<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Cari Utang Baru Rp515,1 Triliun di Semester II-2021</title><description>Pemerintah bakal kembali menambah utang baru di tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439520/sri-mulyani-cari-utang-baru-rp515-1-triliun-di-semester-ii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439520/sri-mulyani-cari-utang-baru-rp515-1-triliun-di-semester-ii-2021"/><item><title>Sri Mulyani Cari Utang Baru Rp515,1 Triliun di Semester II-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439520/sri-mulyani-cari-utang-baru-rp515-1-triliun-di-semester-ii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/12/320/2439520/sri-mulyani-cari-utang-baru-rp515-1-triliun-di-semester-ii-2021</guid><pubDate>Senin 12 Juli 2021 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439520/sri-mulyani-cari-utang-baru-rp515-1-triliun-di-semester-ii-2021-4l9LrukBuF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/12/320/2439520/sri-mulyani-cari-utang-baru-rp515-1-triliun-di-semester-ii-2021-4l9LrukBuF.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah bakal kembali menambah utang baru di tahun 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pada semester II-2021, pemerintah akan mencari tambahan utang sebesar Rp515,1 triliun
Angka tersebut dipatok lebih rendah dari rencana dalam Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.
&quot;Ini hal yang bagus. Kita bisa mengurangi kenaikan utang, yang tadinya Rp 1.177 triliun jadi Rp 958 triliun atau turun 18,6%,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video virtual, Senin (14/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pamer Realisasi Pembiayaan Investasi Rp25,6 Triliun, Naik Tinggi
Kata dia, pembiayaan utang sepanjang semester I merupakan bentuk konsekuensi dari kebijakan fiskal yang ekspansif melalui perluasan berbagai program stimulus fiskal dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Kita semua tahu, APBN 2021 memang masih alami atau sebagai countercyclical sangat penting untuk melindungi rakyat dan ekonomi, memang desain defisit APBN 2021 mencapai 5,7%,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lagi, Sri Mulyani Sunat Anggaran Rp31 Triliun untuk Covid-19
Saat ini, pendapatan negara hingga akhir tahun diprediksi mencapai 101%  dari target APBN sebesar Rp1.743,6 triliun. Jika diperinci, penerimaan pajak akan mencapai 95,7%  atau lebih rendah sekitar Rp53,3 triliun dari target 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun.
Kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai 104,3% atau lebih tinggi Rp9,1 triliun dari target 2021 sebesar Rp215 triliun. Sementara, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan mencapai 119,9% atau lebih tinggi Rp59,5 triliun dari target Rp298,2 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah bakal kembali menambah utang baru di tahun 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pada semester II-2021, pemerintah akan mencari tambahan utang sebesar Rp515,1 triliun
Angka tersebut dipatok lebih rendah dari rencana dalam Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.
&quot;Ini hal yang bagus. Kita bisa mengurangi kenaikan utang, yang tadinya Rp 1.177 triliun jadi Rp 958 triliun atau turun 18,6%,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video virtual, Senin (14/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pamer Realisasi Pembiayaan Investasi Rp25,6 Triliun, Naik Tinggi
Kata dia, pembiayaan utang sepanjang semester I merupakan bentuk konsekuensi dari kebijakan fiskal yang ekspansif melalui perluasan berbagai program stimulus fiskal dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Kita semua tahu, APBN 2021 memang masih alami atau sebagai countercyclical sangat penting untuk melindungi rakyat dan ekonomi, memang desain defisit APBN 2021 mencapai 5,7%,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lagi, Sri Mulyani Sunat Anggaran Rp31 Triliun untuk Covid-19
Saat ini, pendapatan negara hingga akhir tahun diprediksi mencapai 101%  dari target APBN sebesar Rp1.743,6 triliun. Jika diperinci, penerimaan pajak akan mencapai 95,7%  atau lebih rendah sekitar Rp53,3 triliun dari target 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun.
Kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai 104,3% atau lebih tinggi Rp9,1 triliun dari target 2021 sebesar Rp215 triliun. Sementara, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan mencapai 119,9% atau lebih tinggi Rp59,5 triliun dari target Rp298,2 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
