<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Jatuh 2%, Investor Khawatir Kelebihan Pasokan</title><description>Harga minyak dunia jatuh lebih dari 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2440846/harga-minyak-dunia-jatuh-2-investor-khawatir-kelebihan-pasokan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2440846/harga-minyak-dunia-jatuh-2-investor-khawatir-kelebihan-pasokan"/><item><title>Harga Minyak Dunia Jatuh 2%, Investor Khawatir Kelebihan Pasokan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2440846/harga-minyak-dunia-jatuh-2-investor-khawatir-kelebihan-pasokan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2440846/harga-minyak-dunia-jatuh-2-investor-khawatir-kelebihan-pasokan</guid><pubDate>Kamis 15 Juli 2021 06:50 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/15/320/2440846/harga-minyak-dunia-jatuh-2-investor-khawatir-kelebihan-pasokan-lMt8XSGc57.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun 2% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/15/320/2440846/harga-minyak-dunia-jatuh-2-investor-khawatir-kelebihan-pasokan-lMt8XSGc57.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun 2% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia jatuh lebih dari 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak turun setelah produsen-produsen minyak utama global berkompromi tentang pasokan dan setelah data AS menunjukkan permintaan sedikit melambat dalam minggu terakhir.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terpangkas USD1,73 atau 2,26%, menjadi ditutup pada USD74,76 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot USD2,12 atau 2,82%, menjadi menetap di USD73,13 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2%
 
Harga minyak mentah telah melonjak ke level tertinggi yang tidak terlihat dalam hampir tiga tahun, tetapi akhir-akhir ini telah bergejolak di tengah kekhawatiran tentang kenaikan pasokan.
Premi minyak mentah berjangka Brent terhadap minyak mentah berjangka West Texas Intermediate melebar ke level tertinggi sejak 6 Juli, menurut data Refinitiv Eikon. Harga acuan minyak AS turun lebih tajam karena kekhawatiran permintaan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun karena Pengetatan Pasokan
 
Minyak awalnya turun setelah Reuters melaporkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencapai kompromi yang akan membuka kesepakatan OPEC+ untuk meningkatkan pasokan minyak global saat dunia pulih dari pandemi virus corona.
Harga acuan turun lebih lanjut setelah data pemerintah AS menunjukkan permintaan bensin menurun jauh minggu lalu. Sementara Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan stok minyak mentah turun lebih besar dari yang diperkirakan, dalam penarikan kedelapan hari berturut-turut, penarikan itu dibayangi oleh permintaan bensin yang tertinggal.&quot;Penurunan signifikan dalam permintaan bensin dan solar telah menekan  harga, meskipun persediaan minyak mentah terus menurun,&quot; kata Andrew  Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston.
Stok bahan bakar AS lebih tinggi, bahkan saat operasi kilang  berkurang. Stok bensin naik satu juta barel, dibandingkan dengan  ekspektasi penurunan 1,8 juta barel.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk  Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, telah berselisih mengenai peningkatan  pasokan karena permintaan dari Uni Emirat Arab bahwa kontribusinya  terhadap pengurangan pasokan dihitung dari tingkat produksi yang lebih  tinggi.
Perjanjian itu sekarang harus membuka jalan bagi anggota OPEC+ untuk  memperpanjang kesepakatan guna mengekang produksi hingga akhir 2022,  sumber menambahkan, meskipun kementerian energi UEA mengatakan dalam  sebuah pernyataan bahwa tidak ada kesepakatan dengan OPEC+ yang berlaku  dan musyawarah telah tercapai.
Juga menambah kelebihan pasokan potensial adalah minyak mentah dari  Iran, kata Bill Farren-Price, direktur di Enverus. Untuk keseimbangan  pasar, dua yang penting adalah waktu kesepakatan antara Iran dan  kekuatan Barat, yang dapat menyebabkan peningkatan ekspor minyak, dan  pasokan yang datang dari AS, katanya.
&amp;ldquo;Anda memperkirakan Iran datang kembali dengan kekuatan tertinggi, tetapi waktunya adalah sebuah pertanyaan.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia jatuh lebih dari 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak turun setelah produsen-produsen minyak utama global berkompromi tentang pasokan dan setelah data AS menunjukkan permintaan sedikit melambat dalam minggu terakhir.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terpangkas USD1,73 atau 2,26%, menjadi ditutup pada USD74,76 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot USD2,12 atau 2,82%, menjadi menetap di USD73,13 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2%
 
Harga minyak mentah telah melonjak ke level tertinggi yang tidak terlihat dalam hampir tiga tahun, tetapi akhir-akhir ini telah bergejolak di tengah kekhawatiran tentang kenaikan pasokan.
Premi minyak mentah berjangka Brent terhadap minyak mentah berjangka West Texas Intermediate melebar ke level tertinggi sejak 6 Juli, menurut data Refinitiv Eikon. Harga acuan minyak AS turun lebih tajam karena kekhawatiran permintaan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun karena Pengetatan Pasokan
 
Minyak awalnya turun setelah Reuters melaporkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencapai kompromi yang akan membuka kesepakatan OPEC+ untuk meningkatkan pasokan minyak global saat dunia pulih dari pandemi virus corona.
Harga acuan turun lebih lanjut setelah data pemerintah AS menunjukkan permintaan bensin menurun jauh minggu lalu. Sementara Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan stok minyak mentah turun lebih besar dari yang diperkirakan, dalam penarikan kedelapan hari berturut-turut, penarikan itu dibayangi oleh permintaan bensin yang tertinggal.&quot;Penurunan signifikan dalam permintaan bensin dan solar telah menekan  harga, meskipun persediaan minyak mentah terus menurun,&quot; kata Andrew  Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston.
Stok bahan bakar AS lebih tinggi, bahkan saat operasi kilang  berkurang. Stok bensin naik satu juta barel, dibandingkan dengan  ekspektasi penurunan 1,8 juta barel.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk  Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, telah berselisih mengenai peningkatan  pasokan karena permintaan dari Uni Emirat Arab bahwa kontribusinya  terhadap pengurangan pasokan dihitung dari tingkat produksi yang lebih  tinggi.
Perjanjian itu sekarang harus membuka jalan bagi anggota OPEC+ untuk  memperpanjang kesepakatan guna mengekang produksi hingga akhir 2022,  sumber menambahkan, meskipun kementerian energi UEA mengatakan dalam  sebuah pernyataan bahwa tidak ada kesepakatan dengan OPEC+ yang berlaku  dan musyawarah telah tercapai.
Juga menambah kelebihan pasokan potensial adalah minyak mentah dari  Iran, kata Bill Farren-Price, direktur di Enverus. Untuk keseimbangan  pasar, dua yang penting adalah waktu kesepakatan antara Iran dan  kekuatan Barat, yang dapat menyebabkan peningkatan ekspor minyak, dan  pasokan yang datang dari AS, katanya.
&amp;ldquo;Anda memperkirakan Iran datang kembali dengan kekuatan tertinggi, tetapi waktunya adalah sebuah pertanyaan.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
