<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>G20, Menteri ESDM Beberkan Upaya RI Menuju Ekonomi Hijau</title><description>Indonesia memaparkan sejumlah langkah Indonesia menuju ekonomi hijau  dalam forum Energy and Climate Joint Ministerial Meeting G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445729/g20-menteri-esdm-beberkan-upaya-ri-menuju-ekonomi-hijau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445729/g20-menteri-esdm-beberkan-upaya-ri-menuju-ekonomi-hijau"/><item><title>G20, Menteri ESDM Beberkan Upaya RI Menuju Ekonomi Hijau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445729/g20-menteri-esdm-beberkan-upaya-ri-menuju-ekonomi-hijau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445729/g20-menteri-esdm-beberkan-upaya-ri-menuju-ekonomi-hijau</guid><pubDate>Minggu 25 Juli 2021 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/25/320/2445729/g20-menteri-esdm-beberkan-upaya-ri-menuju-ekonomi-hijau-1apan9Qyqu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM memaparkan upaya Indonesia mencapai ekonomi hijau (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/25/320/2445729/g20-menteri-esdm-beberkan-upaya-ri-menuju-ekonomi-hijau-1apan9Qyqu.jpg</image><title>Menteri ESDM memaparkan upaya Indonesia mencapai ekonomi hijau (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia memaparkan sejumlah langkah Indonesia menuju ekonomi hijau dalam forum Energy and Climate Joint Ministerial Meeting G20 yang diselenggarakan di Napoli, Italia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar secara virtual memimpin delegasi RI dalam forum penting tersebut.
Baca Juga: Negara G20 Bisa Jadi Katalis Pemulihan Lingkungan
 
Melalui pertemuan tersebut, Menteri ESDM memberikan intervensi singkat dalam sesi utama bertajuk &quot;Pemulihan Berkelanjutan dan Transisi Energi Bersih&quot; (Sustainable Recovery &amp;amp; Clean Energy Transitions), sementara Menteri Siti memberikan intervensi singkat dalam sesi utama berjudul &quot;Kota dan Aksi Iklim&quot; (Cities and Climate Actions).
Dalam intervensinya itu, Menteri ESDM menyampaikan sejumlah perkembangan kebijakan di Indonesia dalam rangka mendukung proyek-proyek hijau, juga peran penting energi terbarukan untuk menyediakan akses energi dan memberdayakan masyarakat di pedesaan maupun daerah terpencil.
Baca Juga: Hasil Pertemuan G20: Banyak Negara Setuju Kejar Pajak Digital
 
&quot;Indonesia juga secara aktif, responsif, dan inklusif mengembangkan kebijakan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim selagi juga memulihkan ekonomi dari dampak pandemi global. Melalui program pemulihan ekonomi nasional, kami memberikan dukungan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, serta memastikan akses energi dalam rangka mencapai target SDGs,&quot; ungkap Arifin Tasrif dilansir dari Antara, Minggu (25/7/2021).
Menteri Arifin juga menyampaikan subsidi yang tepat sasaran diberikan pada kelompok rentan yang berhak menerima, seperti rumah tangga dengan ekonomi lemah, untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup di tengah pandemi.Lebih lanjut, Menteri ESDM menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas  sektor dan harmonisasi kebijakan untuk mendukung proyek nasional  tersebut.
&quot;Sesuai arahan Presiden RI bahwa akses, keterjangkauan, dan keberlanjutan akan membuka jalan menuju ekonomi hijau,&quot; ujarnya.
Menteri Arifin menegaskan bahwa transisi energi dipahami secara  plural sebagai langkah kebijakan yang beragam, yang mengacu pada situasi  nasional, kapasitas teknologi dan sosial ekonomi, serta tantangan  geografi.
Terkait hal tersebut, Indonesia juga sedang menyiapkan rencana jangka  panjang untuk beralih dari pembangkit batu bara ke pembangkit yang  lebih bersih, dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknologi serta sosial  dan ekonomi.
Pada penyelenggaraan kali ini, pihak Italia mengombinasikan  persidangan secara gabungan (hybrid), dengan sebagian besar peserta  hadir secara fisik. Selain Indonesia, tercatat sejumlah G20 lainnya menghadiri secara virtual, yaitu China, India, dan Australia.
G20 merupakan forum multilateral 20 negara dengan ekonomi terbesar  dunia, yang terdiri atas 19 negara ditambah Uni Eropa. Indonesia  merupakan satu-satunya negara ASEAN di forum G20. Isu transisi energi dan iklim merupakan isu yang beberapa tahun  belakangan menjadi perhatian serius dan dibahas secara alot di forum  G20.
Pertemuan tingkat menteri ini merupakan pertemuan puncak yang  menyepakati Joint Ministerial Communique on Energy and Climate, yang  dibahas sepanjang rangkaian persidangan Energy Transitions and Climate  Sustainability Working Group (ETCS WG). ETCS WG menggabungkan dua  working group yaitu ETWG dan CSWG.
Kementerian ESDM dan Kementerian LHK secara bersama berpartisipasi  aktif sejak ETCS WG 1 diselenggarakan pada 22-23 Maret 2021 lalu. Selain persidangan utama, telah diselenggarakan pula beragam pertemuan kolateral dan sesi pertemuan luar biasa.
Pada kesempatan kali ini, Menteri ESDM turut didampingi oleh Dirjen  EBTKE, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup,  SAM Bidang Perencanaan Strategis, tim Biro KLIK, dan perwakilan  unit-unit Kementerian ESDM yang berpartisipasi aktif pada  pertemuan-pertemuan G20.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia memaparkan sejumlah langkah Indonesia menuju ekonomi hijau dalam forum Energy and Climate Joint Ministerial Meeting G20 yang diselenggarakan di Napoli, Italia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar secara virtual memimpin delegasi RI dalam forum penting tersebut.
Baca Juga: Negara G20 Bisa Jadi Katalis Pemulihan Lingkungan
 
