<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Pede Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan meski Covid-19</title><description>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi optimistis kinerja ekspor Indonesia akan semakin menjanjikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444326/mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444326/mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19"/><item><title>Mendag Pede Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan meski Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444326/mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444326/mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19</guid><pubDate>Kamis 22 Juli 2021 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/22/320/2444326/mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19-kGCOWAlGSO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/22/320/2444326/mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19-kGCOWAlGSO.jpg</image><title>Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi optimistis kinerja ekspor Indonesia akan semakin menjanjikan menyusul tercatatnya surplus neraca perdagangan periode Juni 2021 sebesar USD1,32 miliar. Dia menilai ekspor komoditas-komoditas unggulan juga akan semakin berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan pada periode-periode mendatang.
&quot;Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, kami yakin dengan prospek ekspor produk-produk Indonesia yang naik dengan baik ini. Komoditas-komoditas unggulan Indonesia akan terus berkontribusi terhadap kinerja ekspor, mengikuti tren surplus ini di masa-masa mendatang,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).
Pada periode Juni 2021, total ekspor Indonesia mencatatkan nilai USD18,55 miliar, naik 9,52% dibanding Mei 2021 atau naik 54,46% dibanding Juni 2020. Ekspor nonmigas pada Juni 2021 sendiri tercatat sebesar USD 17.31 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Surplus, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berlanjut
Beberapa komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia yang tumbuh cukup tinggi pada Juni 2021 jika dibandingkan bulan sebelumnya antara lain besi baja yang naik 32,31%, kendaraan dan bagiannya naik 42,19%, bijih, terak, dan abu logam naik 35,36%, mesin dan perlengkapan elektrik naik 15,87%, serta alas kaki naik 33,01%.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Perpanjang Waktu Pengajuan Bebas Sanksi Penangguhan Ekspor
Mendag Lutfi menambahkan, pemerintah juga sedang memperbaiki struktur industri untuk mendukung potensi ekspor produk-produk industri dan industri berteknologi tinggi seperti besi dan baja serta otomotif.&quot;Pertumbuhan ekspor besi dan baja pada Januari&amp;ndash;Juni 2021 meningkat hingga 92% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang berevolusi dari produsen barang mentah dan barang setengah jadi ke produsen barang-barang industri dan industri berteknologi tinggi,&quot; ungkapnya.
Lutfi melanjutkan, untuk mendukung ekspor perhiasan terutama ke kawasan Timur Tengah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang menjajaki kerja sama perdagangan dengan Uni Emirat Arab (UEA). &quot;Jika telah rampung, kerja sama tersebut diharap dapat mendorong peningkatan ekspor perhiasan Indonesia ke UEA,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi optimistis kinerja ekspor Indonesia akan semakin menjanjikan menyusul tercatatnya surplus neraca perdagangan periode Juni 2021 sebesar USD1,32 miliar. Dia menilai ekspor komoditas-komoditas unggulan juga akan semakin berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan pada periode-periode mendatang.
&quot;Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, kami yakin dengan prospek ekspor produk-produk Indonesia yang naik dengan baik ini. Komoditas-komoditas unggulan Indonesia akan terus berkontribusi terhadap kinerja ekspor, mengikuti tren surplus ini di masa-masa mendatang,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).
Pada periode Juni 2021, total ekspor Indonesia mencatatkan nilai USD18,55 miliar, naik 9,52% dibanding Mei 2021 atau naik 54,46% dibanding Juni 2020. Ekspor nonmigas pada Juni 2021 sendiri tercatat sebesar USD 17.31 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Surplus, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berlanjut
Beberapa komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia yang tumbuh cukup tinggi pada Juni 2021 jika dibandingkan bulan sebelumnya antara lain besi baja yang naik 32,31%, kendaraan dan bagiannya naik 42,19%, bijih, terak, dan abu logam naik 35,36%, mesin dan perlengkapan elektrik naik 15,87%, serta alas kaki naik 33,01%.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Perpanjang Waktu Pengajuan Bebas Sanksi Penangguhan Ekspor
Mendag Lutfi menambahkan, pemerintah juga sedang memperbaiki struktur industri untuk mendukung potensi ekspor produk-produk industri dan industri berteknologi tinggi seperti besi dan baja serta otomotif.&quot;Pertumbuhan ekspor besi dan baja pada Januari&amp;ndash;Juni 2021 meningkat hingga 92% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang berevolusi dari produsen barang mentah dan barang setengah jadi ke produsen barang-barang industri dan industri berteknologi tinggi,&quot; ungkapnya.
Lutfi melanjutkan, untuk mendukung ekspor perhiasan terutama ke kawasan Timur Tengah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang menjajaki kerja sama perdagangan dengan Uni Emirat Arab (UEA). &quot;Jika telah rampung, kerja sama tersebut diharap dapat mendorong peningkatan ekspor perhiasan Indonesia ke UEA,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
