<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Terbitkan Sukuk Negara hingga Rp1.810,02 Triliun sejak 2008</title><description>Total volume penerbitan surat berharga syariah negara atau sukuk  negara sejak 2008 hingga Juni 2021 telah mencapai Rp1.810,02 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441053/indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441053/indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008"/><item><title>Indonesia Terbitkan Sukuk Negara hingga Rp1.810,02 Triliun sejak 2008</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441053/indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/15/320/2441053/indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008</guid><pubDate>Kamis 15 Juli 2021 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/15/320/2441053/indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008-F74DWGfk00.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Total volume sukuk yang diterbitkan Indonesia mencapai Rp1.810 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/15/320/2441053/indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008-F74DWGfk00.jpg</image><title>Total volume sukuk yang diterbitkan Indonesia mencapai Rp1.810 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Total volume penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara sejak 2008 hingga Juni 2021 telah mencapai Rp1.810,02 triliun atau setara dengan USD124,49 miliar.
&quot;Dari tahun ke tahun, sukuk negara terus berkembang dan terus memainkan peranan yang sangat penting di dalam pembiayaan APBN,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp12,5 Triliun 
 
Dia mengungkapkan, volume dan kontribusi sukuk negara dalam pembiayaan APBN mengalami kenaikan, dari semula hanya Rp4,7 triliun pada awal penerbitan tahun 2008 menjadi Rp360 triliun pada 2020.
Dengan demikian, lanjut dia, SBSN berkontribusi sekitar 20-30% terhadap penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) setiap tahunnya.
Baca Juga: Investasi Sambil Beribadah, Yuk Cek Instrumen SWR002 dengan Kupon 5,57%
 
Sementara itu, total outstanding sukuk negara pada 1 Juli 2021 mencapai Rp1.075,83 triliun atau setara dengan USD73,99 miliar. Angka tersebut merupakan 19% dari total outsanding SBN secara keseluruhan.
Selain itu, menurut dia, kepemilikan investor individu terhadap sukuk negara juga tercatat semakin meningkat dari Rp22,7 triliun menjadi Rp46,48 triliun pada Juni 2021.
Tak hanya di dalam APBN, Bendahara Negara menjelaskan, sukuk negara menjadi instrumen yang sangat penting, stabil, dan dipercaya oleh investor, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Sukuk negara juga berperan dalam menciptakan pendalaman pasar  keuangan, memperluas basis investor, dan bisa menjadi contoh dan pelopor  instrumen investasi yang aman.
Maka dari itu, dia berkomitmen akan terus mengembangkan pasar sukuk  negara disertai upaya perbaikan, mulai dari pengembangan produk untuk  memenuhi berbagai kebutuhan investor.
Produk tersebut antara lain sukuk ritel, sukuk tabungan, sukuk gobal,  project financing sukuk, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), perkembangan  struktur akad sukuk dan fatwa, serta diversifikasi dari underlying aset  sukuk.
&quot;Berbagai upaya ini diharapkan semakin menciptakan alternatif  instrumen yang dibutuhkan investor dalam negeri dan sekaligus juga  memperdalam pasar keuangan, terutama pasar sukuk negara,&quot; kata Sri  Mulyani.
Di sisi lain, pemerintah juga akan terus meningkatkan kualitas  infrastruktur pasar dan metode penerbitan sukuk negara agar dapat  memfasilitasi kebutuhan pendanaan dan memberikan fleksibilitas  penerbitan, sekaligus untuk memberikan tempat investasi yang aman bagi  para investor.</description><content:encoded>JAKARTA - Total volume penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara sejak 2008 hingga Juni 2021 telah mencapai Rp1.810,02 triliun atau setara dengan USD124,49 miliar.
&quot;Dari tahun ke tahun, sukuk negara terus berkembang dan terus memainkan peranan yang sangat penting di dalam pembiayaan APBN,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp12,5 Triliun 
 
Dia mengungkapkan, volume dan kontribusi sukuk negara dalam pembiayaan APBN mengalami kenaikan, dari semula hanya Rp4,7 triliun pada awal penerbitan tahun 2008 menjadi Rp360 triliun pada 2020.
Dengan demikian, lanjut dia, SBSN berkontribusi sekitar 20-30% terhadap penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) setiap tahunnya.
Baca Juga: Investasi Sambil Beribadah, Yuk Cek Instrumen SWR002 dengan Kupon 5,57%
 
Sementara itu, total outstanding sukuk negara pada 1 Juli 2021 mencapai Rp1.075,83 triliun atau setara dengan USD73,99 miliar. Angka tersebut merupakan 19% dari total outsanding SBN secara keseluruhan.
Selain itu, menurut dia, kepemilikan investor individu terhadap sukuk negara juga tercatat semakin meningkat dari Rp22,7 triliun menjadi Rp46,48 triliun pada Juni 2021.
Tak hanya di dalam APBN, Bendahara Negara menjelaskan, sukuk negara menjadi instrumen yang sangat penting, stabil, dan dipercaya oleh investor, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Sukuk negara juga berperan dalam menciptakan pendalaman pasar  keuangan, memperluas basis investor, dan bisa menjadi contoh dan pelopor  instrumen investasi yang aman.
Maka dari itu, dia berkomitmen akan terus mengembangkan pasar sukuk  negara disertai upaya perbaikan, mulai dari pengembangan produk untuk  memenuhi berbagai kebutuhan investor.
Produk tersebut antara lain sukuk ritel, sukuk tabungan, sukuk gobal,  project financing sukuk, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), perkembangan  struktur akad sukuk dan fatwa, serta diversifikasi dari underlying aset  sukuk.
&quot;Berbagai upaya ini diharapkan semakin menciptakan alternatif  instrumen yang dibutuhkan investor dalam negeri dan sekaligus juga  memperdalam pasar keuangan, terutama pasar sukuk negara,&quot; kata Sri  Mulyani.
Di sisi lain, pemerintah juga akan terus meningkatkan kualitas  infrastruktur pasar dan metode penerbitan sukuk negara agar dapat  memfasilitasi kebutuhan pendanaan dan memberikan fleksibilitas  penerbitan, sekaligus untuk memberikan tempat investasi yang aman bagi  para investor.</content:encoded></item></channel></rss>