Melalui pertemuan tersebut, Menteri ESDM memberikan intervensi singkat dalam sesi utama bertajuk &quot;Pemulihan Berkelanjutan dan Transisi Energi Bersih&quot; (Sustainable Recovery &amp;amp; Clean Energy Transitions), sementara Menteri Siti memberikan intervensi singkat dalam sesi utama berjudul &quot;Kota dan Aksi Iklim&quot; (Cities and Climate Actions).
Dalam intervensinya itu, Menteri ESDM menyampaikan sejumlah perkembangan kebijakan di Indonesia dalam rangka mendukung proyek-proyek hijau, juga peran penting energi terbarukan untuk menyediakan akses energi dan memberdayakan masyarakat di pedesaan maupun daerah terpencil.
Baca Juga: Hasil Pertemuan G20: Banyak Negara Setuju Kejar Pajak Digital
 
&quot;Indonesia juga secara aktif, responsif, dan inklusif mengembangkan kebijakan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim selagi juga memulihkan ekonomi dari dampak pandemi global. Melalui program pemulihan ekonomi nasional, kami memberikan dukungan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, serta memastikan akses energi dalam rangka mencapai target SDGs,&quot; ungkap Arifin Tasrif dilansir dari Antara, Minggu (25/7/2021).
Menteri Arifin juga menyampaikan subsidi yang tepat sasaran diberikan pada kelompok rentan yang berhak menerima, seperti rumah tangga dengan ekonomi lemah, untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup di tengah pandemi.Lebih lanjut, Menteri ESDM menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas  sektor dan harmonisasi kebijakan untuk mendukung proyek nasional  tersebut.
&quot;Sesuai arahan Presiden RI bahwa akses, keterjangkauan, dan keberlanjutan akan membuka jalan menuju ekonomi hijau,&quot; ujarnya.
Menteri Arifin menegaskan bahwa transisi energi dipahami secara  plural sebagai langkah kebijakan yang beragam, yang mengacu pada situasi  nasional, kapasitas teknologi dan sosial ekonomi, serta tantangan  geografi.
Terkait hal tersebut, Indonesia juga sedang menyiapkan rencana jangka  panjang untuk beralih dari pembangkit batu bara ke pembangkit yang  lebih bersih, dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknologi serta sosial  dan ekonomi.
Pada penyelenggaraan kali ini, pihak Italia mengombinasikan  persidangan secara gabungan (hybrid), dengan sebagian besar peserta  hadir secara fisik. Selain Indonesia, tercatat sejumlah G20 lainnya menghadiri secara virtual, yaitu China, India, dan Australia.
G20 merupakan forum multilateral 20 negara dengan ekonomi terbesar  dunia, yang terdiri atas 19 negara ditambah Uni Eropa. Indonesia  merupakan satu-satunya negara ASEAN di forum G20. Isu transisi energi dan iklim merupakan isu yang beberapa tahun  belakangan menjadi perhatian serius dan dibahas secara alot di forum  G20.
Pertemuan tingkat menteri ini merupakan pertemuan puncak yang  menyepakati Joint Ministerial Communique on Energy and Climate, yang  dibahas sepanjang rangkaian persidangan Energy Transitions and Climate  Sustainability Working Group (ETCS WG). ETCS WG menggabungkan dua  working group yaitu ETWG dan CSWG.
Kementerian ESDM dan Kementerian LHK secara bersama berpartisipasi  aktif sejak ETCS WG 1 diselenggarakan pada 22-23 Maret 2021 lalu. Selain persidangan utama, telah diselenggarakan pula beragam pertemuan kolateral dan sesi pertemuan luar biasa.
Pada kesempatan kali ini, Menteri ESDM turut didampingi oleh Dirjen  EBTKE, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup,  SAM Bidang Perencanaan Strategis, tim Biro KLIK, dan perwakilan  unit-unit Kementerian ESDM yang berpartisipasi aktif pada  pertemuan-pertemuan G20.</content:encoded></item></channel></rss>
