<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Covid-19 Mengancam Fasilitas Kesehatan hingga Tekanan Sosial</title><description>Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 mengancam fasilitas kesehatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441031/sri-mulyani-covid-19-mengancam-fasilitas-kesehatan-hingga-tekanan-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441031/sri-mulyani-covid-19-mengancam-fasilitas-kesehatan-hingga-tekanan-sosial"/><item><title>Sri Mulyani: Covid-19 Mengancam Fasilitas Kesehatan hingga Tekanan Sosial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441031/sri-mulyani-covid-19-mengancam-fasilitas-kesehatan-hingga-tekanan-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441031/sri-mulyani-covid-19-mengancam-fasilitas-kesehatan-hingga-tekanan-sosial</guid><pubDate>Kamis 15 Juli 2021 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/15/320/2441031/sri-mulyani-covid-19-mengancam-fasilitas-kesehatan-hingga-tekanan-sosial-BxGiuyfPr3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Ungkap Dampak Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/15/320/2441031/sri-mulyani-covid-19-mengancam-fasilitas-kesehatan-hingga-tekanan-sosial-BxGiuyfPr3.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Ungkap Dampak Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 mengancam fasilitas kesehatan dan menjadi tekanan sosial. Di mana banyak tenaga kesehatan yang sudah terpapar.
&quot;Kita sudah menyaksikan gelombang ekonomi mengancam fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan tekanan sosial serta  dampak negatif bagi masyarakat,&quot; ujarnya, Kamis (15/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;PPKM Darurat, Pengusaha Hotel Stres Belum Dapat Bantuan
Sri Mulyani pun meminta DPR membantu menghadapi penanganan Covid-19 secara bersama. Caranya supaya kualitas APBN bisa terjaga.
&quot;DPR bisa mengawal dalam menghadapi tantangan Covid yang berlangsung. Pemerintah pada level pimpinan dalam menjaga level ekonomi dan dalam menjaga kualitas APBN yang sangat penting dalam mencapai cita-cita nasional dan mewujudkan  masyarakat yang makmur,&quot; tandasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tenaga Baru, Menko Luhut Terjunkan 20.000 Nakes Atasi Covid-19
Sementara itu, Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, defisit fiskal bisa ditekan menjadi Rp939,6 triliun dari Rp1.006,4 triliun atau lebih kecil sekitar Rp66,8 triliun.
&quot;Proyeksi defisit APBN awal Rp1.006,4 triliun. Kita perkirakan akhir tahun defisitnya di bawah itu, yaitu Rp66,8 triliun lebih kecil, yaitu Rp939,6 triliun. Ini adalah sesuatu yang bagus,&quot; ujar Sri Mulyani.Menurutnya, rendahnya defisit APBN ditopang oleh penerimaan negara yang diproyeksikan ini akan sebesar Rp1.760,7 triliun atau melampaui target yang ditetapkan di APBN 2021 yang sebesar Rp1.743,6 triliun.
&quot;Ini adalah sesuatu yang bagus. Artinya, APBN akan tetap responsif, membantu rakyat, dunia usaha, dan penanganan Covid-19 tetapi masih tetap menjaga defisit di tingkat yang hati-hati,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 mengancam fasilitas kesehatan dan menjadi tekanan sosial. Di mana banyak tenaga kesehatan yang sudah terpapar.
&quot;Kita sudah menyaksikan gelombang ekonomi mengancam fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan tekanan sosial serta  dampak negatif bagi masyarakat,&quot; ujarnya, Kamis (15/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;PPKM Darurat, Pengusaha Hotel Stres Belum Dapat Bantuan
Sri Mulyani pun meminta DPR membantu menghadapi penanganan Covid-19 secara bersama. Caranya supaya kualitas APBN bisa terjaga.
&quot;DPR bisa mengawal dalam menghadapi tantangan Covid yang berlangsung. Pemerintah pada level pimpinan dalam menjaga level ekonomi dan dalam menjaga kualitas APBN yang sangat penting dalam mencapai cita-cita nasional dan mewujudkan  masyarakat yang makmur,&quot; tandasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tenaga Baru, Menko Luhut Terjunkan 20.000 Nakes Atasi Covid-19
Sementara itu, Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, defisit fiskal bisa ditekan menjadi Rp939,6 triliun dari Rp1.006,4 triliun atau lebih kecil sekitar Rp66,8 triliun.
&quot;Proyeksi defisit APBN awal Rp1.006,4 triliun. Kita perkirakan akhir tahun defisitnya di bawah itu, yaitu Rp66,8 triliun lebih kecil, yaitu Rp939,6 triliun. Ini adalah sesuatu yang bagus,&quot; ujar Sri Mulyani.Menurutnya, rendahnya defisit APBN ditopang oleh penerimaan negara yang diproyeksikan ini akan sebesar Rp1.760,7 triliun atau melampaui target yang ditetapkan di APBN 2021 yang sebesar Rp1.743,6 triliun.
&quot;Ini adalah sesuatu yang bagus. Artinya, APBN akan tetap responsif, membantu rakyat, dunia usaha, dan penanganan Covid-19 tetapi masih tetap menjaga defisit di tingkat yang hati-hati,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
