<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun</title><description>Induk usaha PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Philip Morris International Inc  mengakuisisi Fertin Pharma senilai USD820 juta atau Rp12 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/278/2439318/induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/278/2439318/induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun"/><item><title>Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/278/2439318/induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/278/2439318/induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun</guid><pubDate>Senin 12 Juli 2021 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/12/278/2439318/induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun-GV7Dgm4TeR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Philip Morris Akuisisi Produsen Obat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/12/278/2439318/induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun-GV7Dgm4TeR.jpg</image><title>Philip Morris Akuisisi Produsen Obat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Induk usaha PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Philip Morris International Inc mengakuisisi Fertin Pharma senilai USD820 juta atau Rp12 triliun. Fertin Pharma adalah pengembang dan produsen produk farmasi dan kesehatan dengan keahlian dalam sistem penghantaran obat oral dan intraoral.
Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Covid-19 Bikin Sampoerna Merana
 
Chief Executive Officer Philip Morris, Jacek Olczak dalam siaran persnya, kemarin menjelaskan, akuisisi Fertin Pharma akan menjadi langkah besar menuju masa depan bebas asap.
&quot;Kapabilitas Fertin akan mendukung peningkatan portofolio produk bebas asap Philip, khususnya di kategori modern oral, dan mempercepat transisi kami ke luar produk nikotin,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Sampoerna Raup Laba Bersih Rp3,32 Triliun di Tengah Covid-19
 
Menurut Jacek, Philip Morris dan Fertin memiliki komitmen sama pada pendekatan ilmiah dan fokus pada konsumen dalam meningkatkan kualitas hidup. Fertin Pharma akan membawa keahlian penghantaran zat aktif secara oral seperti melalui kantong (pouch), permen karet (gum), tablet yang dapat dicairkan, dan lainnya. Fertin Pharma juga berpengalaman menerapkan sistem tersebut untuk penghantaran nikotin dan merupakan produsen terdepan dalam bidang terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy).
Fertin Pharma adalah perusahaan manufaktur dan pengembangan berbasis  kontrak (CDMO) swasta berbasis di Denmark, India, dan Kanada. Perusahaan  ini sebelumnya dimiliki oleh perusahaan investasi global EQT dan  Bagger-S&amp;oslash;rensen &amp;amp; Co. Pada 2020, Fertin Pharma mencetak pendapatan  bersih sekitar USD160 juta atau Rp2,3 triliun. Nilai transaksi  mencerminkan sekitar 15 kali dari EBITDA Fertin Pharma pada 2020.
Melalui akuisisi Fertin Pharma, Philip Morris akan mendapatkan  keahlian substansial dan tenaga ahli termasuk 80 ilmuwan untuk  pengembangan, formulasi, dan riset produk bebas asap. Hal ini dapat  mengakselerasi pertumbuhan di kategori modern oral yang bertumbuh pesat,  serta menawarkan pengalaman yang superior bagi konsumen.</description><content:encoded>JAKARTA - Induk usaha PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Philip Morris International Inc mengakuisisi Fertin Pharma senilai USD820 juta atau Rp12 triliun. Fertin Pharma adalah pengembang dan produsen produk farmasi dan kesehatan dengan keahlian dalam sistem penghantaran obat oral dan intraoral.
Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Covid-19 Bikin Sampoerna Merana
 
Chief Executive Officer Philip Morris, Jacek Olczak dalam siaran persnya, kemarin menjelaskan, akuisisi Fertin Pharma akan menjadi langkah besar menuju masa depan bebas asap.
&quot;Kapabilitas Fertin akan mendukung peningkatan portofolio produk bebas asap Philip, khususnya di kategori modern oral, dan mempercepat transisi kami ke luar produk nikotin,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Sampoerna Raup Laba Bersih Rp3,32 Triliun di Tengah Covid-19
 
Menurut Jacek, Philip Morris dan Fertin memiliki komitmen sama pada pendekatan ilmiah dan fokus pada konsumen dalam meningkatkan kualitas hidup. Fertin Pharma akan membawa keahlian penghantaran zat aktif secara oral seperti melalui kantong (pouch), permen karet (gum), tablet yang dapat dicairkan, dan lainnya. Fertin Pharma juga berpengalaman menerapkan sistem tersebut untuk penghantaran nikotin dan merupakan produsen terdepan dalam bidang terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy).
Fertin Pharma adalah perusahaan manufaktur dan pengembangan berbasis  kontrak (CDMO) swasta berbasis di Denmark, India, dan Kanada. Perusahaan  ini sebelumnya dimiliki oleh perusahaan investasi global EQT dan  Bagger-S&amp;oslash;rensen &amp;amp; Co. Pada 2020, Fertin Pharma mencetak pendapatan  bersih sekitar USD160 juta atau Rp2,3 triliun. Nilai transaksi  mencerminkan sekitar 15 kali dari EBITDA Fertin Pharma pada 2020.
Melalui akuisisi Fertin Pharma, Philip Morris akan mendapatkan  keahlian substansial dan tenaga ahli termasuk 80 ilmuwan untuk  pengembangan, formulasi, dan riset produk bebas asap. Hal ini dapat  mengakselerasi pertumbuhan di kategori modern oral yang bertumbuh pesat,  serta menawarkan pengalaman yang superior bagi konsumen.</content:encoded></item></channel></rss>
