<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skenario Terburuk Pengusaha jika PPKM Level 4 Tak Dilonggarkan</title><description>Hariyadi Sukamdani menerangkan bahwa para pengusaha sudah menyiapkan skenario terburuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444405/skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444405/skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan"/><item><title>Skenario Terburuk Pengusaha jika PPKM Level 4 Tak Dilonggarkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444405/skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444405/skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan</guid><pubDate>Kamis 22 Juli 2021 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/22/320/2444405/skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan-cxdEk9twL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha menyiapkan skenario darurat PPKM Level 4 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/22/320/2444405/skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan-cxdEk9twL4.jpg</image><title>Pengusaha menyiapkan skenario darurat PPKM Level 4 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PPKM Level 4 diterapkan  mulai 21-25 Juli 2021. Presiden Joko Widodo mengatakan akan ada rencana pelonggaran pada tanggal 26 Juli dengan melihat indikasi yang ada.
Terkait rencana itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani menerangkan bahwa para pengusaha sudah menyiapkan skenario terburuk.
Baca Juga: PPKM Level 4, PNS Sektor Non Esensial dan Kritikal Tetap WFH 100%
 
&amp;ldquo;Andaikata kondisinya tidak membaik, apa langkah yang tepat yang akhirnya dilakukan oleh pelaku usaha? Yaitu menutup usahanya untuk mengurangi kerugian. Itu yang akan terjadi,&amp;rdquo; ujarnya secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Dia menuturkan langkah tersebut adalah keputusan yang harus dilakukan walaupun costnya akan menjadi mahal. Untuk korporasi sendiri pun, ia menyebut masih sangat minim untuk mendapat dukungan.
Baca Juga: Penumpang di Bandara Juanda Merosot Tajam Selama PPKM
Sementara itu, Hariyadi mengungkapkan penanganan pandemi harus ekstra didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebab kunci dari penyelesaian pandemi adalah kesehatan pada masyarakat. Pasalnya, jika tingkat kesehatan masyarakat belum menunjukkan hasil yang signifikan maka pemerintah tidak akan diam untuk bergerak mengatasi masalah kesehatan.
&amp;ldquo;Maka dari itu jangan sampai pengorbanan ekonomi kita ini tidak diikuti oleh langkah-langkah dari penanganan pandemi itu. Teman-teman pengusaha udah pada kolaps tapi nggak ada perubahan yang signifikan di penanganan pandemi itu,&amp;rdquo; kata dia.Dia menilai dari sisi pemerintah, sayangnya dana yang sedemikian  besar keluar untuk Bansos tidak mengeluarkan Indonesia keluar dari  masalah. Menurutnya Bansos sifatnya hanyalah sementara.
Terkait hal itu, ia menekankan supaya pemerintah bisa lebih  memfokuskan pada target 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) serta  vaksinasi kepada masyarakat yang tinggal di perumahan padat penduduk.  Sebab titik persoalan terbesar adalah kesehatan. Sehingga penanganan  dari sisi kesehatan harus dioptimalkan dengan seksama supaya pandemi  bisa cepat berakhir.
&amp;ldquo;Temen-temen yang isoman di rumah rata-rata bisa terkendali. Yang  problem adalah yang di daerah padat penduduk. Bagaimana mereka mau  isoman kalau satu rumah isinya 10 orang dengan rumah yang kecil.  Sehingga target 3T dan vaknisnasinya mungkin bisa diarahkan kepada  mereka yang paling beresiko ini,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PPKM Level 4 diterapkan  mulai 21-25 Juli 2021. Presiden Joko Widodo mengatakan akan ada rencana pelonggaran pada tanggal 26 Juli dengan melihat indikasi yang ada.
Terkait rencana itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani menerangkan bahwa para pengusaha sudah menyiapkan skenario terburuk.
Baca Juga: PPKM Level 4, PNS Sektor Non Esensial dan Kritikal Tetap WFH 100%
 
&amp;ldquo;Andaikata kondisinya tidak membaik, apa langkah yang tepat yang akhirnya dilakukan oleh pelaku usaha? Yaitu menutup usahanya untuk mengurangi kerugian. Itu yang akan terjadi,&amp;rdquo; ujarnya secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Dia menuturkan langkah tersebut adalah keputusan yang harus dilakukan walaupun costnya akan menjadi mahal. Untuk korporasi sendiri pun, ia menyebut masih sangat minim untuk mendapat dukungan.
Baca Juga: Penumpang di Bandara Juanda Merosot Tajam Selama PPKM
Sementara itu, Hariyadi mengungkapkan penanganan pandemi harus ekstra didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebab kunci dari penyelesaian pandemi adalah kesehatan pada masyarakat. Pasalnya, jika tingkat kesehatan masyarakat belum menunjukkan hasil yang signifikan maka pemerintah tidak akan diam untuk bergerak mengatasi masalah kesehatan.
&amp;ldquo;Maka dari itu jangan sampai pengorbanan ekonomi kita ini tidak diikuti oleh langkah-langkah dari penanganan pandemi itu. Teman-teman pengusaha udah pada kolaps tapi nggak ada perubahan yang signifikan di penanganan pandemi itu,&amp;rdquo; kata dia.Dia menilai dari sisi pemerintah, sayangnya dana yang sedemikian  besar keluar untuk Bansos tidak mengeluarkan Indonesia keluar dari  masalah. Menurutnya Bansos sifatnya hanyalah sementara.
Terkait hal itu, ia menekankan supaya pemerintah bisa lebih  memfokuskan pada target 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) serta  vaksinasi kepada masyarakat yang tinggal di perumahan padat penduduk.  Sebab titik persoalan terbesar adalah kesehatan. Sehingga penanganan  dari sisi kesehatan harus dioptimalkan dengan seksama supaya pandemi  bisa cepat berakhir.
&amp;ldquo;Temen-temen yang isoman di rumah rata-rata bisa terkendali. Yang  problem adalah yang di daerah padat penduduk. Bagaimana mereka mau  isoman kalau satu rumah isinya 10 orang dengan rumah yang kecil.  Sehingga target 3T dan vaknisnasinya mungkin bisa diarahkan kepada  mereka yang paling beresiko ini,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
