<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Capai Rp52,23 Triliun</title><description>Realisasi investasi pada 14 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp52,23 triliun pada triwulan I 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444498/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-capai-rp52-23-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444498/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-capai-rp52-23-triliun"/><item><title>Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Capai Rp52,23 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444498/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-capai-rp52-23-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/320/2444498/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-capai-rp52-23-triliun</guid><pubDate>Kamis 22 Juli 2021 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/22/320/2444498/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-capai-rp52-23-triliun-cCuxnlAWcn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi investasi KEK mencapai Rp52,23 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/22/320/2444498/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-capai-rp52-23-triliun-cCuxnlAWcn.jpg</image><title>Realisasi investasi KEK mencapai Rp52,23 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat realisasi investasi pada 14 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp52,23 triliun pada triwulan I 2021 serta telah menciptakan 22.968 tenaga kerja.
&amp;ldquo;Kenapa kita mendorong KEK, karena dengan investasi yang baru kemudian penyerapan tenaga kerja jangka panjang dan tentunya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi maupun penduduk dari lokasi lain,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata dilansir dari Antara, Kamis (22/7/2021).
Baca Juga: Investor RI Bisa Cari Cuan di Pasar Saham AS
 
Rudy menyampaikan total KEK di Indonesia adalah 18 KEK dengan penambahan 4 KEK baru pada 2021, yakni KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic, KEK Lido dan KEK Gresik. Sedangkan 1 KEK yakni KEK Tanjung Api-Api dalam pertimbangan untuk dilakukan pencabutan status.
Berdasarkan evaluasi Bappenas, 9 KEK berbasis industri menghadapi isu kemampuan pembiayaan dan kurangnya ketersediaan infrastruktur terutama sanitasi dan persampahan. Kinerja paling positif diperoleh KEK Sei Mangkei Sumatera Utara, diikuti KEK Kendal Jawa Tengah, Kek Arun Lhoksemawe Aceh dan KEK Galang Batang. Sedangkan kinerja paling buruk terdapat pada KEK Tanjung Api-Api Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Microsoft Akan Bangun Pusat Data di Indonesia
 
&amp;ldquo;KEK Tanjung Api-Api banyak yang belum siap, baik ketersediaan infrastruktur di dalam kawasan maupun di luar kawasan karena ini saling mengisi juga mana yang duluan karena memang seharusnya bersinergi satu sama lain,&amp;rdquo; ujar Rudy.
Kemudian untuk KEK berbasis pariwisata menghadapi isu aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur dan ketahanan terhadap risiko bencana. Kinerja paling positif diperoleh KEK Mandalika NTB, diikuti KEK Tanjung Kelayang Belitung Timur dan KEK Tanjung Lesung Pandeglang.Lebih lanjut, Rudy menyampaikan KEK Galang Batang merupakan KEK yang  mencatatkan kesuksesan melalui ekspor alumunia pada 2021 dengan nilai  diperkirakan mencapai Rp4 triliun ketika sudah beroperasi penuh.
&amp;ldquo;Beberapa keunggulan yang sudah disiapkan oleh Galang Batang ini  sudah sangat bagus dan bisa kita gunakan sebagai referensi untuk  pengembangan KEK lainnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menyampaikan realisasi KEK Galang Batang hingga 2020 sebanyak  4.531 orang dan diproyeksikan mencapai 21.000 orang jika beroperasi  penuh. KEK Galang Batang juga diperkirakan meningkatkan PDRB Rp7,8  triliun pada 2025 terhadap ekonomi regional.
Begitu juga dengan infrastruktur pendukung di sekitar KEK Galang  Batang yakni Bandara Haji Fisabilillah yang nilai investasinya  diperkirakan mencapai Rp36,25 triliun untuk jangka waktu 5 tahun. Serta  aktivitas industri yang pada triwulan IV 2021 telah mencapai target  35,37% atau setara Rp12,83 triliun.
Adapun untuk mengembangkan KEK ke depan, Bappenas melakukan berbagai  rekomendasi kebijakan mulai dari tahap perencanaan, pembangunan serta  tahapan pengendalian dan evaluasi. Seperti, menyelaraskan konsep  pembangunan KEK dengan arah kebijakan pengembangan wilayah dan  pembangunan sektoral, memperkuat peran pemerintah daerah dan lembaga  pengelola dalam penyiapan kawasan dan pendukungnya, hingga memberikan  dukungan pemerintah pusat dan daerah secara lebih efektif melalui  koordinasi kebijakan lintas Kementerian/Lembaga dan daerah.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat realisasi investasi pada 14 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp52,23 triliun pada triwulan I 2021 serta telah menciptakan 22.968 tenaga kerja.
&amp;ldquo;Kenapa kita mendorong KEK, karena dengan investasi yang baru kemudian penyerapan tenaga kerja jangka panjang dan tentunya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi maupun penduduk dari lokasi lain,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata dilansir dari Antara, Kamis (22/7/2021).
Baca Juga: Investor RI Bisa Cari Cuan di Pasar Saham AS
 
