<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Rumah Tapak Meningkat tapi Apartemen Lesu</title><description>Rumah tapak menjadi salah satu sektor properti yang bertahan dan  bergairah pada triwulan II tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/470/2444426/penjualan-rumah-tapak-meningkat-tapi-apartemen-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/470/2444426/penjualan-rumah-tapak-meningkat-tapi-apartemen-lesu"/><item><title>Penjualan Rumah Tapak Meningkat tapi Apartemen Lesu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/470/2444426/penjualan-rumah-tapak-meningkat-tapi-apartemen-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/22/470/2444426/penjualan-rumah-tapak-meningkat-tapi-apartemen-lesu</guid><pubDate>Kamis 22 Juli 2021 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/22/470/2444426/penjualan-rumah-tapak-meningkat-tapi-apartemen-lesu-TTcgcIV2yj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan rumah tapak meningkat selama pandemi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/22/470/2444426/penjualan-rumah-tapak-meningkat-tapi-apartemen-lesu-TTcgcIV2yj.jpeg</image><title>Penjualan rumah tapak meningkat selama pandemi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Rumah tapak menjadi salah satu sektor properti yang bertahan dan bergairah pada triwulan II tahun ini, namun hal sebaliknya terjadi pada apartemen.
&quot;Kita melihat sektor rumah tapak tetap bertahan di tengah pandemi. Kalau kita mengingat kembali di akhir tahun 2020, para pengembang perumahan sangat aktif atau cukup aktif dalam meluncurkan produk dan mendapatkan respons yang cukup baik dari pasar,&quot; ujar Head of Research JLL Yunus Karim dilansir dari Antara, Kamis (22/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Alasan Orang Tajir Jual Rumah di Menteng dan Pondok Indah
 
Yunus mengatakan hal-hal tersebut juga berlanjut ke semester I tahun ini dengan para pengembang perumahan masih tetap aktif dan mendapatkan respons cukup baik dari pasar.
Minat pasar terhadap rumah tapak masih cukup tinggi dalam merespons peluncuran produk rumah tapak baru dari pengembang. Permintaan yang mendominasi dari end users dan keterjangkauan harga menjadi faktor yang memengaruhi sektor rumah tapak tetap memiliki performa yang baik.
&quot;Kita melihat di semester I tahun 2021 hampir 80 persen yang terjual memiliki harga di bawah Rp1,3 miliar sehingga keterjangkauan harga tetap menjadi kunci dari performa sektor ini,&quot; kata Yunus.
Baca Juga:&amp;nbsp; Orang Paling Banyak Cari Rumah di Jakarta Utara
 
Selain itu, pemerintah memberikan stimulus seperti insentif PPN dan relaksasi Loan to Value (LTV ) yang kemudian disertai dengan promosi dari pengembang dan penawaran cara pembayaran yang bervariatif sehingga menunjang keberhasilan penjualan rumah tapak.
&quot;Kami melihat dengan adanya permintaan rumah tapak yang cukup tinggi, pengembang akan terus aktif untuk meluncurkan produk baru di triwulan kedua di mana terdapat dua pengembangan perumahan berskala besar yang diluncurkan sehingga membuktikan bahwa sektor ini sangat diminati baik oleh pengembang, investor, maupun pasar,&quot; ujar Head of Research JLL tersebut.Di samping itu beberapa fitur-fitur yang ditawarkan seperti smart  home, ventilasi yang baik dan taman mini yang dikemas sebagai sebuah  produk untuk menarik para pembeli.
Untuk ke depannya JLL memperkirakan hingga akhir 2021 masih akan ada  keaktifan dari para pengembang untuk meluncurkan rumah tapak, khususnya  bagi para pengembang yang memiliki lahan luas atau memiliki township  perumahan berskala besar.
Sementara itu untuk sektor apartemen dan kondominium kondisinya berbanding terbalik dari sektor rumah tapak.
&quot;Terkait sektor apartemen atau kondominium, kita lihat disini bahwa  penjualan masih relatif lemah karena pembeli masih sangat berhati-hati  dan menunggu situasi yang tepat untuk melakukan pembelian,&quot; kata Yunus  Karim.
Pada 2020, Yunus melihat sektor apartemen berada di titik terendah  sejauh ini di kisaran 1.000 unit saja yang diluncurkan dan hanya  mendapatkan respons dari pasar sebesar 10 persen.
Sedangkan pada 2021 sendiri kalau melihat secara spesifik untuk  triwulan II memang tidak unit apartemen yang diluncurkan oleh  pengembang.
&quot;Saat ini terdapat 37.000 unit apartemen yang ditawarkan, dengan 62  persen di antaranya telah terjual. Kemudian kalau kita melihat dari segi  harga memang selama beberapa tahun terakhir kita melihat bahwa harga  apartemen cenderung datar atau rata, tidak mengalami kenaikan karena  pengembang masih melakukan upaya-upaya untuk menarik para pembeli salah  satunya dengan cara tidak menaikkan harga dan lebih fokus terhadap  memberikan alternatif atau cara bayar agar lebih menarik para pembeli,&quot;  ujar Yunus.</description><content:encoded>JAKARTA - Rumah tapak menjadi salah satu sektor properti yang bertahan dan bergairah pada triwulan II tahun ini, namun hal sebaliknya terjadi pada apartemen.
&quot;Kita melihat sektor rumah tapak tetap bertahan di tengah pandemi. Kalau kita mengingat kembali di akhir tahun 2020, para pengembang perumahan sangat aktif atau cukup aktif dalam meluncurkan produk dan mendapatkan respons yang cukup baik dari pasar,&quot; ujar Head of Research JLL Yunus Karim dilansir dari Antara, Kamis (22/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Alasan Orang Tajir Jual Rumah di Menteng dan Pondok Indah
 
