<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Evaluasi PPKM Darurat, KPCPEN: Ada Masalah Kedisiplinan</title><description>Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mengatisipasi penyebaran Covid-19 di Jawa-Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/320/2443426/evaluasi-ppkm-darurat-kpcpen-ada-masalah-kedisiplinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/320/2443426/evaluasi-ppkm-darurat-kpcpen-ada-masalah-kedisiplinan"/><item><title>Evaluasi PPKM Darurat, KPCPEN: Ada Masalah Kedisiplinan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/320/2443426/evaluasi-ppkm-darurat-kpcpen-ada-masalah-kedisiplinan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/20/320/2443426/evaluasi-ppkm-darurat-kpcpen-ada-masalah-kedisiplinan</guid><pubDate>Selasa 20 Juli 2021 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/20/320/2443426/evaluasi-ppkm-darurat-kpcpen-ada-masalah-kedisiplinan-8bpgn03aSJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PPKM Darurat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/20/320/2443426/evaluasi-ppkm-darurat-kpcpen-ada-masalah-kedisiplinan-8bpgn03aSJ.jpg</image><title>PPKM Darurat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mengatisipasi penyebaran Covid-19 di Jawa-Bali dan 15 daerah lain akan berakhir pada hari ini, Selasa 20 Juli 2021.
Meskipun angka infeksi sempat turun pada masa sebelum PPKM Darurat, pemerintah dinilai masih sulit mendisiplinkan publik untuk taat terhadap protokol kesehatan, terutama untuk mengantisipasi varian delta.
&quot;Kita evaluasi memang tidak mudah untuk langsung mendisiplinkan kembali. Kita pernah agak longgar pada Februari-Mei turun, kemudian naik lagi di pertengahan Juli dan terus naik,&quot; kata Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, secara virtual, Selasa (20/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Putuskan Perpanjangan PPKM Darurat, Luhut: Setiap Strategi Perlu Dievaluasi
Raden menyebut bahwa ada masalah kedisiplinan dalam mengubah masyarakat yang pada awalnya longgar untuk diketatkan kembali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut: 60% Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan Sudah Luar Biasa
&quot;Jadi mengubah masyarakat yang sudah rileks tiba-tiba kita ketatkan itu tidak mudah, kita menghadapi permasalahan kedisiplinan,&quot; ungkapnya.
Namun demikian, Raden mengatakan bahwa secara gradual ada perbaikan dari tingkat kepatuhan yang awalnya sangat rendah menjadi sadar bahwa ini adalah tanggungjawab bersama.
&quot;Jadi kalau hanya ada sekelompok orang saja yang mau melakukan protokol kesehatan, disiplin, dan menjaga diri, orang lain nanti akan bilang kok tidak berkontribnusi untuk untuk kepentingan bersama,&quot; jelas Raden.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mengatisipasi penyebaran Covid-19 di Jawa-Bali dan 15 daerah lain akan berakhir pada hari ini, Selasa 20 Juli 2021.
Meskipun angka infeksi sempat turun pada masa sebelum PPKM Darurat, pemerintah dinilai masih sulit mendisiplinkan publik untuk taat terhadap protokol kesehatan, terutama untuk mengantisipasi varian delta.
&quot;Kita evaluasi memang tidak mudah untuk langsung mendisiplinkan kembali. Kita pernah agak longgar pada Februari-Mei turun, kemudian naik lagi di pertengahan Juli dan terus naik,&quot; kata Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, secara virtual, Selasa (20/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Putuskan Perpanjangan PPKM Darurat, Luhut: Setiap Strategi Perlu Dievaluasi
Raden menyebut bahwa ada masalah kedisiplinan dalam mengubah masyarakat yang pada awalnya longgar untuk diketatkan kembali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut: 60% Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan Sudah Luar Biasa
&quot;Jadi mengubah masyarakat yang sudah rileks tiba-tiba kita ketatkan itu tidak mudah, kita menghadapi permasalahan kedisiplinan,&quot; ungkapnya.
Namun demikian, Raden mengatakan bahwa secara gradual ada perbaikan dari tingkat kepatuhan yang awalnya sangat rendah menjadi sadar bahwa ini adalah tanggungjawab bersama.
&quot;Jadi kalau hanya ada sekelompok orang saja yang mau melakukan protokol kesehatan, disiplin, dan menjaga diri, orang lain nanti akan bilang kok tidak berkontribnusi untuk untuk kepentingan bersama,&quot; jelas Raden.</content:encoded></item></channel></rss>
