<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Negara dari Industri Hulu Migas Rp96,7 Triliun di Semester I-2021</title><description>Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi mencapai USD6,67 miliar atau setara Rp96,7 triliun sepanjang semester I 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441832/penerimaan-negara-dari-industri-hulu-migas-rp96-7-triliun-di-semester-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441832/penerimaan-negara-dari-industri-hulu-migas-rp96-7-triliun-di-semester-i-2021"/><item><title>Penerimaan Negara dari Industri Hulu Migas Rp96,7 Triliun di Semester I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441832/penerimaan-negara-dari-industri-hulu-migas-rp96-7-triliun-di-semester-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441832/penerimaan-negara-dari-industri-hulu-migas-rp96-7-triliun-di-semester-i-2021</guid><pubDate>Jum'at 16 Juli 2021 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441832/penerimaan-negara-dari-industri-hulu-migas-rp96-7-triliun-di-semester-i-2021-uFDcsrONyr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri hulu migas sumbang penerimaan negara (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441832/penerimaan-negara-dari-industri-hulu-migas-rp96-7-triliun-di-semester-i-2021-uFDcsrONyr.jpg</image><title>Industri hulu migas sumbang penerimaan negara (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi mencapai USD6,67 miliar atau setara Rp96,7 triliun sepanjang semester I 2021.
&quot;Peneriman negara mencapai USD667 miliar atau ekuivalen sekitar 91% dari target,&quot; kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dilansir dari Antara, Jumat (16/7/2021).
Baca Juga: Harga Gas USD6 Tingkatkan Penerimaan Pajak
 
Jumlah penerima negera yang tinggi itu didukung harga minyak yang berangsur membaik setelah sempat jatuh saat pandemi merebak pada 2020 lalu.
Harga Indonesian Crude Price (ICP) mencapai USD70,23 per barel pada Juni 2021. SKK Migas akan menggunakan momentum harga yang membaik itu untuk mendorong agar KKKS lebih agresif dalam merealisasikan kegiatan operasi hulu migas.
Baca Juga: Penerimaan Negara Tergerus, DEN Usul Harga Gas Dievaluasi
 
Lebih lanjut Dwi menjelaskan penerimaan negara yang maksimal itu merupakan buah usaha hulu migas dalam mengoptimalkan kegiatan dan biaya, antara lain pemilihan prioritas kegiatan work order dan maintenance routine and inspection, efisiensi general administration khususnya akibat adanya pembatasan kegiatan.
&amp;ldquo;Upaya ini berhasil membuat biaya per barel pada Semester I tahun 2021sebesar 12,17 dolar AS per BOE lebih rendah dibandingkan Semester I tahun 2020 sebesar 13,71 dolar AS per BOE,&amp;rdquo; jelas Dwi.Pada Semester I 2021, capaian lifting minyak dan gas bumi rata-rata  sebesar 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau 95% dari  target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD,  sedangkan lifting gas sebesar 5.430 MMSCFD dari target APBN sebesar  5.638 MMSCFD atau tercapai 96%.
SKK Migas dan KKKS berkolaborasi merelaksasikan program Filling The  Gap (FTG) untuk mengejar target lifting. Program itu telah memberikan  tambahan minyak rata-rata 1.900 BOPD.
&quot;Tambahan ini diluar rencana tambahan yang direncanakan dalam work,  program, and budget (WPB) 2021. Ke depan, kami akan meneruskan Program  FTG dan juga mengajak KKKS untuk melakukan akselerasi WPB sehingga  diharapkan bisa memenuhi target APBN 2021,&quot; tegas Dwi.
Selain itu, SKK Migas juga melakukan berbagai usaha lain untuk  mengejar capaian target, seperti mengupayakan tiga insentif hulu migas  agar dapat disetujui oleh pemerintah.
Ketiga insentif tersebut adalah tax holiday untuk pajak penghasilan  di semua wilayah kerja migas, penyesuaian biaya pemanfaatan Kilang LNG  Badak sebesar 0,22 dolar AS per MMBTU, dan dukungan dari kementerian  yang membina industri pendukung hulu migas terhadap pembahasan pajak  bagi usaha penunjang kegiatan hulu migas.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi mencapai USD6,67 miliar atau setara Rp96,7 triliun sepanjang semester I 2021.
&quot;Peneriman negara mencapai USD667 miliar atau ekuivalen sekitar 91% dari target,&quot; kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dilansir dari Antara, Jumat (16/7/2021).
Baca Juga: Harga Gas USD6 Tingkatkan Penerimaan Pajak
 
Jumlah penerima negera yang tinggi itu didukung harga minyak yang berangsur membaik setelah sempat jatuh saat pandemi merebak pada 2020 lalu.
Harga Indonesian Crude Price (ICP) mencapai USD70,23 per barel pada Juni 2021. SKK Migas akan menggunakan momentum harga yang membaik itu untuk mendorong agar KKKS lebih agresif dalam merealisasikan kegiatan operasi hulu migas.
Baca Juga: Penerimaan Negara Tergerus, DEN Usul Harga Gas Dievaluasi
 
Lebih lanjut Dwi menjelaskan penerimaan negara yang maksimal itu merupakan buah usaha hulu migas dalam mengoptimalkan kegiatan dan biaya, antara lain pemilihan prioritas kegiatan work order dan maintenance routine and inspection, efisiensi general administration khususnya akibat adanya pembatasan kegiatan.
&amp;ldquo;Upaya ini berhasil membuat biaya per barel pada Semester I tahun 2021sebesar 12,17 dolar AS per BOE lebih rendah dibandingkan Semester I tahun 2020 sebesar 13,71 dolar AS per BOE,&amp;rdquo; jelas Dwi.Pada Semester I 2021, capaian lifting minyak dan gas bumi rata-rata  sebesar 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau 95% dari  target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD,  sedangkan lifting gas sebesar 5.430 MMSCFD dari target APBN sebesar  5.638 MMSCFD atau tercapai 96%.
SKK Migas dan KKKS berkolaborasi merelaksasikan program Filling The  Gap (FTG) untuk mengejar target lifting. Program itu telah memberikan  tambahan minyak rata-rata 1.900 BOPD.
&quot;Tambahan ini diluar rencana tambahan yang direncanakan dalam work,  program, and budget (WPB) 2021. Ke depan, kami akan meneruskan Program  FTG dan juga mengajak KKKS untuk melakukan akselerasi WPB sehingga  diharapkan bisa memenuhi target APBN 2021,&quot; tegas Dwi.
Selain itu, SKK Migas juga melakukan berbagai usaha lain untuk  mengejar capaian target, seperti mengupayakan tiga insentif hulu migas  agar dapat disetujui oleh pemerintah.
Ketiga insentif tersebut adalah tax holiday untuk pajak penghasilan  di semua wilayah kerja migas, penyesuaian biaya pemanfaatan Kilang LNG  Badak sebesar 0,22 dolar AS per MMBTU, dan dukungan dari kementerian  yang membina industri pendukung hulu migas terhadap pembahasan pajak  bagi usaha penunjang kegiatan hulu migas.</content:encoded></item></channel></rss>