Yunus mengatakan hal-hal tersebut juga berlanjut ke semester I tahun ini dengan para pengembang perumahan masih tetap aktif dan mendapatkan respons cukup baik dari pasar.
Minat pasar terhadap rumah tapak masih cukup tinggi dalam merespons peluncuran produk rumah tapak baru dari pengembang. Permintaan yang mendominasi dari end users dan keterjangkauan harga menjadi faktor yang memengaruhi sektor rumah tapak tetap memiliki performa yang baik.
&quot;Kita melihat di semester I tahun 2021 hampir 80 persen yang terjual memiliki harga di bawah Rp1,3 miliar sehingga keterjangkauan harga tetap menjadi kunci dari performa sektor ini,&quot; kata Yunus.
Baca Juga:&amp;nbsp; Orang Paling Banyak Cari Rumah di Jakarta Utara
 
Selain itu, pemerintah memberikan stimulus seperti insentif PPN dan relaksasi Loan to Value (LTV ) yang kemudian disertai dengan promosi dari pengembang dan penawaran cara pembayaran yang bervariatif sehingga menunjang keberhasilan penjualan rumah tapak.
&quot;Kami melihat dengan adanya permintaan rumah tapak yang cukup tinggi, pengembang akan terus aktif untuk meluncurkan produk baru di triwulan kedua di mana terdapat dua pengembangan perumahan berskala besar yang diluncurkan sehingga membuktikan bahwa sektor ini sangat diminati baik oleh pengembang, investor, maupun pasar,&quot; ujar Head of Research JLL tersebut.Di samping itu beberapa fitur-fitur yang ditawarkan seperti smart  home, ventilasi yang baik dan taman mini yang dikemas sebagai sebuah  produk untuk menarik para pembeli.
Untuk ke depannya JLL memperkirakan hingga akhir 2021 masih akan ada  keaktifan dari para pengembang untuk meluncurkan rumah tapak, khususnya  bagi para pengembang yang memiliki lahan luas atau memiliki township  perumahan berskala besar.
Sementara itu untuk sektor apartemen dan kondominium kondisinya berbanding terbalik dari sektor rumah tapak.
&quot;Terkait sektor apartemen atau kondominium, kita lihat disini bahwa  penjualan masih relatif lemah karena pembeli masih sangat berhati-hati  dan menunggu situasi yang tepat untuk melakukan pembelian,&quot; kata Yunus  Karim.
Pada 2020, Yunus melihat sektor apartemen berada di titik terendah  sejauh ini di kisaran 1.000 unit saja yang diluncurkan dan hanya  mendapatkan respons dari pasar sebesar 10 persen.
Sedangkan pada 2021 sendiri kalau melihat secara spesifik untuk  triwulan II memang tidak unit apartemen yang diluncurkan oleh  pengembang.
&quot;Saat ini terdapat 37.000 unit apartemen yang ditawarkan, dengan 62  persen di antaranya telah terjual. Kemudian kalau kita melihat dari segi  harga memang selama beberapa tahun terakhir kita melihat bahwa harga  apartemen cenderung datar atau rata, tidak mengalami kenaikan karena  pengembang masih melakukan upaya-upaya untuk menarik para pembeli salah  satunya dengan cara tidak menaikkan harga dan lebih fokus terhadap  memberikan alternatif atau cara bayar agar lebih menarik para pembeli,&quot;  ujar Yunus.</content:encoded></item></channel></rss>
