<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lifting Migas Semester I-2021 Tak Capai Target</title><description>Capaian lifting migas pada semester I/2021 rata-rata 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441914/lifting-migas-semester-i-2021-tak-capai-target</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441914/lifting-migas-semester-i-2021-tak-capai-target"/><item><title>Lifting Migas Semester I-2021 Tak Capai Target</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441914/lifting-migas-semester-i-2021-tak-capai-target</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/16/320/2441914/lifting-migas-semester-i-2021-tak-capai-target</guid><pubDate>Jum'at 16 Juli 2021 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441914/lifting-migas-semester-i-2021-tak-capai-target-eDY0QUBHO3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target lifting migas tak tercapai (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/16/320/2441914/lifting-migas-semester-i-2021-tak-capai-target-eDY0QUBHO3.jpg</image><title>Target lifting migas tak tercapai (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Capaian lifting migas pada semester I/2021 rata-rata 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan lifting minyak sebesar 667.000 barel minyak per hari (BOPD), atau 95% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705.000 BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.430 MMSCFD dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 96%.
Baca Juga:&amp;nbsp; Realisasi Lifting Migas Tembus 1.682 Mboepd di 2020
 
Untuk mengejar capaian target lifting, SKK Migas dan KKKS tengah bahu membahu merealisasikan program Filling The Gap (FTG) dan mengupayakan 3 insentif hulu migas agar dapat disetujui oleh pemerintah .
Baca Juga: Renungan Akhir Tahun 2020: Bidang Minyak dan Gas Bumi, Eksplorasi hingga Petroleum Refinerry
 
&quot;Melalui Program FTG, telah ada tambahan minyak rata-rata 1.900 BOPD. Tambahan ini diluar rencana tambahan yang direncanakan dalam WP&amp;amp;B (Work, Program, &amp;amp; Budget) 2021. Ke depan, kami akan meneruskan Program FTG dan juga mengajak KKKS untuk melakukan akselerasi WP&amp;amp;B-nya sehingga diharapkan target APBN 2021 dapat terpenuhi,&quot; ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam konferensi pers, Jumat (16/7/2021).
Selain program FTG, usaha lain yang dilakukan SKK Migas untuk  mengejar capaian target adalah mengupayakan 3 insentif hulu migas agar  dapat disetujui oleh pemerintah.
Dwi menuturkan, SKK Migas akan mengupayakan ketiga insentif hulu  migas agar dapat disetujui oleh pemerintah. Adapun ketiga insentif  tersebut adalah tax holiday untuk pajak penghasilan di semua wilayah  kerja migas, penyesuaian biaya pemanfaatan Kilang LNG Badak sebesar  US$0,22 per MMBTU, dan dukungan dari kementerian yang membina industri  pendukung hulu migas (industri baja, rig, jasa dan service) terhadap  pembahasan pajak bagi usaha penunjang kegiatan hulu migas.</description><content:encoded>JAKARTA - Capaian lifting migas pada semester I/2021 rata-rata 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan lifting minyak sebesar 667.000 barel minyak per hari (BOPD), atau 95% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705.000 BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.430 MMSCFD dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 96%.
Baca Juga:&amp;nbsp; Realisasi Lifting Migas Tembus 1.682 Mboepd di 2020
 
Untuk mengejar capaian target lifting, SKK Migas dan KKKS tengah bahu membahu merealisasikan program Filling The Gap (FTG) dan mengupayakan 3 insentif hulu migas agar dapat disetujui oleh pemerintah .
Baca Juga: Renungan Akhir Tahun 2020: Bidang Minyak dan Gas Bumi, Eksplorasi hingga Petroleum Refinerry
 
&quot;Melalui Program FTG, telah ada tambahan minyak rata-rata 1.900 BOPD. Tambahan ini diluar rencana tambahan yang direncanakan dalam WP&amp;amp;B (Work, Program, &amp;amp; Budget) 2021. Ke depan, kami akan meneruskan Program FTG dan juga mengajak KKKS untuk melakukan akselerasi WP&amp;amp;B-nya sehingga diharapkan target APBN 2021 dapat terpenuhi,&quot; ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam konferensi pers, Jumat (16/7/2021).
Selain program FTG, usaha lain yang dilakukan SKK Migas untuk  mengejar capaian target adalah mengupayakan 3 insentif hulu migas agar  dapat disetujui oleh pemerintah.
Dwi menuturkan, SKK Migas akan mengupayakan ketiga insentif hulu  migas agar dapat disetujui oleh pemerintah. Adapun ketiga insentif  tersebut adalah tax holiday untuk pajak penghasilan di semua wilayah  kerja migas, penyesuaian biaya pemanfaatan Kilang LNG Badak sebesar  US$0,22 per MMBTU, dan dukungan dari kementerian yang membina industri  pendukung hulu migas (industri baja, rig, jasa dan service) terhadap  pembahasan pajak bagi usaha penunjang kegiatan hulu migas.</content:encoded></item></channel></rss>
