<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Kelangkaan, Ada Subsidi Distribusi Cabai Rawit</title><description>Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan subsidi untuk distribusi cabai rawit guna menjaga stabilitas pasokan pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/23/320/2444785/atasi-kelangkaan-ada-subsidi-distribusi-cabai-rawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/23/320/2444785/atasi-kelangkaan-ada-subsidi-distribusi-cabai-rawit"/><item><title>Atasi Kelangkaan, Ada Subsidi Distribusi Cabai Rawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/23/320/2444785/atasi-kelangkaan-ada-subsidi-distribusi-cabai-rawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/23/320/2444785/atasi-kelangkaan-ada-subsidi-distribusi-cabai-rawit</guid><pubDate>Jum'at 23 Juli 2021 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/23/320/2444785/atasi-kelangkaan-ada-subsidi-distribusi-cabai-rawit-0oFEfC9vX2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementan adakan subsidi distribusi cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/23/320/2444785/atasi-kelangkaan-ada-subsidi-distribusi-cabai-rawit-0oFEfC9vX2.jpg</image><title>Kementan adakan subsidi distribusi cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan subsidi untuk distribusi cabai rawit guna menjaga stabilitas pasokan pangan agar masyarakat dapat mengakses pangan secara merata.
&quot;Akhir pekan lalu kita bantu biaya distribusi cabai rawit dari Enrekang ke Samarinda,&quot; kata Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Kementan Risfaheri dilansir dari Antara, Jumat (23/7/2021).
Baca Juga: Tak Cuma Tuban, Warga di Desa Ini Jadi Miliarder Borong Mobil
 
Bantuan subsidi distribusi pangan tersebut dilakukan dari daerah surplus atau yang sedang panen ke daerah defisit atau daerah yang mengalami kelangkaan pasokan pangan.
Sebelumnya Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan juga telah membantu biaya distribusi telur, daging ayam, bawang merah, dan telur ayam dari wilayah Jawa timur ke Maluku, Kalimantan Utara, dan dari Sulawesi Selatan ke Kalimantan Timur.
Baca Juga: Inflasi Maret 0,08%, Harga Cabai Jadi Biang Kerok 
 
Sebanyak 41,5 ton cabai rawit didistribusikan dari daerah sentra yang saat ini panen di Enrekang (Sulawesi Selatan) ke Samarinda (Kalimantan Timur). &quot;Cabai rawit ini kita distribusikan pengusaha lokal di Kota Samarinda dengan harga cabai rawit di pasar Rp52.000-Rp55.000 per kg,&quot; kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Kalimantan Timur Siti Farisyah Yani.Salah seorang pedagang cabai di Samarinda, Tamin, mengungkapkan  program ini sangat membantu pedagang cabai. &quot;Dengan bantuan ongkos  distribusi ini kami bisa menekan harga jual, dan tentu masyarakat bisa  berbelanja lebih banyak,&quot; katanya.
Cabai rawit yang dibeli dari gabungan kelompok tani dengan harga  Rp47.000 per kg bisa dijual di Samarinda dengan harga di kisaran  Rp52.000-Rp55.000 per kg atau di bawah harga pasar sebesar Rp68.000 per  kg.
Risfaheri juga mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan stok  pangan di berbagai daerah melalui Sistem Monitoring Stok Pangan  (Simonstok) sebagai instrumen strategis yang ada di BKP Kementan.
Kepala BKP Agung Hendriadi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa  Simonstok ini mampu memetakan kondisi stok pangan dan kebutuhan bahan  pangan pokok di daerah. Berdasarkan pemetaan tersebut dilakukan  intervensi dari daerah surplus ke daerah defisit guna menjamin pasokan  dan distribusi pangan yang merata dan terjangkau di seluruh daerah.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan subsidi untuk distribusi cabai rawit guna menjaga stabilitas pasokan pangan agar masyarakat dapat mengakses pangan secara merata.
&quot;Akhir pekan lalu kita bantu biaya distribusi cabai rawit dari Enrekang ke Samarinda,&quot; kata Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Kementan Risfaheri dilansir dari Antara, Jumat (23/7/2021).
Baca Juga: Tak Cuma Tuban, Warga di Desa Ini Jadi Miliarder Borong Mobil
 
Bantuan subsidi distribusi pangan tersebut dilakukan dari daerah surplus atau yang sedang panen ke daerah defisit atau daerah yang mengalami kelangkaan pasokan pangan.
Sebelumnya Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan juga telah membantu biaya distribusi telur, daging ayam, bawang merah, dan telur ayam dari wilayah Jawa timur ke Maluku, Kalimantan Utara, dan dari Sulawesi Selatan ke Kalimantan Timur.
Baca Juga: Inflasi Maret 0,08%, Harga Cabai Jadi Biang Kerok 
 
Sebanyak 41,5 ton cabai rawit didistribusikan dari daerah sentra yang saat ini panen di Enrekang (Sulawesi Selatan) ke Samarinda (Kalimantan Timur). &quot;Cabai rawit ini kita distribusikan pengusaha lokal di Kota Samarinda dengan harga cabai rawit di pasar Rp52.000-Rp55.000 per kg,&quot; kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Kalimantan Timur Siti Farisyah Yani.Salah seorang pedagang cabai di Samarinda, Tamin, mengungkapkan  program ini sangat membantu pedagang cabai. &quot;Dengan bantuan ongkos  distribusi ini kami bisa menekan harga jual, dan tentu masyarakat bisa  berbelanja lebih banyak,&quot; katanya.
Cabai rawit yang dibeli dari gabungan kelompok tani dengan harga  Rp47.000 per kg bisa dijual di Samarinda dengan harga di kisaran  Rp52.000-Rp55.000 per kg atau di bawah harga pasar sebesar Rp68.000 per  kg.
Risfaheri juga mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan stok  pangan di berbagai daerah melalui Sistem Monitoring Stok Pangan  (Simonstok) sebagai instrumen strategis yang ada di BKP Kementan.
Kepala BKP Agung Hendriadi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa  Simonstok ini mampu memetakan kondisi stok pangan dan kebutuhan bahan  pangan pokok di daerah. Berdasarkan pemetaan tersebut dilakukan  intervensi dari daerah surplus ke daerah defisit guna menjamin pasokan  dan distribusi pangan yang merata dan terjangkau di seluruh daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
