<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Indeks Utama Wall Street Anjlok Akibat Aksi Jual Saham</title><description>Wall Street anjlok karena lonjakan COVID-19 varian Delta memicu aksi jual saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/278/2443205/3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/278/2443205/3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham"/><item><title>3 Indeks Utama Wall Street Anjlok Akibat Aksi Jual Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/278/2443205/3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/278/2443205/3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham</guid><pubDate>Selasa 20 Juli 2021 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/20/278/2443205/3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham-w8eEPtfjBE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Anjlok karena Meningkatnya Kasus Covid Varian Delta. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/20/278/2443205/3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham-w8eEPtfjBE.jpg</image><title>Wall Street Anjlok karena Meningkatnya Kasus Covid Varian Delta. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Wall Street anjlok karena lonjakan COVID-19 varian Delta memicu aksi jual saham.
Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi dengan penurunan tajam. Di mana S&amp;amp;P dan Nasdaq mengalami penurunan dengan persentase terbesar sejak pertengahan Mei.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Anjlok Akibat Tingginya Kasus Covid-19 Varian Delta
Dow Jones Industrial Average turun 725,81 poin atau 2,09% menjadi 33.962,04, S&amp;amp;P 500 kehilangan 68,67 poin atau 1,59% menjadi 4.258,49. Sedangkan Nasdaq Composite turun 152,25 poin atau 1,06% menjadi 14.274,98.
11 sektor utama di S&amp;amp;P 500 ditutup melemah. Saham energi turun 3,6% terbebani jatuhnya harga minyak mentah. Kemudian saham blue-chip pada indeks Dow mengalami pergerakan terburuk dalam hampir sembilan bulan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Saham Amazon dan Facebook Lesu, Nasdaq Berakhir Melemah
&quot;Sebagian besar terkait dengan Delta (varian). Hal ini membuat kekhawatiran bahwa mungkin ekonomi tidak akan pulih secepat yang dipikirkan semua orang,&quot; kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, dilansir dari Reuters, Selasa (20/7/2021).
Varian Delta Covid-19 sangat menular, bahkan sekarang dominan di seluruh dunia. Varian Delta pun menyebabkan lonjakan infeksi dan kematian baru.&amp;ldquo;Ketersediaan vaksin secara global telah menjadi masalah sejak hari pertama. Itu sudah lama di luar sana. Ini adalah iterasi terbaru dari itu,&quot; ujar Nolte.
Melonjaknya kasus Covid varian Delta membuat saham perjalanan dan liburan jatuh. Ideks S&amp;amp;P 1500 Airline turun 3,8% dan indeks S&amp;amp;P 1500 Hotel and Restaurant turun 2,7%.
Adapun volume di bursa AS mencapai 12,02 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,17 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Wall Street anjlok karena lonjakan COVID-19 varian Delta memicu aksi jual saham.
Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi dengan penurunan tajam. Di mana S&amp;amp;P dan Nasdaq mengalami penurunan dengan persentase terbesar sejak pertengahan Mei.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Anjlok Akibat Tingginya Kasus Covid-19 Varian Delta
Dow Jones Industrial Average turun 725,81 poin atau 2,09% menjadi 33.962,04, S&amp;amp;P 500 kehilangan 68,67 poin atau 1,59% menjadi 4.258,49. Sedangkan Nasdaq Composite turun 152,25 poin atau 1,06% menjadi 14.274,98.
11 sektor utama di S&amp;amp;P 500 ditutup melemah. Saham energi turun 3,6% terbebani jatuhnya harga minyak mentah. Kemudian saham blue-chip pada indeks Dow mengalami pergerakan terburuk dalam hampir sembilan bulan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Saham Amazon dan Facebook Lesu, Nasdaq Berakhir Melemah
&quot;Sebagian besar terkait dengan Delta (varian). Hal ini membuat kekhawatiran bahwa mungkin ekonomi tidak akan pulih secepat yang dipikirkan semua orang,&quot; kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, dilansir dari Reuters, Selasa (20/7/2021).
Varian Delta Covid-19 sangat menular, bahkan sekarang dominan di seluruh dunia. Varian Delta pun menyebabkan lonjakan infeksi dan kematian baru.&amp;ldquo;Ketersediaan vaksin secara global telah menjadi masalah sejak hari pertama. Itu sudah lama di luar sana. Ini adalah iterasi terbaru dari itu,&quot; ujar Nolte.
Melonjaknya kasus Covid varian Delta membuat saham perjalanan dan liburan jatuh. Ideks S&amp;amp;P 1500 Airline turun 3,8% dan indeks S&amp;amp;P 1500 Hotel and Restaurant turun 2,7%.
Adapun volume di bursa AS mencapai 12,02 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,17 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
