<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UU Ciptaker, Menko Airlangga: Ciptakan Usaha Baru Buka Banyak Lapangan Kerja</title><description>Menko Airlangga menegaskan pemerintah berkomitmen untuk mendukung  investasi dan kemudahan berusaha melalui Undang-Undang Cipta Kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440309/uu-ciptaker-menko-airlangga-ciptakan-usaha-baru-buka-banyak-lapangan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440309/uu-ciptaker-menko-airlangga-ciptakan-usaha-baru-buka-banyak-lapangan-kerja"/><item><title>UU Ciptaker, Menko Airlangga: Ciptakan Usaha Baru Buka Banyak Lapangan Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440309/uu-ciptaker-menko-airlangga-ciptakan-usaha-baru-buka-banyak-lapangan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/14/320/2440309/uu-ciptaker-menko-airlangga-ciptakan-usaha-baru-buka-banyak-lapangan-kerja</guid><pubDate>Rabu 14 Juli 2021 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/14/320/2440309/uu-ciptaker-menko-airlangga-ciptakan-usaha-baru-buka-banyak-lapangan-kerja-haaDLJy4P3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini UU Cipta Kerja akan menarik investasi dan membuka lapangan kerja (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/14/320/2440309/uu-ciptaker-menko-airlangga-ciptakan-usaha-baru-buka-banyak-lapangan-kerja-haaDLJy4P3.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini UU Cipta Kerja akan menarik investasi dan membuka lapangan kerja (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak seluruh pelaku ekonomi memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi dengan mengakselerasi investasi.
&amp;ldquo;Saya mengajak kita bersama-sama mengakselerasi momentum pertumbuhan dengan mendorong investasi dan juga terus mendukung kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi sehingga kita mampu mewujudkan pemulihan ekonomi nasional secara lebih cepat,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga Hartarto dilansir arai Antara, Rabu (14/7/2021).
Baca Juga: UU Ciptaker Sinkronkan Regulasi Agraria, ATR: Peraturan yang Ada Saling Bertabrakan
 
Menko Airlangga menegaskan pemerintah berkomitmen untuk mendukung investasi dan kemudahan berusaha melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Hal tersebut juga termasuk dengan memberikan insentif terhadap bidang usaha prioritas dengan kriteria tertentu.
&amp;ldquo;Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi produktif yang menciptakan usaha-usaha baru sehingga akan membuka banyak lapangan kerja dan masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan yang ada,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Baca Juga:&amp;nbsp; Tidak Semua Investasi Miras Ditutup, Ini Kepastian bagi Investor
 
Airlangga menyampaikan dari segi pemulihan ekonomi nasional, momentum pemulihan ekonomi telah dapat dirasakan dengan membaiknya ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 dengan hanya terkontraksi sebesar 0,74% (yoy).
&amp;ldquo;Momentum ini harus dijaga salah satunya melalui akselerasi investasi agar ekonomi dapat pulih lebih cepat meskipun saat ini terdapat tantangan akibat eskalasi kasus COVID-19, khususnya varian delta,&amp;rdquo; katanya.
Permintaan domestik saat ini, lanjutnya, telah membaik dan direspons  dengan peningkatan aktivitas produksi di sektor usaha, seperti industri  pengolahan, perdagangan dan konstruksi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia  pada Juni 2021 tetap pada level ekspansi 53,5.
Aktivitas manufaktur Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN  lainnya, seperti Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Dengan  peningkatan aktivitas produksi tersebut, dampak negatif pandemi terhadap  ketenagakerjaan juga berangsur dapat teratasi.
Sementara itu dari sisi eksternal, Indonesia terbantu dengan surplus  neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut yang ditopang oleh  peningkatan harga-harga komoditas global.
Airlangga menegaskan hal tersebut akan memberikan sentimen positif  bagi aktivitas ekspor-impor Indonesia ke depan. Di saat yang sama, arus  modal asing kembali masuk dan terjaganya level defisit transaksi  berjalan akan memberikan dasar yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal  Indonesia.
&amp;ldquo;Dengan berbagai kebijakan ekonomi, terutama insentif perpajakan,  termasuk relaksasi PPN, pemerintah melihat bahwa recovery masih dapat  terus berlangsung dan diharapkan masih bisa tumbuh di angka pertumbuhan  7% di kuartal II 2021,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak seluruh pelaku ekonomi memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi dengan mengakselerasi investasi.
&amp;ldquo;Saya mengajak kita bersama-sama mengakselerasi momentum pertumbuhan dengan mendorong investasi dan juga terus mendukung kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi sehingga kita mampu mewujudkan pemulihan ekonomi nasional secara lebih cepat,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga Hartarto dilansir arai Antara, Rabu (14/7/2021).
Baca Juga: UU Ciptaker Sinkronkan Regulasi Agraria, ATR: Peraturan yang Ada Saling Bertabrakan
 
Menko Airlangga menegaskan pemerintah berkomitmen untuk mendukung investasi dan kemudahan berusaha melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Hal tersebut juga termasuk dengan memberikan insentif terhadap bidang usaha prioritas dengan kriteria tertentu.
&amp;ldquo;Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi produktif yang menciptakan usaha-usaha baru sehingga akan membuka banyak lapangan kerja dan masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan yang ada,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Baca Juga:&amp;nbsp; Tidak Semua Investasi Miras Ditutup, Ini Kepastian bagi Investor
 
Airlangga menyampaikan dari segi pemulihan ekonomi nasional, momentum pemulihan ekonomi telah dapat dirasakan dengan membaiknya ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 dengan hanya terkontraksi sebesar 0,74% (yoy).
&amp;ldquo;Momentum ini harus dijaga salah satunya melalui akselerasi investasi agar ekonomi dapat pulih lebih cepat meskipun saat ini terdapat tantangan akibat eskalasi kasus COVID-19, khususnya varian delta,&amp;rdquo; katanya.
Permintaan domestik saat ini, lanjutnya, telah membaik dan direspons  dengan peningkatan aktivitas produksi di sektor usaha, seperti industri  pengolahan, perdagangan dan konstruksi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia  pada Juni 2021 tetap pada level ekspansi 53,5.
Aktivitas manufaktur Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN  lainnya, seperti Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Dengan  peningkatan aktivitas produksi tersebut, dampak negatif pandemi terhadap  ketenagakerjaan juga berangsur dapat teratasi.
Sementara itu dari sisi eksternal, Indonesia terbantu dengan surplus  neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut yang ditopang oleh  peningkatan harga-harga komoditas global.
Airlangga menegaskan hal tersebut akan memberikan sentimen positif  bagi aktivitas ekspor-impor Indonesia ke depan. Di saat yang sama, arus  modal asing kembali masuk dan terjaganya level defisit transaksi  berjalan akan memberikan dasar yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal  Indonesia.
&amp;ldquo;Dengan berbagai kebijakan ekonomi, terutama insentif perpajakan,  termasuk relaksasi PPN, pemerintah melihat bahwa recovery masih dapat  terus berlangsung dan diharapkan masih bisa tumbuh di angka pertumbuhan  7% di kuartal II 2021,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
