<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Prediksi Belanja Pemerintah Habiskan Rp1.929 Triliun Akhir 2021</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi realisasi belanja  pemerintah pusat hingga akhir 2021 akan mencapai Rp1.929,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439352/sri-mulyani-prediksi-belanja-pemerintah-habiskan-rp1-929-triliun-akhir-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439352/sri-mulyani-prediksi-belanja-pemerintah-habiskan-rp1-929-triliun-akhir-2021"/><item><title>Sri Mulyani Prediksi Belanja Pemerintah Habiskan Rp1.929 Triliun Akhir 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439352/sri-mulyani-prediksi-belanja-pemerintah-habiskan-rp1-929-triliun-akhir-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439352/sri-mulyani-prediksi-belanja-pemerintah-habiskan-rp1-929-triliun-akhir-2021</guid><pubDate>Senin 12 Juli 2021 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439352/sri-mulyani-prediksi-belanja-pemerintah-habiskan-rp1-929-triliun-akhir-2021-rU2beQg4Fi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN 2021 (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439352/sri-mulyani-prediksi-belanja-pemerintah-habiskan-rp1-929-triliun-akhir-2021-rU2beQg4Fi.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN 2021 (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir 2021 akan mencapai Rp1.929,6 triliun. Jumlah tersebut setara 98,2% dari pagu Rp1.954,5 triliun.
&quot;Sampai semester II kita perkirakan 98,2% dari pagu akan terpakai atau Rp1.929,6 triliun,&quot; katanya dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Mau Terapkan Pajak Karbon, Pengusaha Beri 3 Catatan
 
Sri Mulyani menuturkan perkiraan tersebut tumbuh empat% dari realisasi belanja pemerintah pusat tahun lalu yang hanya 92,8% dari pagu Rp1.975,2 triliun yakni Rp1.833 triliun.
&quot;Ini lebih baik dari sisi%tase dan secara nominal,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Reformasi Pajak, Sri Mulyani: APBN Punya Daya Batas
 
Menurut Sri Mulyani, realisasi belanja pemerintah pusat akan sangat bergantung pada kesiapan kementerian/lembaga (K/L) dalam mendorong belanjanya.
Dia menjelaskan kesiapan K/L dalam melanjutkan atau menyelesaikan program dan kegiatan yang sudah direncanakan pada semester II akan berimplikasi terhadap tercapainya perkiraan tersebut.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani meminta bagi K/L yang tidak mampu  merealisasikan anggaran belanja atau mengalami kesulitan dalam eksekusi  agar mengalokasikannya untuk penanganan COVID-19.
Sementara itu, Sri Mulyani memperkirakan untuk realisasi TKDD tahun  ini akan mencapai Rp770 triliun dari Rp795 triliun atau 96,9%.
Ia menegaskan penyaluran TKDD terutama DAK fisik, DAK nonfisik, dan  dana desa sangat dipengaruhi oleh kinerja daerah dalam memenuhi  persyaratan penyalurannya.
&quot;Pada semester I ada kesulitan dan ini memberikan sinyal kepada kita mengenai kapasitas daerah-daerah,&quot; ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk BLT fesa diperkirakan akan terealisasi 69% dari  total pagu pada tahun ini sehingga diharapkan dapat menjadi bantalan  sosial bagi masyarakat.
&quot;Kita meminta Kementerian Desa melakukan relaksasi dan akselerasi  sehingga dana desa betul-betul bisa membantu masyarakat desa,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir 2021 akan mencapai Rp1.929,6 triliun. Jumlah tersebut setara 98,2% dari pagu Rp1.954,5 triliun.
&quot;Sampai semester II kita perkirakan 98,2% dari pagu akan terpakai atau Rp1.929,6 triliun,&quot; katanya dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Mau Terapkan Pajak Karbon, Pengusaha Beri 3 Catatan
 
Sri Mulyani menuturkan perkiraan tersebut tumbuh empat% dari realisasi belanja pemerintah pusat tahun lalu yang hanya 92,8% dari pagu Rp1.975,2 triliun yakni Rp1.833 triliun.
&quot;Ini lebih baik dari sisi%tase dan secara nominal,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Reformasi Pajak, Sri Mulyani: APBN Punya Daya Batas
 
Menurut Sri Mulyani, realisasi belanja pemerintah pusat akan sangat bergantung pada kesiapan kementerian/lembaga (K/L) dalam mendorong belanjanya.
Dia menjelaskan kesiapan K/L dalam melanjutkan atau menyelesaikan program dan kegiatan yang sudah direncanakan pada semester II akan berimplikasi terhadap tercapainya perkiraan tersebut.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani meminta bagi K/L yang tidak mampu  merealisasikan anggaran belanja atau mengalami kesulitan dalam eksekusi  agar mengalokasikannya untuk penanganan COVID-19.
Sementara itu, Sri Mulyani memperkirakan untuk realisasi TKDD tahun  ini akan mencapai Rp770 triliun dari Rp795 triliun atau 96,9%.
Ia menegaskan penyaluran TKDD terutama DAK fisik, DAK nonfisik, dan  dana desa sangat dipengaruhi oleh kinerja daerah dalam memenuhi  persyaratan penyalurannya.
&quot;Pada semester I ada kesulitan dan ini memberikan sinyal kepada kita mengenai kapasitas daerah-daerah,&quot; ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk BLT fesa diperkirakan akan terealisasi 69% dari  total pagu pada tahun ini sehingga diharapkan dapat menjadi bantalan  sosial bagi masyarakat.
&quot;Kita meminta Kementerian Desa melakukan relaksasi dan akselerasi  sehingga dana desa betul-betul bisa membantu masyarakat desa,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
