<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Ungkap Faktor Tingginya Angka Kematian Covid-19</title><description>Angka kematian Covid-19 meningkat disebabkan beberapa faktor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445560/menko-luhut-ungkap-faktor-tingginya-angka-kematian-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445560/menko-luhut-ungkap-faktor-tingginya-angka-kematian-covid-19"/><item><title>Menko Luhut Ungkap Faktor Tingginya Angka Kematian Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445560/menko-luhut-ungkap-faktor-tingginya-angka-kematian-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445560/menko-luhut-ungkap-faktor-tingginya-angka-kematian-covid-19</guid><pubDate>Minggu 25 Juli 2021 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/25/320/2445560/menko-luhut-ungkap-faktor-tingginya-angka-kematian-covid-19-ZrqS6GgxxA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkap faktor penyebab kematian covid-19 (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/25/320/2445560/menko-luhut-ungkap-faktor-tingginya-angka-kematian-covid-19-ZrqS6GgxxA.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkap faktor penyebab kematian covid-19 (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Angka kematian Covid-19 meningkat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya pasien menderita komorbid atau belum menerima vaksin.
Faktor lain adalah kapasitas rumah sakit (RS) yang sudah penuh, pasien ketika datang saturasinya sudah memburuk, hingga meninggal karena tidak terpantau saat melakukan isolasi mandiri di rumah.
Baca Juga: Kemensos Salurkan 3.000 Paket Beras ke Warga Terdampak Corona di Tuban
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, faktor-faktor tersebut merupakan hasil penelitian tim di lapangan.
&amp;ldquo;Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor, kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah,&amp;rdquo; ujar Luhut, Sabtu (24/7/2021).
Baca Juga: Timbulkan Kerumunan, Pesta Pernikahan di Cengkareng Dibubarkan Petugas
 
Karenanya, pemerintah pusat mengarahkan agar jajaran pimpinan provinsi se-Jawa dan Bali hingga kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk menindaklanjuti kasus kematian Covid-19 yang tercatat meningkat signifikan dalam satu minggu terakhir.&amp;ldquo;Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat,&amp;rdquo; kata dia.
Langkah-langkah intervensi tersebut adalah dengan meningkatkan  kapasitas ICU dari RS dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang  memiliki tingkat kematian tinggi, menyediakan isolasi terpusat dan  terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, Dinas Kesehatan diminta untuk berkoordinasi dengan TNI  untuk memperoleh akses paket obat gratis dari Presiden. Satuan Tugas  (Satgas) PPKM di level Desa harus kembali diaktifkan dan melakukan  pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala  Covid-19.
Selanjutnya, pemerintah secara berkala akan menerapkan pemantauan  angka kematian dengan kerangka yang mencakup jumlah kasus kematian yang  sudah divaksin, kasus komorbid, klasifikasi usia, ketersediaan akses  terhadap obat-obatan, perawatan oksigen, pentahapan penyakit dan paparan  terhadap badai sitokin serta lokasi kematian.
Kerangka ini diterapkan agar seterusnya pemerintah dapat mengambil  langkah mitigasi secara strategis, komprehensif dan tepat sasaran.
&amp;ldquo;Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja  bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan  meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan  terputus,&amp;rdquo; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Angka kematian Covid-19 meningkat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya pasien menderita komorbid atau belum menerima vaksin.
Faktor lain adalah kapasitas rumah sakit (RS) yang sudah penuh, pasien ketika datang saturasinya sudah memburuk, hingga meninggal karena tidak terpantau saat melakukan isolasi mandiri di rumah.
Baca Juga: Kemensos Salurkan 3.000 Paket Beras ke Warga Terdampak Corona di Tuban
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, faktor-faktor tersebut merupakan hasil penelitian tim di lapangan.
&amp;ldquo;Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor, kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah,&amp;rdquo; ujar Luhut, Sabtu (24/7/2021).
Baca Juga: Timbulkan Kerumunan, Pesta Pernikahan di Cengkareng Dibubarkan Petugas
 
Karenanya, pemerintah pusat mengarahkan agar jajaran pimpinan provinsi se-Jawa dan Bali hingga kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk menindaklanjuti kasus kematian Covid-19 yang tercatat meningkat signifikan dalam satu minggu terakhir.&amp;ldquo;Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat,&amp;rdquo; kata dia.
Langkah-langkah intervensi tersebut adalah dengan meningkatkan  kapasitas ICU dari RS dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang  memiliki tingkat kematian tinggi, menyediakan isolasi terpusat dan  terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, Dinas Kesehatan diminta untuk berkoordinasi dengan TNI  untuk memperoleh akses paket obat gratis dari Presiden. Satuan Tugas  (Satgas) PPKM di level Desa harus kembali diaktifkan dan melakukan  pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala  Covid-19.
Selanjutnya, pemerintah secara berkala akan menerapkan pemantauan  angka kematian dengan kerangka yang mencakup jumlah kasus kematian yang  sudah divaksin, kasus komorbid, klasifikasi usia, ketersediaan akses  terhadap obat-obatan, perawatan oksigen, pentahapan penyakit dan paparan  terhadap badai sitokin serta lokasi kematian.
Kerangka ini diterapkan agar seterusnya pemerintah dapat mengambil  langkah mitigasi secara strategis, komprehensif dan tepat sasaran.
&amp;ldquo;Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja  bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan  meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan  terputus,&amp;rdquo; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
