<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta IHSG Menguat, 'Kebal' Corona di Tengah PPKM Darurat</title><description>IHSG bergerak menguat pada perdagangan sepekan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/11/278/2438643/6-fakta-ihsg-menguat-kebal-corona-di-tengah-ppkm-darurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/11/278/2438643/6-fakta-ihsg-menguat-kebal-corona-di-tengah-ppkm-darurat"/><item><title>6 Fakta IHSG Menguat, 'Kebal' Corona di Tengah PPKM Darurat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/11/278/2438643/6-fakta-ihsg-menguat-kebal-corona-di-tengah-ppkm-darurat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/11/278/2438643/6-fakta-ihsg-menguat-kebal-corona-di-tengah-ppkm-darurat</guid><pubDate>Minggu 11 Juli 2021 05:45 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/10/278/2438643/6-fakta-ihsg-menguat-kebal-corona-di-tengah-ppkm-darurat-t89l9YQ28a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">6 Fakta IHSG Menguat ke 6.039 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/10/278/2438643/6-fakta-ihsg-menguat-kebal-corona-di-tengah-ppkm-darurat-t89l9YQ28a.jpg</image><title>6 Fakta IHSG Menguat ke 6.039 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - IHSG bergerak menguat pada perdagangan sepekan. IHSG menguat di tengah PPKM darurat dan lonjakan kasus Covid-19.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 5-9 Juli 2021, memperlihatkan IHSG selama sepekan tercatat kembali ditutup positif.

Berikut fakta-fakta pergerakan IHSG sepekan seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (11/7/2021).


1.  IHSG Sepekan Naik Tipis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan selama sepekan meningkat 0,28 persen menjadi 6.039,844 dari 6.023,008 pada pekan sebelumnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Sepekan Menguat ke 6.039, Transaksi Harian Naik Jadi Rp11,8 Triliun&amp;nbsp;
2. Rata-rata Data IHSG Naik

Senada dengan IHSG, peningkatan selanjutnya terdapat pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa sebesar 3,84 persen menjadi Rp11,802 triliun dari Rp11,365 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, peningkatan terjadi pada rata-rata frekuensi harian Bursa sebesar 3,29 persen menjadi 1.201.900 transaksi dari 1.163.664 transaksi pada penutupan pekan lalu. Lalu, nilai kapitalisasi pasar Bursa meningkat 0,46 persen menjadi Rp7.187,639 triliun dari Rp7.154,948 triliun dari pekan sebelumnya.

Sedangkan data rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan 1,56 persen menjadi 19,044 miliar saham dari 19,346 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

3. Asing Beli Bersih

Pada hari terakhir perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp23,11 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp15,750 triliun. Sementara itu, selama sepekan terdapat tiga pencatatan perdana saham serta masing-masing lima obligasi dan sukuk.

4. Pencatatan Obligasi

Pada Senin (5/7/2021), terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT PP (Persero) Tbk di BEI. Nilai nominal Obligasi yang dicatatkan adalah sebesar Rp1,5 triliun, sedangkan nilai nominal Sukuk yang dicatatakan adalah sebesar Rp500 miliar.

Pada hari, Rabu (7/7/2021), Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap III Tahun 2021 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap III Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Aneka Gas Industri Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Obligasi sebesar Rp238 miliar serta Sukuk sebesar Rp244 miliar.

Lalu, pada Jumat (9/7/2021) Obligasi Berkelanjutan VI Sarana Multigriya Finansial Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Sarana Multigriya Finansial Tahap I Tahun 2021 diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp1,2 triliun dan Rp100 miliar.

Kemudian, Obligasi OKI Pulp &amp;amp; Paper Mills I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah OKI Pulp &amp;amp; Paper Mills I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT OKI Pulp &amp;amp; Paper Mills mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp3 triliun dan Rp1 triliun.

Tidak hanya itu, Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp750 miliar. Lalu, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2 triliun.


5. Pencatatan Saham Perdana

Pada Selasa (6/7/2021) terdapat pencatatan perdana saham PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang merupakan perusahaan tercatat ke-24 di BEI pada tahun 2021. BMHS adalah perusahaan induk dari grup usaha yang bergerak di bidang penyelenggara pelayanan kesehatan. BMHS bergerak pada sektor Healthcare dengan sub sektor Healthcare Equipment &amp;amp; Provider. Adapun Industri dan sub industri BMHS adalah Healthcare Providers.

Lalu pada Kamis (8/7/2021), saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) resmi tercatat pada Papan Akselerasi BEI dan merupakan perusahaan tercatat ke-25 di BEI pada tahun 2021. FLMC memiliki kegiatan usaha utama di bidang produksi tisu basah, kain nonwoven dan produk kesehatan lainnya. FLMC bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Nondurable Household Products. Adapun Industri dan sub industri FLMC adalah Personal Care Products.