Rudy menyampaikan total KEK di Indonesia adalah 18 KEK dengan penambahan 4 KEK baru pada 2021, yakni KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic, KEK Lido dan KEK Gresik. Sedangkan 1 KEK yakni KEK Tanjung Api-Api dalam pertimbangan untuk dilakukan pencabutan status.
Berdasarkan evaluasi Bappenas, 9 KEK berbasis industri menghadapi isu kemampuan pembiayaan dan kurangnya ketersediaan infrastruktur terutama sanitasi dan persampahan. Kinerja paling positif diperoleh KEK Sei Mangkei Sumatera Utara, diikuti KEK Kendal Jawa Tengah, Kek Arun Lhoksemawe Aceh dan KEK Galang Batang. Sedangkan kinerja paling buruk terdapat pada KEK Tanjung Api-Api Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Microsoft Akan Bangun Pusat Data di Indonesia
 
&amp;ldquo;KEK Tanjung Api-Api banyak yang belum siap, baik ketersediaan infrastruktur di dalam kawasan maupun di luar kawasan karena ini saling mengisi juga mana yang duluan karena memang seharusnya bersinergi satu sama lain,&amp;rdquo; ujar Rudy.
Kemudian untuk KEK berbasis pariwisata menghadapi isu aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur dan ketahanan terhadap risiko bencana. Kinerja paling positif diperoleh KEK Mandalika NTB, diikuti KEK Tanjung Kelayang Belitung Timur dan KEK Tanjung Lesung Pandeglang.Lebih lanjut, Rudy menyampaikan KEK Galang Batang merupakan KEK yang  mencatatkan kesuksesan melalui ekspor alumunia pada 2021 dengan nilai  diperkirakan mencapai Rp4 triliun ketika sudah beroperasi penuh.
&amp;ldquo;Beberapa keunggulan yang sudah disiapkan oleh Galang Batang ini  sudah sangat bagus dan bisa kita gunakan sebagai referensi untuk  pengembangan KEK lainnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menyampaikan realisasi KEK Galang Batang hingga 2020 sebanyak  4.531 orang dan diproyeksikan mencapai 21.000 orang jika beroperasi  penuh. KEK Galang Batang juga diperkirakan meningkatkan PDRB Rp7,8  triliun pada 2025 terhadap ekonomi regional.
Begitu juga dengan infrastruktur pendukung di sekitar KEK Galang  Batang yakni Bandara Haji Fisabilillah yang nilai investasinya  diperkirakan mencapai Rp36,25 triliun untuk jangka waktu 5 tahun. Serta  aktivitas industri yang pada triwulan IV 2021 telah mencapai target  35,37% atau setara Rp12,83 triliun.
Adapun untuk mengembangkan KEK ke depan, Bappenas melakukan berbagai  rekomendasi kebijakan mulai dari tahap perencanaan, pembangunan serta  tahapan pengendalian dan evaluasi. Seperti, menyelaraskan konsep  pembangunan KEK dengan arah kebijakan pengembangan wilayah dan  pembangunan sektoral, memperkuat peran pemerintah daerah dan lembaga  pengelola dalam penyiapan kawasan dan pendukungnya, hingga memberikan  dukungan pemerintah pusat dan daerah secara lebih efektif melalui  koordinasi kebijakan lintas Kementerian/Lembaga dan daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
