<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkaca dari Kisah Asep, Sandiaga Uno Adakan Pelatihan bagi Pelaku Usaha Parekraf</title><description>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga uno menyoroti kisah Asep Lutfi Suparman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441854/berkaca-dari-kisah-asep-sandiaga-uno-adakan-pelatihan-bagi-pelaku-usaha-parekraf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441854/berkaca-dari-kisah-asep-sandiaga-uno-adakan-pelatihan-bagi-pelaku-usaha-parekraf"/><item><title>Berkaca dari Kisah Asep, Sandiaga Uno Adakan Pelatihan bagi Pelaku Usaha Parekraf</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441854/berkaca-dari-kisah-asep-sandiaga-uno-adakan-pelatihan-bagi-pelaku-usaha-parekraf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441854/berkaca-dari-kisah-asep-sandiaga-uno-adakan-pelatihan-bagi-pelaku-usaha-parekraf</guid><pubDate>Jum'at 16 Juli 2021 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441854/berkaca-dari-kisah-asep-sandiaga-uno-adakan-pelatihan-bagi-pelaku-usaha-parekraf-y5TZV1487i.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno meminta adanya pelatihan untuk pelaku ekonomi kreatif (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441854/berkaca-dari-kisah-asep-sandiaga-uno-adakan-pelatihan-bagi-pelaku-usaha-parekraf-y5TZV1487i.jpeg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno meminta adanya pelatihan untuk pelaku ekonomi kreatif (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga uno menyoroti kisah Asep Lutfi Suparman (23) pemilik kedai kopi asal Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya yang memilih dipenjara ketimbang membayar denda Rp5 juta. Menurut Sandi, negara harus hadir untuk menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kisah Asep dan ayahnya, Agus Suparman (56) katanya harus menjadi perhatian seluruh pihak, terlebih jajarannya di Kemenparekraf yang merupakan pemangku kebijakan untuk sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Sandiaga Uno Kolaborasi dengan Perbankan Tingkatkan Ekonomi Kreatif
 
Inovasi, adaptasi dan kolaborasi katanya harus segera dihadirkan kepada masyarakat. Lewat pelatihan dan pendampingan, dirinya berharap para pelaku ekonomi kreatif dapat tetap berusaha dengan tetap mematuhi ketentuan pemerintah.
&quot;Ini menuntut kita semua untuk memikirkan langkah-langkah meningkatkan keterampilan untuk Asep-Asep lainnya. Mungkin ada jutaan Asep lainnya di seluruh Indonesia yang harus kita tingkatkan ketrampilannya dalam menghadapi PPKM darurat ini,&quot; ungkap Sandiaga Uno.
Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Umat Doakan Keselamatan Bangsa Hadapi Pandemi Covid-19
 
&quot;Bagaimana bisa menghasilkan pendapatan, baik itu sebagai penjual kopi atau dia bisa menggunakan sistem digitalisasi melalui penjualan online atau membuat konten-konten yang kreatif,&quot; tambahnya.
Selaku Menparekraf Republik Indonesia, dirinya menegaskan akan berada di garda terdepan untuk membantu masyarakat, termasuk memaksimalkan peluang-peluang seperti ini yang dihadapi oleh Asep yang nasibnya kini memprihatinkan.Tujuannya diungkapkan Sandiaga Uno agar para pelaku usaha parekraf  bisa membangun kembali keterampilan yang diperlukan untuk masa depan.
Selain itu, dirinya meminta agar membangun kembali satu kepemimpinan  yang dapat mengambil keputusan yang berpihak, tegas, dan kuat, tapi  memberikan pencerahan.
Selanjutnya memastikan masyarakat mematuhi PPKM Darurat dengan  langkah-langkah yang manusiawi, humanis serta langkah-langkah yang  memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
&quot;Tekan emosi, kita harus mampu untuk berpikir dengan kepala yang  dingin, hati yang sejuk dan saya yakin kita dapat membangun kembali  ekonomi kita lebih kuat di masa depan, tentunya lebih adil dan modern,&quot;  ungkap Sandiaga Uno.
&quot;Ini tidak bisa terjadi dengan cara-cara lama atau ide-ide lama yang  sama, kita harus lebih merangkul, kita harus lahiran pemimpin-pemimpin  baru,&quot; tegasnya.
Kepemimpinan tersebut meliputi seluruh jenjang, mulai dari kepala desa hingga pemimpin daerah. Sehingga, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil senyatanya demi kebaikan masyarakat.
&quot;Jadi kebijakan ini walaupun tegas, tapi dekat dengan masyarakat,  seandainya kita melakukan penertiban tentunya harus dibekali dengan  sembako atau beberapa bantuan yang diperlukan oleh masyarakat agar  mereka bisa berada di rumah saja, mematuhi PPKM darurat ini tapi  ekonominya terjamin dan ini harus dijalankan dengan program yang lebih  baik,&quot; paparnya.Dirinya berharap agar jajarannya bisa bergerak dan membantu masyarakat yang kini mengalami kesulitan.
Harapan tersebut pun ditujukan kepada seluruh kementerian dan lembaga   serta para pejabat pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk   menjalankan semua program bagi masyarakat yang membutuhkan.
&quot;Presiden Jokowi sedang memberikan contoh, dengan beberapa langkahnya   yang inovatif. Mari kita bekerja lebih keras lagi, bekerja lebih  cerdas  lagi, Insya Allah bekerja tuntas mengendalikan covid119 dan kita   serahkan secara ikhlas kepada Allah SWT hasilnya,&quot; ungkap Sandiaga  Uno.
&quot;Saya yakin hasilnya akan sangat baik untuk bangsa ini bangkit di   saat sulit, menang melawan covid, together yes we can do it,&quot; tutupnya   bersemangat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga uno menyoroti kisah Asep Lutfi Suparman (23) pemilik kedai kopi asal Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya yang memilih dipenjara ketimbang membayar denda Rp5 juta. Menurut Sandi, negara harus hadir untuk menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kisah Asep dan ayahnya, Agus Suparman (56) katanya harus menjadi perhatian seluruh pihak, terlebih jajarannya di Kemenparekraf yang merupakan pemangku kebijakan untuk sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Sandiaga Uno Kolaborasi dengan Perbankan Tingkatkan Ekonomi Kreatif
 
