<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golden Energy Naikkan Produksi Batu Bara Jadi 39,6 Juta Ton</title><description>PT  Golden Energy Mines Tbk (GEMS) merevisi kuota produksi batu bara menjadi sebanyak 39,6 juta ton atau naik 18%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/278/2439906/golden-energy-naikkan-produksi-batu-bara-jadi-39-6-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/278/2439906/golden-energy-naikkan-produksi-batu-bara-jadi-39-6-juta-ton"/><item><title>Golden Energy Naikkan Produksi Batu Bara Jadi 39,6 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/278/2439906/golden-energy-naikkan-produksi-batu-bara-jadi-39-6-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/278/2439906/golden-energy-naikkan-produksi-batu-bara-jadi-39-6-juta-ton</guid><pubDate>Selasa 13 Juli 2021 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/13/278/2439906/golden-energy-naikkan-produksi-batu-bara-jadi-39-6-juta-ton-s5DmX9xWvm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Golden Energy Mines naikkan produksi batu bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/13/278/2439906/golden-energy-naikkan-produksi-batu-bara-jadi-39-6-juta-ton-s5DmX9xWvm.jpg</image><title>Golden Energy Mines naikkan produksi batu bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT  Golden Energy Mines Tbk (GEMS) merevisi kuota produksi batu bara menjadi sebanyak 39,6 juta ton atau naik 18% dari produksi tahun lalu sebanyak 33,5 juta ton. Perseroan mengungkapkan, revisi ini telah meraih persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Sebelumnya, perseroan melaporkan rekor target produksi produksi batubara sebesar 8,9 juta ton untuk kuartal I yang berakhir 31 Maret 2021 dibandingkan dengan 8,4 juta ton untuk periode sama tahun lalu. Kemudian laba setelah pajak GEMS tercatat USD101 juta pada kuartal I/2021, perolehan itu naik 197% dibandingkan dengan perolehan kuartal I/2020 sebesar USD34 juta.
Baca Juga: Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun
 
Bahkan laba kuartal I/2021 emiten grup Sinarmas itu telah melampaui laba setelah pajak setahun penuh 2020 yang sebesar USD96 juta. Selain itu, pendapatan perseroan juga naik 20% menjadi sebesar USD381 juta dibandingkan dengan USD317 juta pada kuartal I/2020. Hingga kuartal I/2021, GEMS mencatatkan penjualan batu bara sebesar 9,3 juta ton naik 4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,9 juta ton. Penjualan tersebut terdiri atas penjualan domestik sebesar 43% dan penjualan ekspor sebesar 57%.
Baca Juga: Peningkatan Perlindungan Investor Melalui Efek dalam Pemantauan Khusus
Dari penjualan ekspor tersebut kontributor pasar terbesar dari China sebesar 37%, India sebesar 16%, sedangkan pasar Asia Timur dan Tenggara sebesar 4%. Saham GEMS pada April lalu akhirnya kembali diperdagangkan setelah otoritas bursa melakukan suspensi terhadap saham GEMS selama tiga tahun. Suspensi saham GEMS dibuka setelah induk perseroan, Golden Energy Resources Ltd (GEAR) melakukan divestasi 4,5% saham GEMS kepada Ascend Global Investment Fund dalam rangka pemenuhan saham beredar (free float) 7,5%.
&amp;nbsp;Corporate Secretary Golden Energy Mines, Sudin Sudirman pernah  bilang, perseroan dalam menentukan target akan selalu mencermati  perkembangan pasar batubara, termasuk harga emas hitam ini. Misal kan  saja terkait pasar batubara di dunia, terutama di China dan India.  Sudirman menambahkan, sementara ini%tase pasar masih didominasi ekspor  sebesar 65% dan pasar domestik sebesar 35%.
Kendati demikian, Sudirman memastikan saat ini masih dilakukan  perhitungan final untuk segmen pasar batubara baik domestik dan ekspor.  Sudirman juga belum bisa memastikan alokasi belanja modal alias capital  expenditure (capex) yang disiapkan GEMS untuk tahun ini. Yang pasti,  pendanaan akan bersumber dari kas internal dan perbankan. &quot;Sumber dana  biasanya dari internal dan perbankan,&quot;katanya.
