<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diam-Diam Investor Asing Berburu Saham Big Caps</title><description>Investor asing kembali memburu saham-saham perbankan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/278/2444230/diam-diam-investor-asing-berburu-saham-big-caps</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/278/2444230/diam-diam-investor-asing-berburu-saham-big-caps"/><item><title>Diam-Diam Investor Asing Berburu Saham Big Caps</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/278/2444230/diam-diam-investor-asing-berburu-saham-big-caps</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/278/2444230/diam-diam-investor-asing-berburu-saham-big-caps</guid><pubDate>Kamis 22 Juli 2021 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/22/278/2444230/diam-diam-investor-asing-berburu-saham-big-caps-JC3fn7r6e0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor Asing Berburu Big Caps (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/22/278/2444230/diam-diam-investor-asing-berburu-saham-big-caps-JC3fn7r6e0.jpg</image><title>Investor Asing Berburu Big Caps (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Investor asing kembali memburu saham-saham perbankan di pasar modal Indonesia dan membuat IHSG betah di zona hijau.

Aksi beli tercatat menyasar saham-saham perbankan lapis pertama atau big caps, seperti Bank Mandiri, BRI, dan juga BNI.

Equity Research Analyst PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, emiten perbankan big caps memang masih menarik.

&amp;ldquo;Ya, kalau untuk perbankan big caps sebenarnya masih menarik ya. Selain itu, secara valuasi masih cukup rendah,&amp;rdquo; katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (22/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Betah di Zona Hijau, IHSG Diprediksi Konsolidasi ke 6.080&amp;nbsp;
Namun, Hendriko menjelaskan, jika kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat ditambah dengan adanya kebijakan PPKM yang diperpanjang, hal ini akan menjadi sedikit hambatan.

&amp;ldquo;Tapi mungkin akan ada sedikit hambatan ya kalau sepanjang PPKM dan kasus Covid-19 masih terus rolling di Indonesia, apalagi kalau seandainya meningkat,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, dia menilai, bahwa kebijakan PPKM yang diberlakukan positif, karena dapat menekan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Akan tetapi, jika kasus Covid-19 kembali naik, kemungkinan saham perbankan menjadi tidak menarik.

&amp;ldquo;Jadi, IHSG kalau seandainya masih PPKM begini atau Covid-19 masih menguat gitu ya, mungkin saham perbankan ga ada menarik. Tapi dengan melihat tren yang mulai menurun ini, saya rasa banking menjadi menarik gitu karena valuasi yang murah juga dan prospek ke depannya yang cukup bagus gitu,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor asing kembali memburu saham-saham perbankan di pasar modal Indonesia dan membuat IHSG betah di zona hijau.

Aksi beli tercatat menyasar saham-saham perbankan lapis pertama atau big caps, seperti Bank Mandiri, BRI, dan juga BNI.

Equity Research Analyst PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, emiten perbankan big caps memang masih menarik.

&amp;ldquo;Ya, kalau untuk perbankan big caps sebenarnya masih menarik ya. Selain itu, secara valuasi masih cukup rendah,&amp;rdquo; katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (22/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Betah di Zona Hijau, IHSG Diprediksi Konsolidasi ke 6.080&amp;nbsp;
Namun, Hendriko menjelaskan, jika kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat ditambah dengan adanya kebijakan PPKM yang diperpanjang, hal ini akan menjadi sedikit hambatan.

&amp;ldquo;Tapi mungkin akan ada sedikit hambatan ya kalau sepanjang PPKM dan kasus Covid-19 masih terus rolling di Indonesia, apalagi kalau seandainya meningkat,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, dia menilai, bahwa kebijakan PPKM yang diberlakukan positif, karena dapat menekan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Akan tetapi, jika kasus Covid-19 kembali naik, kemungkinan saham perbankan menjadi tidak menarik.

&amp;ldquo;Jadi, IHSG kalau seandainya masih PPKM begini atau Covid-19 masih menguat gitu ya, mungkin saham perbankan ga ada menarik. Tapi dengan melihat tren yang mulai menurun ini, saya rasa banking menjadi menarik gitu karena valuasi yang murah juga dan prospek ke depannya yang cukup bagus gitu,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