Pada akhir pekan, yaitu pada Jumat (9/7/2021), Saham dan Waran PT PAM Mineral Tbk. (NICL) resmi tercatat di Papan Pengembangan BEI. NICL merupakan perusahaan ke-26 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. NICL adalah perusahaan pertambangan nikel yang berdiri sejak 2008. NICL bergerak pada sektor dan sub sektor Basic Materials. Adapun Industri dari NICL adalah Metals &amp;amp; Minerals dengan sub industri Diversified Metals &amp;amp; Minerals.

6. Jumlah Total Emisi Obligasi dan Sukuk

Adapun total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 46 Emisi dari 33 Emiten senilai Rp50,31 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 471 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp427,32 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 150 seri dengan nilai nominal Rp4.290,18 triliun dan 400,00 juta dolar AS juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp6,39 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - IHSG bergerak menguat pada perdagangan sepekan. IHSG menguat di tengah PPKM darurat dan lonjakan kasus Covid-19.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 5-9 Juli 2021, memperlihatkan IHSG selama sepekan tercatat kembali ditutup positif.

Berikut fakta-fakta pergerakan IHSG sepekan seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (11/7/2021).


1.  IHSG Sepekan Naik Tipis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan selama sepekan meningkat 0,28 persen menjadi 6.039,844 dari 6.023,008 pada pekan sebelumnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Sepekan Menguat ke 6.039, Transaksi Harian Naik Jadi Rp11,8 Triliun&amp;nbsp;
2. Rata-rata Data IHSG Naik

Senada dengan IHSG, peningkatan selanjutnya terdapat pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa sebesar 3,84 persen menjadi Rp11,802 triliun dari Rp11,365 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, peningkatan terjadi pada rata-rata frekuensi harian Bursa sebesar 3,29 persen menjadi 1.201.900 transaksi dari 1.163.664 transaksi pada penutupan pekan lalu. Lalu, nilai kapitalisasi pasar Bursa meningkat 0,46 persen menjadi Rp7.187,639 triliun dari Rp7.154,948 triliun dari pekan sebelumnya.

Sedangkan data rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan 1,56 persen menjadi 19,044 miliar saham dari 19,346 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

3. Asing Beli Bersih

Pada hari terakhir perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp23,11 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp15,750 triliun. Sementara itu, selama sepekan terdapat tiga pencatatan perdana saham serta masing-masing lima obligasi dan sukuk.

4. Pencatatan Obligasi

Pada Senin (5/7/2021), terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT PP (Persero) Tbk di BEI. Nilai nominal Obligasi yang dicatatkan adalah sebesar Rp1,5 triliun, sedangkan nilai nominal Sukuk yang dicatatakan adalah sebesar Rp500 miliar.

Pada hari, Rabu (7/7/2021), Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap III Tahun 2021 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap III Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Aneka Gas Industri Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Obligasi sebesar Rp238 miliar serta Sukuk sebesar Rp244 miliar.

Lalu, pada Jumat (9/7/2021) Obligasi Berkelanjutan VI Sarana Multigriya Finansial Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Sarana Multigriya Finansial Tahap I Tahun 2021 diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp1,2 triliun dan Rp100 miliar.

Kemudian, Obligasi OKI Pulp &amp;amp; Paper Mills I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah OKI Pulp &amp;amp; Paper Mills I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT OKI Pulp &amp;amp; Paper Mills mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp3 triliun dan Rp1 triliun.

Tidak hanya itu, Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp750 miliar. Lalu, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2 triliun.


5. Pencatatan Saham Perdana

Pada Selasa (6/7/2021) terdapat pencatatan perdana saham PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang merupakan perusahaan tercatat ke-24 di BEI pada tahun 2021. BMHS adalah perusahaan induk dari grup usaha yang bergerak di bidang penyelenggara pelayanan kesehatan. BMHS bergerak pada sektor Healthcare dengan sub sektor Healthcare Equipment &amp;amp; Provider. Adapun Industri dan sub industri BMHS adalah Healthcare Providers.

Lalu pada Kamis (8/7/2021), saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) resmi tercatat pada Papan Akselerasi BEI dan merupakan perusahaan tercatat ke-25 di BEI pada tahun 2021. FLMC memiliki kegiatan usaha utama di bidang produksi tisu basah, kain nonwoven dan produk kesehatan lainnya. FLMC bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Nondurable Household Products. Adapun Industri dan sub industri FLMC adalah Personal Care Products.

Pada akhir pekan, yaitu pada Jumat (9/7/2021), Saham dan Waran PT PAM Mineral Tbk. (NICL) resmi tercatat di Papan Pengembangan BEI. NICL merupakan perusahaan ke-26 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. NICL adalah perusahaan pertambangan nikel yang berdiri sejak 2008. NICL bergerak pada sektor dan sub sektor Basic Materials. Adapun Industri dari NICL adalah Metals &amp;amp; Minerals dengan sub industri Diversified Metals &amp;amp; Minerals.

6. Jumlah Total Emisi Obligasi dan Sukuk

Adapun total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 46 Emisi dari 33 Emiten senilai Rp50,31 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 471 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp427,32 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 150 seri dengan nilai nominal Rp4.290,18 triliun dan 400,00 juta dolar AS juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp6,39 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
