<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi, Sri Mulyani Sunat Anggaran Rp31 Triliun untuk Covid-19</title><description>Sri Mulyani Indrawati akan memfokuskan kembali atau refocusing dan merealokasi anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439447/lagi-sri-mulyani-sunat-anggaran-rp31-triliun-untuk-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439447/lagi-sri-mulyani-sunat-anggaran-rp31-triliun-untuk-covid-19"/><item><title>Lagi, Sri Mulyani Sunat Anggaran Rp31 Triliun untuk Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439447/lagi-sri-mulyani-sunat-anggaran-rp31-triliun-untuk-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439447/lagi-sri-mulyani-sunat-anggaran-rp31-triliun-untuk-covid-19</guid><pubDate>Senin 12 Juli 2021 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439447/lagi-sri-mulyani-sunat-anggaran-rp31-triliun-untuk-covid-19-zFkLHepf9I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN 2021 (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439447/lagi-sri-mulyani-sunat-anggaran-rp31-triliun-untuk-covid-19-zFkLHepf9I.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN 2021 (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memfokuskan kembali atau refocusing dan merealokasi anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp26 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp5 triliun atau total Rp31 triliun untuk menangani pandemi Covid-19.
&quot;Kita sedang mengidentifikasi sekitar Rp26 triliun (dari belanja K/L) plus another Rp5 triliun dari TKDD,&quot; katanya dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Pangkas THR dan Gaji ke-13 PNS Rp12,1 Triliun, Sri Mulyani: Saya Diprotes
 
Sri Mulyani menyatakan upaya refocusing dan realokasi yang merupakan tahap ketiga ini dilakukan karena adanya ancaman COVID-19 varian Delta sehingga membutuhkan penanganan serius.
&quot;Kami akan menyelesaikan dalam bulan-bulan ini tentu dengan melihat perkembangan COVID-19,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah Baru Cair Rp900 Miliar dari Alokasi Rp8,1 Triliun
Ia menjelaskan sebelumnya pemerintah sudah melakukan refocusing dan realokasi tahap pertama yakni pada Februari 2021 dari belanja K/L sebesar Rp59,1 triliun dan TKDD Rp15 triliun.
Kemudian, refocusing dan realokasi tahap kedua dilakukan atas komponen tunjangan kinerja THR serta gaji ke-13 dalam belanja K/L sesuai PP Nomor 63 Tahun 2021 sebesar Rp12,1 triliun.
&quot;Waktu itu, kami diprotes karena mengambil tukin dan nyatanya memang dibutuhkan raykat kita. Dana Rp12,1 triliun kita ambil untuk (menangani) COVID-19,&quot; tegasnya.
Sementara itu, ia mengatakan pemerintah juga telah melakukan  earmarked TKDD sebesar Rp50,1 triliun untuk memperkuat penanganan  pandemi di daerah seperti percepatan vaksinasi dan penebalan  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Dia menjelaskan earmarked TKDD sebesar Rp50,1 triliun meliputi  earmarking 8% DAU/DBH untuk dukungan operasional vaksinasi, inakesda,  PPKM kelurahan dan lain-lain Rp35,1 triliun.
Earmarking 8% DAU/DBH hingga semester I 2021 baru terealisasi Rp4,2  triliun atau 11,9% karena kendala proses perubahan perkada penjabaran  APBD dan permasalahan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
Kemudian, earmarked TKDD juga terdiri atas DID kesehatan Rp5,9  triliun dengan realisasi Rp2,9 triliun atau 50% untuk sarana dan  prasarana serta digitalisasi yankes.
Selanjutnya, earmarking 8% dana desa untuk PPKM desa dan lain-lain  sebesar Rp5,8 triliun yang terealisasi Rp4,6 triliun atau 80,7%.
Berikutnya,  bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk tracing dan APD dengan  alokasi Rp3,3 triliun terealisasi 48,6% atau Rp1,6 triliun.
Untuk  BLT desa bagi delapan juta KPM dengan alokasi Rp28,8 triliun baru  terealisasi 17,3% atau Rp4,99 triliun bagi lima juta KPM karena  terkendala proses pendataan KPM dan administrasi perekaman data KPM.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memfokuskan kembali atau refocusing dan merealokasi anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp26 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp5 triliun atau total Rp31 triliun untuk menangani pandemi Covid-19.
&quot;Kita sedang mengidentifikasi sekitar Rp26 triliun (dari belanja K/L) plus another Rp5 triliun dari TKDD,&quot; katanya dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Pangkas THR dan Gaji ke-13 PNS Rp12,1 Triliun, Sri Mulyani: Saya Diprotes
 
Sri Mulyani menyatakan upaya refocusing dan realokasi yang merupakan tahap ketiga ini dilakukan karena adanya ancaman COVID-19 varian Delta sehingga membutuhkan penanganan serius.
&quot;Kami akan menyelesaikan dalam bulan-bulan ini tentu dengan melihat perkembangan COVID-19,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah Baru Cair Rp900 Miliar dari Alokasi Rp8,1 Triliun
Ia menjelaskan sebelumnya pemerintah sudah melakukan refocusing dan realokasi tahap pertama yakni pada Februari 2021 dari belanja K/L sebesar Rp59,1 triliun dan TKDD Rp15 triliun.
Kemudian, refocusing dan realokasi tahap kedua dilakukan atas komponen tunjangan kinerja THR serta gaji ke-13 dalam belanja K/L sesuai PP Nomor 63 Tahun 2021 sebesar Rp12,1 triliun.
&quot;Waktu itu, kami diprotes karena mengambil tukin dan nyatanya memang dibutuhkan raykat kita. Dana Rp12,1 triliun kita ambil untuk (menangani) COVID-19,&quot; tegasnya.
Sementara itu, ia mengatakan pemerintah juga telah melakukan  earmarked TKDD sebesar Rp50,1 triliun untuk memperkuat penanganan  pandemi di daerah seperti percepatan vaksinasi dan penebalan  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Dia menjelaskan earmarked TKDD sebesar Rp50,1 triliun meliputi  earmarking 8% DAU/DBH untuk dukungan operasional vaksinasi, inakesda,  PPKM kelurahan dan lain-lain Rp35,1 triliun.
Earmarking 8% DAU/DBH hingga semester I 2021 baru terealisasi Rp4,2  triliun atau 11,9% karena kendala proses perubahan perkada penjabaran  APBD dan permasalahan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
Kemudian, earmarked TKDD juga terdiri atas DID kesehatan Rp5,9  triliun dengan realisasi Rp2,9 triliun atau 50% untuk sarana dan  prasarana serta digitalisasi yankes.
Selanjutnya, earmarking 8% dana desa untuk PPKM desa dan lain-lain  sebesar Rp5,8 triliun yang terealisasi Rp4,6 triliun atau 80,7%.
Berikutnya,  bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk tracing dan APD dengan  alokasi Rp3,3 triliun terealisasi 48,6% atau Rp1,6 triliun.
Untuk  BLT desa bagi delapan juta KPM dengan alokasi Rp28,8 triliun baru  terealisasi 17,3% atau Rp4,99 triliun bagi lima juta KPM karena  terkendala proses pendataan KPM dan administrasi perekaman data KPM.</content:encoded></item></channel></rss>