Di kuartal pertama 2021, GEMS berhasil meraih laba bersih sebesar  USD98,69 juta  atau melonjak 196,96% dibanding priode yang sama tahun  lalu tercatat sebesar USD33,15 juta. Sehingga, laba per saham melonjak  menjadi USD0,1678 dibandingkan di kuartal I 2020 yang tercatat sebesar  USD0,00564. Sementara pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat  sebesar USD381,24 juta atau tumbuh 20,56% dibanding kuartal pertama 2020  yang tercatat USD316,65 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - PT  Golden Energy Mines Tbk (GEMS) merevisi kuota produksi batu bara menjadi sebanyak 39,6 juta ton atau naik 18% dari produksi tahun lalu sebanyak 33,5 juta ton. Perseroan mengungkapkan, revisi ini telah meraih persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Sebelumnya, perseroan melaporkan rekor target produksi produksi batubara sebesar 8,9 juta ton untuk kuartal I yang berakhir 31 Maret 2021 dibandingkan dengan 8,4 juta ton untuk periode sama tahun lalu. Kemudian laba setelah pajak GEMS tercatat USD101 juta pada kuartal I/2021, perolehan itu naik 197% dibandingkan dengan perolehan kuartal I/2020 sebesar USD34 juta.
Baca Juga: Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun
 
Bahkan laba kuartal I/2021 emiten grup Sinarmas itu telah melampaui laba setelah pajak setahun penuh 2020 yang sebesar USD96 juta. Selain itu, pendapatan perseroan juga naik 20% menjadi sebesar USD381 juta dibandingkan dengan USD317 juta pada kuartal I/2020. Hingga kuartal I/2021, GEMS mencatatkan penjualan batu bara sebesar 9,3 juta ton naik 4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,9 juta ton. Penjualan tersebut terdiri atas penjualan domestik sebesar 43% dan penjualan ekspor sebesar 57%.
Baca Juga: Peningkatan Perlindungan Investor Melalui Efek dalam Pemantauan Khusus
Dari penjualan ekspor tersebut kontributor pasar terbesar dari China sebesar 37%, India sebesar 16%, sedangkan pasar Asia Timur dan Tenggara sebesar 4%. Saham GEMS pada April lalu akhirnya kembali diperdagangkan setelah otoritas bursa melakukan suspensi terhadap saham GEMS selama tiga tahun. Suspensi saham GEMS dibuka setelah induk perseroan, Golden Energy Resources Ltd (GEAR) melakukan divestasi 4,5% saham GEMS kepada Ascend Global Investment Fund dalam rangka pemenuhan saham beredar (free float) 7,5%.
&amp;nbsp;Corporate Secretary Golden Energy Mines, Sudin Sudirman pernah  bilang, perseroan dalam menentukan target akan selalu mencermati  perkembangan pasar batubara, termasuk harga emas hitam ini. Misal kan  saja terkait pasar batubara di dunia, terutama di China dan India.  Sudirman menambahkan, sementara ini%tase pasar masih didominasi ekspor  sebesar 65% dan pasar domestik sebesar 35%.
Kendati demikian, Sudirman memastikan saat ini masih dilakukan  perhitungan final untuk segmen pasar batubara baik domestik dan ekspor.  Sudirman juga belum bisa memastikan alokasi belanja modal alias capital  expenditure (capex) yang disiapkan GEMS untuk tahun ini. Yang pasti,  pendanaan akan bersumber dari kas internal dan perbankan. &quot;Sumber dana  biasanya dari internal dan perbankan,&quot;katanya.
Di kuartal pertama 2021, GEMS berhasil meraih laba bersih sebesar  USD98,69 juta  atau melonjak 196,96% dibanding priode yang sama tahun  lalu tercatat sebesar USD33,15 juta. Sehingga, laba per saham melonjak  menjadi USD0,1678 dibandingkan di kuartal I 2020 yang tercatat sebesar  USD0,00564. Sementara pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat  sebesar USD381,24 juta atau tumbuh 20,56% dibanding kuartal pertama 2020  yang tercatat USD316,65 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
