<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Jalur Kereta Bandara YIA Dipercepat</title><description>Pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Kedundang-Bandara  Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, DIY, sudah mencapai  96,35%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2443061/proyek-jalur-kereta-bandara-yia-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2443061/proyek-jalur-kereta-bandara-yia-dipercepat"/><item><title>Proyek Jalur Kereta Bandara YIA Dipercepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2443061/proyek-jalur-kereta-bandara-yia-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2443061/proyek-jalur-kereta-bandara-yia-dipercepat</guid><pubDate>Senin 19 Juli 2021 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/19/320/2443061/proyek-jalur-kereta-bandara-yia-dipercepat-lNQ0tBzNbE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">kereta Bandara (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/19/320/2443061/proyek-jalur-kereta-bandara-yia-dipercepat-lNQ0tBzNbE.jpg</image><title>kereta Bandara (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Kedundang sampai Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, DIY, sudah mencapai 96,35%, sehingga siap difungsikan pada 17 Agustus 2021.
PPK Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Area 1 Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Dheky Martin mengatakan untuk trek di jalur hilir atau yang berada di kawasan bandara sudah rampung 100%.
Baca Juga:&amp;nbsp; Catat Ya! Mulai Hari Ini, Kereta Bandara Soetta dan Kualanamu Kembali Beroperasi
 
Sedangkan, di jalur hulu atau di sekitar Stasiun Kedundang ke arah bandara masih dalam proses pengerjaan.
&quot;Hari ini, kami melakukan uji coba coba lokomotif dan uji coba sarana kereta rel diesel (KRD) yang nantinya akan digunakan untuk kereta api Bandara Internasional Yogyakarta. Uji coba ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti,&quot; kata Dheky dilansir dari Antara, Senin (19/7/2021).
Baca Juga: Stop Selama Peniadaan Mudik, Kereta Bandara Kembali Beroperasi 18 Mei 2021 
 
Pembangunan jalur kereta bandara ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang dimulai sejak Desember 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp1,1 triliun.
Jalur ini bisa mempersingkat perjalanan dari bandara menuju Kota Yogyakarta maupun sebaliknya menjadi hanya 45 menit dibanding melewati jalan raya antara 60-90 menit.
Dheky mengatakan dalam uji coba perdana ini, lokomotif dipacu dengan  kecepatan 20-40 kilometer per jam. Sedangkan, kecepatan KRD berkisar  40-60 km per jam.
Keduanya melaju secara bergantian di trek sepanjang lima kilometer  yang menghubungkan antara Stasiun Kedundang dengan Bandara Internasional  Yogyakarta.
&quot;Kami menargetkan rangkaian uji coba hingga kepastian jalur itu layak  digunakan bisa selesai pada awal Agustus 2021. Setelah proses itu  kelar, baru kemudian peresmian jalur yang direncanakan 17 Agustus 2021  mendatang,&quot; katanya.
Dheky mengakui pemasangan trek di jalur hulu memakan waktu lebih lama  dibandingkan hilir lantaran terkendala bahan baku oksigen untuk  pengelasannya.
Karena itu, pihaknya sudah mendatangkan alat flash butt welder guna  mempercepat proses pemasangan. Jalur hulu masih kurang sekitar 700 meter  atau sekitar 120 titik pengelasan lagi.
Alat itu digunakan dalam proses pengelasan berbasis listrik, sehingga  pengelasan yang sebelumnya terhambat sudah bisa dikerjakan dan alat ini  dalam sehari bisa menyelesaikan sampai 40 titik.
&quot;Kami optimistis tiga hari ke depan trek hulu bisa selesa semua,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Kedundang sampai Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, DIY, sudah mencapai 96,35%, sehingga siap difungsikan pada 17 Agustus 2021.
PPK Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Area 1 Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Dheky Martin mengatakan untuk trek di jalur hilir atau yang berada di kawasan bandara sudah rampung 100%.
Baca Juga:&amp;nbsp; Catat Ya! Mulai Hari Ini, Kereta Bandara Soetta dan Kualanamu Kembali Beroperasi
 
Sedangkan, di jalur hulu atau di sekitar Stasiun Kedundang ke arah bandara masih dalam proses pengerjaan.
&quot;Hari ini, kami melakukan uji coba coba lokomotif dan uji coba sarana kereta rel diesel (KRD) yang nantinya akan digunakan untuk kereta api Bandara Internasional Yogyakarta. Uji coba ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti,&quot; kata Dheky dilansir dari Antara, Senin (19/7/2021).
Baca Juga: Stop Selama Peniadaan Mudik, Kereta Bandara Kembali Beroperasi 18 Mei 2021 
 
Pembangunan jalur kereta bandara ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang dimulai sejak Desember 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp1,1 triliun.
Jalur ini bisa mempersingkat perjalanan dari bandara menuju Kota Yogyakarta maupun sebaliknya menjadi hanya 45 menit dibanding melewati jalan raya antara 60-90 menit.
Dheky mengatakan dalam uji coba perdana ini, lokomotif dipacu dengan  kecepatan 20-40 kilometer per jam. Sedangkan, kecepatan KRD berkisar  40-60 km per jam.
Keduanya melaju secara bergantian di trek sepanjang lima kilometer  yang menghubungkan antara Stasiun Kedundang dengan Bandara Internasional  Yogyakarta.
&quot;Kami menargetkan rangkaian uji coba hingga kepastian jalur itu layak  digunakan bisa selesai pada awal Agustus 2021. Setelah proses itu  kelar, baru kemudian peresmian jalur yang direncanakan 17 Agustus 2021  mendatang,&quot; katanya.
Dheky mengakui pemasangan trek di jalur hulu memakan waktu lebih lama  dibandingkan hilir lantaran terkendala bahan baku oksigen untuk  pengelasannya.
Karena itu, pihaknya sudah mendatangkan alat flash butt welder guna  mempercepat proses pemasangan. Jalur hulu masih kurang sekitar 700 meter  atau sekitar 120 titik pengelasan lagi.
Alat itu digunakan dalam proses pengelasan berbasis listrik, sehingga  pengelasan yang sebelumnya terhambat sudah bisa dikerjakan dan alat ini  dalam sehari bisa menyelesaikan sampai 40 titik.
&quot;Kami optimistis tiga hari ke depan trek hulu bisa selesa semua,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
