<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tuduhan Komersialisasi Vaksin Covid-19 Berbayar, Erick Thohir: Tim Saya Bukan seperti Itu!</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara soal anggapan komersialisasi vaksinasi gotong royong individu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2440027/tuduhan-komersialisasi-vaksin-covid-19-berbayar-erick-thohir-tim-saya-bukan-seperti-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2440027/tuduhan-komersialisasi-vaksin-covid-19-berbayar-erick-thohir-tim-saya-bukan-seperti-itu"/><item><title>Tuduhan Komersialisasi Vaksin Covid-19 Berbayar, Erick Thohir: Tim Saya Bukan seperti Itu!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2440027/tuduhan-komersialisasi-vaksin-covid-19-berbayar-erick-thohir-tim-saya-bukan-seperti-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/13/320/2440027/tuduhan-komersialisasi-vaksin-covid-19-berbayar-erick-thohir-tim-saya-bukan-seperti-itu</guid><pubDate>Selasa 13 Juli 2021 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/13/320/2440027/tuduhan-komersialisasi-vaksin-covid-19-berbayar-erick-thohir-tim-saya-bukan-seperti-itu-vwzaCEcZL6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tudahan Komersialisasi Vaksin, Erick Thohir: Tim Saya Tidak seperti Itu (Foto: KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/13/320/2440027/tuduhan-komersialisasi-vaksin-covid-19-berbayar-erick-thohir-tim-saya-bukan-seperti-itu-vwzaCEcZL6.jpg</image><title>Tudahan Komersialisasi Vaksin, Erick Thohir: Tim Saya Tidak seperti Itu (Foto: KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara soal anggapan komersialisasi vaksinasi gotong royong individu atau vaksin Covid-19 berbayar yang digelar PT Kimia Farma Tbk.

Dalam skema vaksinasi Covid-19 berbayar, masyarakat harus membayar Rp879.140 untuk memperoleh dua dosis vaksin.


Erick menegaskan, tidak ada komersialisasi dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong, baik untuk individu ataupun untuk karyawan perusahaan swasta.


&quot;Kemarin ada tuduhan, 'oh ini jangan-jangan ini vaksin sumbangan', oh ini masya Allah, saya rasa, saya dan tim saya bukan dari bagian seperti itu, kita enggak mungkin vaksin sumbangan dikomersialisasikan, masya Allah,&quot; ujar Erick, Selasa (13/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir: Vaksinasi Covid-19 Berbayar Tak Pakai APBN dan Bukan Vaksin Hibah&amp;nbsp;

Bahkan, anggaran pendanaan vaksinasi gotong royong sendiri tidak diserap dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pengadaan vaksin corona tersebut menggunakan keuangan korporasi yang dilakukan langsung oleh Holding Farmasi BUMN.


&quot;Tidak ada yang ditutup-tutupi, misalnya ketika ada tuduhan, oh ini (vaksinasi) memakai APBN, vaksin gotong royong sejak awal tidak memakai APBN,&quot; kata dia.


Mantan Bos Inter Milan itu pun meminta agar kelompok yang membangun opini adanya komersialisasi vaksin Covid-19 melihat fakta yang terjadi di lapangan. Fakta yang dia maksudkan adalah kontribusi besar BUMN Farmasi dan sektor lain sejak pandemi Covid-19 berlangsung.


&quot;Jadi kalau tuduhan BUMN ini berbisnis, sekarang dilihat dari sisi lainnya? Sekarang kita sudah banyak membantu terus,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara soal anggapan komersialisasi vaksinasi gotong royong individu atau vaksin Covid-19 berbayar yang digelar PT Kimia Farma Tbk.

Dalam skema vaksinasi Covid-19 berbayar, masyarakat harus membayar Rp879.140 untuk memperoleh dua dosis vaksin.


Erick menegaskan, tidak ada komersialisasi dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong, baik untuk individu ataupun untuk karyawan perusahaan swasta.


&quot;Kemarin ada tuduhan, 'oh ini jangan-jangan ini vaksin sumbangan', oh ini masya Allah, saya rasa, saya dan tim saya bukan dari bagian seperti itu, kita enggak mungkin vaksin sumbangan dikomersialisasikan, masya Allah,&quot; ujar Erick, Selasa (13/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir: Vaksinasi Covid-19 Berbayar Tak Pakai APBN dan Bukan Vaksin Hibah&amp;nbsp;

Bahkan, anggaran pendanaan vaksinasi gotong royong sendiri tidak diserap dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pengadaan vaksin corona tersebut menggunakan keuangan korporasi yang dilakukan langsung oleh Holding Farmasi BUMN.


&quot;Tidak ada yang ditutup-tutupi, misalnya ketika ada tuduhan, oh ini (vaksinasi) memakai APBN, vaksin gotong royong sejak awal tidak memakai APBN,&quot; kata dia.


Mantan Bos Inter Milan itu pun meminta agar kelompok yang membangun opini adanya komersialisasi vaksin Covid-19 melihat fakta yang terjadi di lapangan. Fakta yang dia maksudkan adalah kontribusi besar BUMN Farmasi dan sektor lain sejak pandemi Covid-19 berlangsung.


&quot;Jadi kalau tuduhan BUMN ini berbisnis, sekarang dilihat dari sisi lainnya? Sekarang kita sudah banyak membantu terus,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
