<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Negara Baru Rp886 Triliun, Defisit APBN Rp283,2 Triliun di Semester I-2021</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit APBN pada semester I-2021 mencapai Rp283,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/21/320/2443940/pendapatan-negara-baru-rp886-triliun-defisit-apbn-rp283-2-triliun-di-semester-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/21/320/2443940/pendapatan-negara-baru-rp886-triliun-defisit-apbn-rp283-2-triliun-di-semester-i-2021"/><item><title>Pendapatan Negara Baru Rp886 Triliun, Defisit APBN Rp283,2 Triliun di Semester I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/21/320/2443940/pendapatan-negara-baru-rp886-triliun-defisit-apbn-rp283-2-triliun-di-semester-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/21/320/2443940/pendapatan-negara-baru-rp886-triliun-defisit-apbn-rp283-2-triliun-di-semester-i-2021</guid><pubDate>Rabu 21 Juli 2021 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/21/320/2443940/pendapatan-negara-baru-rp886-triliun-defisit-apbn-rp283-2-triliun-di-semester-i-2021-ysYvUt2Jy3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani soal Defisit APBN (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/21/320/2443940/pendapatan-negara-baru-rp886-triliun-defisit-apbn-rp283-2-triliun-di-semester-i-2021-ysYvUt2Jy3.jpg</image><title>Sri Mulyani soal Defisit APBN (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit APBN pada semester I-2021 mencapai Rp283,2 triliun. Defisit APBN setara dengan 1,72% terhadap produk domestik bruto (PDB).


Rinciannya, pendapatan negara pada semester I-2021 sudah mencapai Rp886,9 triliun atau tumbuh 9,1% dari periode yang sama 2020. Realisasi itu setara dengan 50,9% dari target Rp1.743,6 triliun.

&quot;Angka itu tumbuh 9,1% dibandingkan periode yang sama di 2020 dan realisasinya 50,9% terhadap APBN 2021 sebesar Rp1.743,6 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN 2021 Diprediksi Rp939,6 Triliun, Sri Mulyani: Bagus&amp;nbsp;
Adapun, pertumbuhan kinerja penerimaan tersebut menunjukkan adanya pemulihan ekonomi dari tekanan pandemi Covid-19.

Di sisi lain, realisasi belanja negara pada semester I-2021 telah mencapai Rp1.170,1 triliun atau 42,5% dari pagu Rp2.750 triliun. Belanja tersebut juga mencatatkan pertumbuhan 9,4% dari kinerja pada periode yang sama pada 2020.

Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp796,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp373,9 triliun.


&quot;Realisasi TKDD mengalami kontraksi 6,8% karena pemda masih memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang belum dibelanjakan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit APBN pada semester I-2021 mencapai Rp283,2 triliun. Defisit APBN setara dengan 1,72% terhadap produk domestik bruto (PDB).


Rinciannya, pendapatan negara pada semester I-2021 sudah mencapai Rp886,9 triliun atau tumbuh 9,1% dari periode yang sama 2020. Realisasi itu setara dengan 50,9% dari target Rp1.743,6 triliun.

&quot;Angka itu tumbuh 9,1% dibandingkan periode yang sama di 2020 dan realisasinya 50,9% terhadap APBN 2021 sebesar Rp1.743,6 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN 2021 Diprediksi Rp939,6 Triliun, Sri Mulyani: Bagus&amp;nbsp;
Adapun, pertumbuhan kinerja penerimaan tersebut menunjukkan adanya pemulihan ekonomi dari tekanan pandemi Covid-19.

Di sisi lain, realisasi belanja negara pada semester I-2021 telah mencapai Rp1.170,1 triliun atau 42,5% dari pagu Rp2.750 triliun. Belanja tersebut juga mencatatkan pertumbuhan 9,4% dari kinerja pada periode yang sama pada 2020.

Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp796,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp373,9 triliun.


&quot;Realisasi TKDD mengalami kontraksi 6,8% karena pemda masih memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang belum dibelanjakan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