Inovasi, adaptasi dan kolaborasi katanya harus segera dihadirkan kepada masyarakat. Lewat pelatihan dan pendampingan, dirinya berharap para pelaku ekonomi kreatif dapat tetap berusaha dengan tetap mematuhi ketentuan pemerintah.
&quot;Ini menuntut kita semua untuk memikirkan langkah-langkah meningkatkan keterampilan untuk Asep-Asep lainnya. Mungkin ada jutaan Asep lainnya di seluruh Indonesia yang harus kita tingkatkan ketrampilannya dalam menghadapi PPKM darurat ini,&quot; ungkap Sandiaga Uno.
Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Umat Doakan Keselamatan Bangsa Hadapi Pandemi Covid-19
 
&quot;Bagaimana bisa menghasilkan pendapatan, baik itu sebagai penjual kopi atau dia bisa menggunakan sistem digitalisasi melalui penjualan online atau membuat konten-konten yang kreatif,&quot; tambahnya.
Selaku Menparekraf Republik Indonesia, dirinya menegaskan akan berada di garda terdepan untuk membantu masyarakat, termasuk memaksimalkan peluang-peluang seperti ini yang dihadapi oleh Asep yang nasibnya kini memprihatinkan.Tujuannya diungkapkan Sandiaga Uno agar para pelaku usaha parekraf  bisa membangun kembali keterampilan yang diperlukan untuk masa depan.
Selain itu, dirinya meminta agar membangun kembali satu kepemimpinan  yang dapat mengambil keputusan yang berpihak, tegas, dan kuat, tapi  memberikan pencerahan.
Selanjutnya memastikan masyarakat mematuhi PPKM Darurat dengan  langkah-langkah yang manusiawi, humanis serta langkah-langkah yang  memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
&quot;Tekan emosi, kita harus mampu untuk berpikir dengan kepala yang  dingin, hati yang sejuk dan saya yakin kita dapat membangun kembali  ekonomi kita lebih kuat di masa depan, tentunya lebih adil dan modern,&quot;  ungkap Sandiaga Uno.
&quot;Ini tidak bisa terjadi dengan cara-cara lama atau ide-ide lama yang  sama, kita harus lebih merangkul, kita harus lahiran pemimpin-pemimpin  baru,&quot; tegasnya.
Kepemimpinan tersebut meliputi seluruh jenjang, mulai dari kepala desa hingga pemimpin daerah. Sehingga, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil senyatanya demi kebaikan masyarakat.
&quot;Jadi kebijakan ini walaupun tegas, tapi dekat dengan masyarakat,  seandainya kita melakukan penertiban tentunya harus dibekali dengan  sembako atau beberapa bantuan yang diperlukan oleh masyarakat agar  mereka bisa berada di rumah saja, mematuhi PPKM darurat ini tapi  ekonominya terjamin dan ini harus dijalankan dengan program yang lebih  baik,&quot; paparnya.Dirinya berharap agar jajarannya bisa bergerak dan membantu masyarakat yang kini mengalami kesulitan.
Harapan tersebut pun ditujukan kepada seluruh kementerian dan lembaga   serta para pejabat pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk   menjalankan semua program bagi masyarakat yang membutuhkan.
&quot;Presiden Jokowi sedang memberikan contoh, dengan beberapa langkahnya   yang inovatif. Mari kita bekerja lebih keras lagi, bekerja lebih  cerdas  lagi, Insya Allah bekerja tuntas mengendalikan covid119 dan kita   serahkan secara ikhlas kepada Allah SWT hasilnya,&quot; ungkap Sandiaga  Uno.
&quot;Saya yakin hasilnya akan sangat baik untuk bangsa ini bangkit di   saat sulit, menang melawan covid, together yes we can do it,&quot; tutupnya   bersemangat.</content:encoded></item></channel></rss>
