<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Pandemi</title><description>Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2439714/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2439714/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-pandemi"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2439714/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2439714/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-pandemi</guid><pubDate>Selasa 13 Juli 2021 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/13/320/2439714/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-pandemi-RZPYFjcqWX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat di tengah kekhawatiran pandemin covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/13/320/2439714/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-pandemi-RZPYFjcqWX.jpg</image><title>Dolar AS menguat di tengah kekhawatiran pandemin covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar menguat karena kekhawatiran tentang pandemi mendorong investor untuk mencari tempat yang aman saat mereka menunggu lebih banyak petunjuk tentang pemulihan ekonomi global.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, naik 0,1% pada 92,264. Indeks tetap mendekati level tertinggi tiga bulan di 92,844 yang disentuh minggu lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp; Indeks Dolar Melemah karena Data Tenaga Kerja AS
 
Dengan pasar yang sangat sensitif terhadap pembicaraan tentang tapering (pengurangan pembelian obligasi) lebih awal, data inflasi AS pada Selasa waktu setempat akan diawasi dengan ketat menjelang kesaksian oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
&quot;Kehati-hatian pasar menguasai awal pekan ini membebani sentimen risiko dan mendorong dolar AS,&quot; kata Analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, Joe Manimbo.
Baca Juga:&amp;nbsp; Indeks Dolar AS Makin Perkasa
 
Laporan dari seluruh dunia tentang lonjakan infeksi varian virus corona Delta juga merugikan selera investor terhadap aset-aset berisiko.
Investor akan melihat data inflasi AS pada Selasa waktu setempat dan kesaksian ekonomi Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (14/7/2021) dan Kamis (15/7/2021) ketika mereka menaksir ekspektasi bagi The Fed untuk memutar kembali stimulus segera setelah tahun ini, kata Manimbo.&quot;Laporan yang lebih panas kemungkinan akan meningkatkan imbal hasil  obligasi pemerintah dan dolar serta membawa percakapan tapering Fed  kembali ke garis depan,&quot; Ronald Simpson, direktur pelaksana, analisis  mata uang global di Action Economics, mengatakan dalam sebuah catatan.
Sementara itu, bank sentral China, People's Bank of China (PBOC)  mengatakan China akan memangkas jumlah uang tunai yang harus  dipertahankan bank-bank sebagai cadangan, melepaskan sekitar satu  triliun yuan (150 miliar dolar AS) dalam likuiditas jangka panjang untuk  mendukung pemulihan ekonomi pasca-COVID yang mulai kehilangan momentum.
&quot;Meskipun disambut baik, langkah itu juga menandakan bahwa pihak  berwenang khawatir tentang prospek pertumbuhan China, jadi ini berita  yang beragam,&quot; kata Marshall Gittler, kepala riset investasi di BDSwiss  Holding.
Investor menantikan pengumuman suku bunga dari bank sentral Kanada  (Bank of Canada) pada Rabu (14/7/2021) untuk melihat apakah bank sentral  akan mengumumkan perlambatan pembelian asetnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar menguat karena kekhawatiran tentang pandemi mendorong investor untuk mencari tempat yang aman saat mereka menunggu lebih banyak petunjuk tentang pemulihan ekonomi global.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, naik 0,1% pada 92,264. Indeks tetap mendekati level tertinggi tiga bulan di 92,844 yang disentuh minggu lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp; Indeks Dolar Melemah karena Data Tenaga Kerja AS
 
Dengan pasar yang sangat sensitif terhadap pembicaraan tentang tapering (pengurangan pembelian obligasi) lebih awal, data inflasi AS pada Selasa waktu setempat akan diawasi dengan ketat menjelang kesaksian oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
&quot;Kehati-hatian pasar menguasai awal pekan ini membebani sentimen risiko dan mendorong dolar AS,&quot; kata Analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, Joe Manimbo.
Baca Juga:&amp;nbsp; Indeks Dolar AS Makin Perkasa
 
Laporan dari seluruh dunia tentang lonjakan infeksi varian virus corona Delta juga merugikan selera investor terhadap aset-aset berisiko.
Investor akan melihat data inflasi AS pada Selasa waktu setempat dan kesaksian ekonomi Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (14/7/2021) dan Kamis (15/7/2021) ketika mereka menaksir ekspektasi bagi The Fed untuk memutar kembali stimulus segera setelah tahun ini, kata Manimbo.&quot;Laporan yang lebih panas kemungkinan akan meningkatkan imbal hasil  obligasi pemerintah dan dolar serta membawa percakapan tapering Fed  kembali ke garis depan,&quot; Ronald Simpson, direktur pelaksana, analisis  mata uang global di Action Economics, mengatakan dalam sebuah catatan.
Sementara itu, bank sentral China, People's Bank of China (PBOC)  mengatakan China akan memangkas jumlah uang tunai yang harus  dipertahankan bank-bank sebagai cadangan, melepaskan sekitar satu  triliun yuan (150 miliar dolar AS) dalam likuiditas jangka panjang untuk  mendukung pemulihan ekonomi pasca-COVID yang mulai kehilangan momentum.
&quot;Meskipun disambut baik, langkah itu juga menandakan bahwa pihak  berwenang khawatir tentang prospek pertumbuhan China, jadi ini berita  yang beragam,&quot; kata Marshall Gittler, kepala riset investasi di BDSwiss  Holding.
Investor menantikan pengumuman suku bunga dari bank sentral Kanada  (Bank of Canada) pada Rabu (14/7/2021) untuk melihat apakah bank sentral  akan mengumumkan perlambatan pembelian asetnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
