<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM Berorientasi Ekspor Dapat Akses Masuk Pasar Global</title><description>&amp;nbsp;Pelaku UMKM berorientasi ekspor diberikan akses akses pasar melalui global marketplace dan pameran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/455/2438033/umkm-berorientasi-ekspor-dapat-akses-masuk-pasar-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/455/2438033/umkm-berorientasi-ekspor-dapat-akses-masuk-pasar-global"/><item><title>UMKM Berorientasi Ekspor Dapat Akses Masuk Pasar Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/455/2438033/umkm-berorientasi-ekspor-dapat-akses-masuk-pasar-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/09/455/2438033/umkm-berorientasi-ekspor-dapat-akses-masuk-pasar-global</guid><pubDate>Jum'at 09 Juli 2021 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/09/455/2438033/umkm-berorientasi-ekspor-dapat-akses-masuk-pasar-global-zYWImwo3xl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/09/455/2438033/umkm-berorientasi-ekspor-dapat-akses-masuk-pasar-global-zYWImwo3xl.jpg</image><title>UMKM (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM berorientasi ekspor diberikan akses akses pasar melalui global marketplace dan pameran. Akses diberikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melalui program Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang diselenggarakan secara serentak di tiga kota besar di Indonesia yaitu Medan, Surakarta, dan Denpasar.
Baca Juga: Sabar Ya! BLT UMKM Cair Sebentar Lagi
 
Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mengatakan, kegiatan CPNE tahap pertama pada 2021 sebelumnya telah diselenggarakan di ketiga kota tersebut sejak Maret hingga Juni 2021. Dalam pelatihan kedua yang dilakukan secara virtual tersebut, diikuti oleh hampir 100 orang pelaku usaha dari berbagai sektor.
&quot;Pelatihan tahap kedua ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang akan diberikan selama satu tahun mendatang dan diharapkan dapat mencetak eksportir-eksportir yang handal dan terampil sehingga mampu bersaing di pasar global,&quot; ujar Agus dilansir dari Antara, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga: Andalkan UMKM Go Online, Peluang Besar Indonesia Kembangkan Potensi Ekonomi Digital 
Kegiatan CPNE telah diselenggarakan LPEI sejak 2015 untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UMKM selama satu tahun di wilayah tertentu untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru berkualitas.
Pada pelatihan kali ini LPEI bekerja sama dengan Export Center Surabaya dan Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang dalam memberikan bimbingan pelatihan ekspor termasuk strategi negosiasi ekspor dan strategi pemasaran ekspor.
Tenaga ahli dari Export Center Surabaya sekaligus eksportir yang  telah berpengalaman selama 15 tahun, M. Fernanda Reza hadir sebagai  narasumber modul strategi negosiasi ekspor, sedangkan untuk modul  pelatihan mengenai strategi pemasaran ekspor diberikan oleh Bastia  Turidobroto tenaga ahli dari FTA Center Semarang.
&quot;Para peserta hadir dengan profil produk yang beraneka ragam dan yang  membuat saya terkesan adalah produk-produk tersebut merupakan  produk-produk unggulan daerah,&quot; ujar Fernanda.
Melalui Program CPNE, LPEI membantu membukakan akses pasar melalui  global marketplace dan pameran, baik yang dilakukan secara luring maupun  daring, serta melakukan pengembangan community development melalui  Program Desa Devisa.
Dari kegiatan tersebut LPEI telah memiliki lebih dari 2.200 UKM mitra  binaan, diantaranya 353 produk UKM telah berhasil di-posting di global  marketplace dan menghasilkan 60 eksportir baru, serta mengembangkan dua  Desa Devisa.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM berorientasi ekspor diberikan akses akses pasar melalui global marketplace dan pameran. Akses diberikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melalui program Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang diselenggarakan secara serentak di tiga kota besar di Indonesia yaitu Medan, Surakarta, dan Denpasar.
Baca Juga: Sabar Ya! BLT UMKM Cair Sebentar Lagi
 
Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mengatakan, kegiatan CPNE tahap pertama pada 2021 sebelumnya telah diselenggarakan di ketiga kota tersebut sejak Maret hingga Juni 2021. Dalam pelatihan kedua yang dilakukan secara virtual tersebut, diikuti oleh hampir 100 orang pelaku usaha dari berbagai sektor.
&quot;Pelatihan tahap kedua ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang akan diberikan selama satu tahun mendatang dan diharapkan dapat mencetak eksportir-eksportir yang handal dan terampil sehingga mampu bersaing di pasar global,&quot; ujar Agus dilansir dari Antara, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga: Andalkan UMKM Go Online, Peluang Besar Indonesia Kembangkan Potensi Ekonomi Digital 
Kegiatan CPNE telah diselenggarakan LPEI sejak 2015 untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UMKM selama satu tahun di wilayah tertentu untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru berkualitas.
Pada pelatihan kali ini LPEI bekerja sama dengan Export Center Surabaya dan Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang dalam memberikan bimbingan pelatihan ekspor termasuk strategi negosiasi ekspor dan strategi pemasaran ekspor.
Tenaga ahli dari Export Center Surabaya sekaligus eksportir yang  telah berpengalaman selama 15 tahun, M. Fernanda Reza hadir sebagai  narasumber modul strategi negosiasi ekspor, sedangkan untuk modul  pelatihan mengenai strategi pemasaran ekspor diberikan oleh Bastia  Turidobroto tenaga ahli dari FTA Center Semarang.
&quot;Para peserta hadir dengan profil produk yang beraneka ragam dan yang  membuat saya terkesan adalah produk-produk tersebut merupakan  produk-produk unggulan daerah,&quot; ujar Fernanda.
Melalui Program CPNE, LPEI membantu membukakan akses pasar melalui  global marketplace dan pameran, baik yang dilakukan secara luring maupun  daring, serta melakukan pengembangan community development melalui  Program Desa Devisa.
Dari kegiatan tersebut LPEI telah memiliki lebih dari 2.200 UKM mitra  binaan, diantaranya 353 produk UKM telah berhasil di-posting di global  marketplace dan menghasilkan 60 eksportir baru, serta mengembangkan dua  Desa Devisa.</content:encoded></item></channel></rss>
