<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah Baru Cair Rp900 Miliar dari Alokasi Rp8,1 Triliun</title><description>Realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah baru mencapai Rp900 miliar di semester I 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439373/insentif-tenaga-kesehatan-di-daerah-baru-cair-rp900-miliar-dari-alokasi-rp8-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439373/insentif-tenaga-kesehatan-di-daerah-baru-cair-rp900-miliar-dari-alokasi-rp8-1-triliun"/><item><title>Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah Baru Cair Rp900 Miliar dari Alokasi Rp8,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439373/insentif-tenaga-kesehatan-di-daerah-baru-cair-rp900-miliar-dari-alokasi-rp8-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439373/insentif-tenaga-kesehatan-di-daerah-baru-cair-rp900-miliar-dari-alokasi-rp8-1-triliun</guid><pubDate>Senin 12 Juli 2021 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439373/insentif-tenaga-kesehatan-di-daerah-baru-cair-rp900-miliar-dari-alokasi-rp8-1-triliun-9em59zQOxI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani soal Insentif Tenaga Kesehatan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439373/insentif-tenaga-kesehatan-di-daerah-baru-cair-rp900-miliar-dari-alokasi-rp8-1-triliun-9em59zQOxI.jpg</image><title>Sri Mulyani soal Insentif Tenaga Kesehatan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah baru mencapai Rp900 miliar di semester I-2021. Rinciannya  ini masih 11,1% dari alokasi insentif nakes daerah sebesar Rp8,1 triliun.

&quot;Memang insentif tenaga kesehatan di daerah masih terkendala,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (12/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Bayar Insentif Rp2,6 Triliun untuk 323.486 Tenaga Kesehatan&amp;nbsp;
Sri Mulyani mengungkapkan, realisasi anggaran dana bagi hasil (DHB) masih jauh dari realisasi.  Untuk anggaran penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) seperti pengadaaan obat dan suplemen serta pengadaan makanan tambahan baru Rp1,7 triliun pada semester I-2021 dari anggaran yang dipatok Rp10,7 triliun

&quot;Ini memang mengalami kendala yang cukup serius Kita akan memberikan solusi kepada daerah,&quot; katanya


Lalu, untuk dukungan operasional vaksinasi, terdapat alokasi anggaran Rp6,5 triliun, dengan realisasi baru Rp400 miliar saja, atau 5,8%.

&quot;Kemudian, alokasi belanja kesehatan lain sebesar Rp8,7 triliun juga baru diserap Rp1,2 triliun atau sekitar 13,4%,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah baru mencapai Rp900 miliar di semester I-2021. Rinciannya  ini masih 11,1% dari alokasi insentif nakes daerah sebesar Rp8,1 triliun.

&quot;Memang insentif tenaga kesehatan di daerah masih terkendala,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (12/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Bayar Insentif Rp2,6 Triliun untuk 323.486 Tenaga Kesehatan&amp;nbsp;
Sri Mulyani mengungkapkan, realisasi anggaran dana bagi hasil (DHB) masih jauh dari realisasi.  Untuk anggaran penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) seperti pengadaaan obat dan suplemen serta pengadaan makanan tambahan baru Rp1,7 triliun pada semester I-2021 dari anggaran yang dipatok Rp10,7 triliun

&quot;Ini memang mengalami kendala yang cukup serius Kita akan memberikan solusi kepada daerah,&quot; katanya


Lalu, untuk dukungan operasional vaksinasi, terdapat alokasi anggaran Rp6,5 triliun, dengan realisasi baru Rp400 miliar saja, atau 5,8%.

&quot;Kemudian, alokasi belanja kesehatan lain sebesar Rp8,7 triliun juga baru diserap Rp1,2 triliun atau sekitar 13,4%,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
