<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Pantauan BI: Inflasi Minggu Ketiga Juli 0,01%</title><description>Survei Pemantauan Harga pada minggu III Juli 2021, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441767/hasil-pantauan-bi-inflasi-minggu-ketiga-juli-0-01</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441767/hasil-pantauan-bi-inflasi-minggu-ketiga-juli-0-01"/><item><title>Hasil Pantauan BI: Inflasi Minggu Ketiga Juli 0,01%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441767/hasil-pantauan-bi-inflasi-minggu-ketiga-juli-0-01</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441767/hasil-pantauan-bi-inflasi-minggu-ketiga-juli-0-01</guid><pubDate>Jum'at 16 Juli 2021 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441767/hasil-pantauan-bi-inflasi-minggu-ketiga-juli-0-01-KUcDACtGMN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441767/hasil-pantauan-bi-inflasi-minggu-ketiga-juli-0-01-KUcDACtGMN.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Juli 2021, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga: Juni Diramal Terjadi Deflasi 0,08%
 
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan  perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,45% (yoy).
Rinciannya, penyumbang utama inflasi Juli 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,03% (mtm), tomat, kangkung, bawang merah, bayam, kacang panjang dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp; BI Ramal Deflasi 0,11% di Minggu Ketiga Juni 2021
 
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain daging ayam ras sebesar -0,08% (mtm), telur ayam ras sebesar -0,03% (mtm), emas perhiasan sebesar -0,02% (mtm), jeruk sebesar -0,02% (mtm), cabai merah dan kentang masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/7/2021).Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan  otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran  Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke  waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu  ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,  serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya  tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Juli 2021, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga: Juni Diramal Terjadi Deflasi 0,08%
 
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan  perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,45% (yoy).
Rinciannya, penyumbang utama inflasi Juli 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,03% (mtm), tomat, kangkung, bawang merah, bayam, kacang panjang dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp; BI Ramal Deflasi 0,11% di Minggu Ketiga Juni 2021
 
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain daging ayam ras sebesar -0,08% (mtm), telur ayam ras sebesar -0,03% (mtm), emas perhiasan sebesar -0,02% (mtm), jeruk sebesar -0,02% (mtm), cabai merah dan kentang masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/7/2021).Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan  otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran  Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke  waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu  ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,  serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya  tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
