib-saham-pemilik-tambang-nikel-bcl-raisa-JwtsZ0ByOT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/09/278/2438252/perdagangan-perdana-begini-nasib-saham-pemilik-tambang-nikel-bcl-raisa-JwtsZ0ByOT.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Harga saham PT PAM Mineral Tbk mengalami kenaikan pada perdagangan perdana. Harga saham NICL ini meningkat 35% atau menembus auto reject atas (ARA).
Dilihat melalui RTI, saham NICL mengalami kenaikan sebesar Rp35 atau 35,00% ke Rp135 per lembar pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: Saham Pemilik Tambang Nikel Raisa, BCL dan Syahrini Tembus ARA
 
Frekuensi perdagangan saham NICL mencapai 13 kali dengan 236.200 lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp31,89 juta. Price Earning Ratio (PER) -92,73 dan market cap sebesar Rp1,30 triliun.
Adapun, Perseroan melepas sejumlah 2 miliar saham kepada publik atau setara dengan 20,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan, dengan harga Rp100 per saham. Perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi (Underwriter).
Baca Juga: Melantai di BEI, Pemilik Tambang Nikel Raisa-BCL Incar Peluang Bisnis Mobil Listrik
Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp200 miliar, dimana dana yang diraih Perseroan dari IPO ini setelah dikurangi biaya emisi, utamanya sekitar Rp72 miliar akan dipergunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan anak perusahaan, IBM, yakni sebesar 30% untuk eksplorasi penambahan cadangan bijih nikel di area blok kerja perseroan.Blok kerja tersebut antara lain blok yang diberi nama BCL, Raisa,  Kartini, Tiara, dan Syahrini dengan total luas sekitar 51 hektare yang  berada di dalam area pertambangan dengan IUP atas nama perseroan di  Morowali, dan sekitar 70% akan dipergunakan oleh Entitas Anak, PT  Indrabakti Mustika (IBM), untuk program eksplorasi lanjutan pengeboran  spasi detail (infill drilling) penambangan cadangan bijih nikel di area  blok kerja Kolaka Cendana, Longori, Silae, Komia, Kuma, Kondole dengan  total luas 183 hektare di Konawe Utara. Kedua pengembangan usaha itu  direncanakan dimulai pada paruh kedua 2021.
Sementara itu, sisanya akan digunakan sebagai modal kerja (working  capital) untuk operasional perseroan, anak perusahaan, IBM, yakni  sebesar 72% untuk modal kerja untuk operasional Perseroan dan sebesar  28% untuk modal kerja untuk operasional Entitas Anak, IBM. Biaya  operasional tersebut di antaranya seperti biaya kontraktor, biaya QAQC,  biaya pengapalan, dan biaya operasional lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga saham PT PAM Mineral Tbk mengalami kenaikan pada perdagangan perdana. Harga saham NICL ini meningkat 35% atau menembus auto reject atas (ARA).
Dilihat melalui RTI, saham NICL mengalami kenaikan sebesar Rp35 atau 35,00% ke Rp135 per lembar pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: Saham Pemilik Tambang Nikel Raisa, BCL dan Syahrini Tembus ARA
 
Frekuensi perdagangan saham NICL mencapai 13 kali dengan 236.200 lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp31,89 juta. Price Earning Ratio (PER) -92,73 dan market cap sebesar Rp1,30 triliun.
Adapun, Perseroan melepas sejumlah 2 miliar saham kepada publik atau setara dengan 20,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan, dengan harga Rp100 per saham. Perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi (Underwriter).
Baca Juga: Melantai di BEI, Pemilik Tambang Nikel Raisa-BCL Incar Peluang Bisnis Mobil Listrik
Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp200 miliar, dimana dana yang diraih Perseroan dari IPO ini setelah dikurangi biaya emisi, utamanya sekitar Rp72 miliar akan dipergunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan anak perusahaan, IBM, yakni sebesar 30% untuk eksplorasi penambahan cadangan bijih nikel di area blok kerja perseroan.Blok kerja tersebut antara lain blok yang diberi nama BCL, Raisa,  Kartini, Tiara, dan Syahrini dengan total luas sekitar 51 hektare yang  berada di dalam area pertambangan dengan IUP atas nama perseroan di  Morowali, dan sekitar 70% akan dipergunakan oleh Entitas Anak, PT  Indrabakti Mustika (IBM), untuk program eksplorasi lanjutan pengeboran  spasi detail (infill drilling) penambangan cadangan bijih nikel di area  blok kerja Kolaka Cendana, Longori, Silae, Komia, Kuma, Kondole dengan  total luas 183 hektare di Konawe Utara. Kedua pengembangan usaha itu  direncanakan dimulai pada paruh kedua 2021.
Sementara itu, sisanya akan digunakan sebagai modal kerja (working  capital) untuk operasional perseroan, anak perusahaan, IBM, yakni  sebesar 72% untuk modal kerja untuk operasional Perseroan dan sebesar  28% untuk modal kerja untuk operasional Entitas Anak, IBM. Biaya  operasional tersebut di antaranya seperti biaya kontraktor, biaya QAQC,  biaya pengapalan, dan biaya operasional lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
