<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Naik Tipis di Tengah Lonjakan Inflasi AS</title><description>Harga emas berjangka menguat tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440280/harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-lonjakan-inflasi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440280/harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-lonjakan-inflasi-as"/><item><title>Harga Emas Berjangka Naik Tipis di Tengah Lonjakan Inflasi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440280/harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-lonjakan-inflasi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440280/harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-lonjakan-inflasi-as</guid><pubDate>Rabu 14 Juli 2021 06:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/14/320/2440280/harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-lonjakan-inflasi-as-3wLoI8FopI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka naik tipis (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/14/320/2440280/harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-lonjakan-inflasi-as-3wLoI8FopI.jpg</image><title>Harga emas berjangka naik tipis (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka menguat tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Kenaikan harga emas didukung spekulasi bahwa Federal Reserve tidak mungkin merespons dengan pengetatan moneter segera setelah inflasi AS mencatat kenaikan terbesar dalam 13 tahun bulan lalu, namun kenaikannya tertahan oleh penguatan greenback.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD4,0 atau 0,22%, menjadi ditutup pada USD1.809,90 per ounce.
Baca Juga: Turun Rp4.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp946.000/Gram
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/7/2021) bahwa indeks harga konsumen (IHK), ukuran inflasi yang diawasi ketat, meningkat sebesar 0,9% pada Juni, melebihi perkiraan kenaikan 0,5% oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Angka tersebut juga merupakan peningkatan terbesar sejak 2008. Sementara itu, kenaikan inflasi tahunan mencapai sebesar 5,4% pada Juni.
Baca Juga: Harga Emas Berjangka Turun Jelang Rilis Data Inflasi
 
Tetapi para analis mengatakan data itu tidak mungkin memicu respons pengetatan kebijakan moneter yang cepat dari The Fed, memberikan beberapa dukungan untuk emas.
&amp;ldquo;Ini akan membutuhkan serangkaian angka yang lebih panas tentang pembacaan inflasi untuk menggerakkan jarum The Fed. Pembacaan satu bulan tidak akan berhasil,&quot; kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, menambahkan bahwa The Fed juga akan mempertimbangkan data ketenagakerjaan dan pertumbuhan.
Namun, pasar sekarang akan mengamati kesaksian Ketua Fed Jerome  Powell di depan Kongres pada Rabu waktu setempat dan Kamis (15/7/2021)  untuk petunjuk tentang prospek kebijakan moneter bank sentral.
&quot;Dengan biaya transportasi yang juga naik dan harga minyak yang tetap  tinggi, ada risiko inflasi bisa tetap tinggi lebih lama dari yang  diperkirakan Fed,&quot; kata Fawad Razaqzada, analis ThinkMarkets.
&amp;ldquo;Jika tren inflasi saat ini terus berlanjut, maka pasti bank sentral harus bereaksi dan lebih cepat,&amp;rdquo; tambahnya.
Indeks dolar yang mengukur greenback dengan enam mata uang utama  saingannya menguat 0,5%, mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata  uang lainnya, sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran atas meningkatnya kasus varian Delta COVID-19 juga mendukung emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 9,9 sen  atau 0,38%, menjadi ditutup pada USD26,14 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober turun USD11,8 atau 1,05%, menjadi ditutup pada  USD1.111,20 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka menguat tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Kenaikan harga emas didukung spekulasi bahwa Federal Reserve tidak mungkin merespons dengan pengetatan moneter segera setelah inflasi AS mencatat kenaikan terbesar dalam 13 tahun bulan lalu, namun kenaikannya tertahan oleh penguatan greenback.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD4,0 atau 0,22%, menjadi ditutup pada USD1.809,90 per ounce.
Baca Juga: Turun Rp4.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp946.000/Gram
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/7/2021) bahwa indeks harga konsumen (IHK), ukuran inflasi yang diawasi ketat, meningkat sebesar 0,9% pada Juni, melebihi perkiraan kenaikan 0,5% oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Angka tersebut juga merupakan peningkatan terbesar sejak 2008. Sementara itu, kenaikan inflasi tahunan mencapai sebesar 5,4% pada Juni.
Baca Juga: Harga Emas Berjangka Turun Jelang Rilis Data Inflasi
 
Tetapi para analis mengatakan data itu tidak mungkin memicu respons pengetatan kebijakan moneter yang cepat dari The Fed, memberikan beberapa dukungan untuk emas.
&amp;ldquo;Ini akan membutuhkan serangkaian angka yang lebih panas tentang pembacaan inflasi untuk menggerakkan jarum The Fed. Pembacaan satu bulan tidak akan berhasil,&quot; kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, menambahkan bahwa The Fed juga akan mempertimbangkan data ketenagakerjaan dan pertumbuhan.
Namun, pasar sekarang akan mengamati kesaksian Ketua Fed Jerome  Powell di depan Kongres pada Rabu waktu setempat dan Kamis (15/7/2021)  untuk petunjuk tentang prospek kebijakan moneter bank sentral.
&quot;Dengan biaya transportasi yang juga naik dan harga minyak yang tetap  tinggi, ada risiko inflasi bisa tetap tinggi lebih lama dari yang  diperkirakan Fed,&quot; kata Fawad Razaqzada, analis ThinkMarkets.
&amp;ldquo;Jika tren inflasi saat ini terus berlanjut, maka pasti bank sentral harus bereaksi dan lebih cepat,&amp;rdquo; tambahnya.
Indeks dolar yang mengukur greenback dengan enam mata uang utama  saingannya menguat 0,5%, mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata  uang lainnya, sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran atas meningkatnya kasus varian Delta COVID-19 juga mendukung emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 9,9 sen  atau 0,38%, menjadi ditutup pada USD26,14 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober turun USD11,8 atau 1,05%, menjadi ditutup pada  USD1.111,20 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
