<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akurasi Data Jadi Syarat Percepatan Penyaluran Bansos PPKM Darurat</title><description>Akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) akan mempercepat realisasi penyaluran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2442973/akurasi-data-jadi-syarat-percepatan-penyaluran-bansos-ppkm-darurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2442973/akurasi-data-jadi-syarat-percepatan-penyaluran-bansos-ppkm-darurat"/><item><title>Akurasi Data Jadi Syarat Percepatan Penyaluran Bansos PPKM Darurat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2442973/akurasi-data-jadi-syarat-percepatan-penyaluran-bansos-ppkm-darurat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2442973/akurasi-data-jadi-syarat-percepatan-penyaluran-bansos-ppkm-darurat</guid><pubDate>Senin 19 Juli 2021 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/19/320/2442973/akurasi-data-jadi-syarat-percepatan-penyaluran-bansos-ppkm-darurat-i7Z6FtsVX1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran Bansos memerlukan data penerima yang akurat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/19/320/2442973/akurasi-data-jadi-syarat-percepatan-penyaluran-bansos-ppkm-darurat-i7Z6FtsVX1.jpg</image><title>Penyaluran Bansos memerlukan data penerima yang akurat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) akan mempercepat realisasi penyaluran. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, penyaluran bantuan sosial yang selama ini belum optimal hanya bisa dipercepat apabila pemerintah sudah bisa membangun sistem berdasarkan data yang akurat.
Baca Juga: Sambut Baik Penambahan Anggaran Bansos, Ketua DPD: Segera Bagikan Bantuan ke Masyarakat
 
&quot;Selama sistem belum dibangun dan data yang dipergunakan masih simpang siur, persoalan penyaluran bansos ini akan terus terjadi,&quot; kata Piter dilansir dari Antara, Senin (19/7/2021).
Pemerintah menyalurkan bansos untuk mengurangi beban masyarakat karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang bertujuan mengurangi penularan COVID-19.
Baca Juga: Antisipasi Bertambahnya Orang Miskin, Bansos Tunai Harus Naik Jadi Rp1,5 Juta
 
Piter memastikan opsi pemerintah dalam memilih PPKM Darurat bertujuan untuk meminimalkan dampak COVID-19 terhadap perekonomian.
&quot;Dibandingkan lockdown total, PPKM Darurat sudah sangat mempertimbangkan dampak negatif ke ekonomi. Pilihannya memang pemerintah harus memprioritaskan kesehatan masyarakat terlebih dahulu ketimbang ekonomi,&quot; imbuh Piter.
Dia tidak memungkiri bahwa keputusan itu memiliki dampak lanjutan  seperti pelaku usaha yang berpotensi merumahkan kembali karyawan, bahkan  melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Namun, ketika angka kasus positif COVID-19 telah menurun, Piter  optimistis perekonomian akan kembali bergerak seiring dengan  pemberhentian kebijakan PPKM Darurat.
&quot;Jadi dampak dari PPKM Darurat kepada ekonomi memang sangat besar.  PPKM Darurat menurunkan konsumsi dan produksi. Tetapi disisi lain PPKM  Darurat akan menurunkan angka penularan dan ketika PPKM Darurat  dihentikan perekonomian akan bergerak kembali,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman  dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan memberikan bansos  tambahan senilai Rp39,19 triliun.
Luhut yang juga Koordinator PPKM Darurat mengatakan Presiden Jokowi  telah memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri  Sosial Tri Rismaharini untuk segera menyalurkan bansos tambahan itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) akan mempercepat realisasi penyaluran. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, penyaluran bantuan sosial yang selama ini belum optimal hanya bisa dipercepat apabila pemerintah sudah bisa membangun sistem berdasarkan data yang akurat.
Baca Juga: Sambut Baik Penambahan Anggaran Bansos, Ketua DPD: Segera Bagikan Bantuan ke Masyarakat
 
&quot;Selama sistem belum dibangun dan data yang dipergunakan masih simpang siur, persoalan penyaluran bansos ini akan terus terjadi,&quot; kata Piter dilansir dari Antara, Senin (19/7/2021).
Pemerintah menyalurkan bansos untuk mengurangi beban masyarakat karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang bertujuan mengurangi penularan COVID-19.
Baca Juga: Antisipasi Bertambahnya Orang Miskin, Bansos Tunai Harus Naik Jadi Rp1,5 Juta
 
Piter memastikan opsi pemerintah dalam memilih PPKM Darurat bertujuan untuk meminimalkan dampak COVID-19 terhadap perekonomian.
&quot;Dibandingkan lockdown total, PPKM Darurat sudah sangat mempertimbangkan dampak negatif ke ekonomi. Pilihannya memang pemerintah harus memprioritaskan kesehatan masyarakat terlebih dahulu ketimbang ekonomi,&quot; imbuh Piter.
Dia tidak memungkiri bahwa keputusan itu memiliki dampak lanjutan  seperti pelaku usaha yang berpotensi merumahkan kembali karyawan, bahkan  melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Namun, ketika angka kasus positif COVID-19 telah menurun, Piter  optimistis perekonomian akan kembali bergerak seiring dengan  pemberhentian kebijakan PPKM Darurat.
&quot;Jadi dampak dari PPKM Darurat kepada ekonomi memang sangat besar.  PPKM Darurat menurunkan konsumsi dan produksi. Tetapi disisi lain PPKM  Darurat akan menurunkan angka penularan dan ketika PPKM Darurat  dihentikan perekonomian akan bergerak kembali,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman  dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan memberikan bansos  tambahan senilai Rp39,19 triliun.
Luhut yang juga Koordinator PPKM Darurat mengatakan Presiden Jokowi  telah memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri  Sosial Tri Rismaharini untuk segera menyalurkan bansos tambahan itu.</content:encoded></item></channel></rss>
