<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Makanan Halal Menjanjikan selama Pandemi</title><description>Bank Indonesia menilai bisnis makanan halal (halal food) menjadi  peluang bisnis di tengah pandemi COVID-19 yang cukup menjanjikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445744/bisnis-makanan-halal-menjanjikan-selama-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445744/bisnis-makanan-halal-menjanjikan-selama-pandemi"/><item><title>Bisnis Makanan Halal Menjanjikan selama Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445744/bisnis-makanan-halal-menjanjikan-selama-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/25/320/2445744/bisnis-makanan-halal-menjanjikan-selama-pandemi</guid><pubDate>Minggu 25 Juli 2021 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/25/320/2445744/bisnis-makanan-halal-menjanjikan-selama-pandemi-UUIgItq24D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis makanan halal menjanjikan di tengah pandemi (Foto: Indonesiawarteg)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/25/320/2445744/bisnis-makanan-halal-menjanjikan-selama-pandemi-UUIgItq24D.jpg</image><title>Bisnis makanan halal menjanjikan di tengah pandemi (Foto: Indonesiawarteg)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia menilai bisnis makanan halal (halal food) menjadi peluang bisnis di tengah pandemi COVID-19 yang cukup menjanjikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sejauh ini belum menggarap potensi ini secara maksimal.
Baca Juga: Inspiratif! Korban PHK Kini Jadi Pengusaha Peralatan Rumah Tangga
 
&amp;ldquo;Saat ini, Indonesia memang menjadi pusat Industri halal, tapi dalam posisi sebagai konsumen. Justru negara nonmuslim masih menjadi penyuplai utama,&amp;rdquo; kata dia dilansir dari Antara, Minggu (25/7/2021).
Peringkat pertama eksportir produk halal yakni Brazil, dengan USD16,2 miliar, diikuti India dengan nilai ekspor USD14,4 miliar.
Selain itu, Indonesia juga menjadi konsumen produk halal peringkat pertama sebesar USD114 miliar. Untuk memperluas halal food ini, maka perlu kiranya para pemangku kepentingan menelisik potensi ini dari sisi hulu hingga hilir.
Baca Juga: Viral Daun Talas Kering, Raup Cuan dan Potensi Ekspor
Saat ini makanan halal telah menjadi kebutuhan masyarakat, bahkan telah menjadi gaya hidup masyarakat dunia. Tak hanya penduduk muslim, masyarakat nonmuslim pun telah menjadi konsumen industri makanan halal.
Di mata global, makanan halal dianggap memenuhi standar mutu, kebersihan, dan keamanan. Konsumsi produk halal per tahun juga terus mengalami lonjakan lantaran populasi masyarakat bertambah dan pendapatan domestik produk atau PDB kian tumbuh.Namun, agar produk makanan halal dalam negeri ini bisa diserap pasar dunia maka perlu ada kepastian untuk legalitasnya.
&amp;ldquo;Jika ini dilihat sebagai suatu kebutuhan maka akan dilihat mulai  dari rantainya, tentunya konsumen akan melihat ada tidak sertifikat  halalnya,&amp;rdquo; kata dia.
Artinya lembaga legal penyedia sertifikat halal juga harus dilibatkan  dalam upaya ini. Dengan begitu, pasar halal food Indonesia dapat  diperluas ke berbagai negara.
Saat ini Indonesia sudah mengekspor produk halal seperti makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetik, dan fesyen.
&amp;ldquo;Di tengah pandemi ini, halal food ini menjadi peluang yang sangat  menjanjikan, yang masuk dalam tiga strategi BI untuk memacu ekonomi  tetap on the track yakni UMKM, digitalisasi ekonomi dan ekonomi  syariah,&amp;rdquo; kata Hari.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia menilai bisnis makanan halal (halal food) menjadi peluang bisnis di tengah pandemi COVID-19 yang cukup menjanjikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sejauh ini belum menggarap potensi ini secara maksimal.
Baca Juga: Inspiratif! Korban PHK Kini Jadi Pengusaha Peralatan Rumah Tangga
 
&amp;ldquo;Saat ini, Indonesia memang menjadi pusat Industri halal, tapi dalam posisi sebagai konsumen. Justru negara nonmuslim masih menjadi penyuplai utama,&amp;rdquo; kata dia dilansir dari Antara, Minggu (25/7/2021).
Peringkat pertama eksportir produk halal yakni Brazil, dengan USD16,2 miliar, diikuti India dengan nilai ekspor USD14,4 miliar.
Selain itu, Indonesia juga menjadi konsumen produk halal peringkat pertama sebesar USD114 miliar. Untuk memperluas halal food ini, maka perlu kiranya para pemangku kepentingan menelisik potensi ini dari sisi hulu hingga hilir.
Baca Juga: Viral Daun Talas Kering, Raup Cuan dan Potensi Ekspor
Saat ini makanan halal telah menjadi kebutuhan masyarakat, bahkan telah menjadi gaya hidup masyarakat dunia. Tak hanya penduduk muslim, masyarakat nonmuslim pun telah menjadi konsumen industri makanan halal.
Di mata global, makanan halal dianggap memenuhi standar mutu, kebersihan, dan keamanan. Konsumsi produk halal per tahun juga terus mengalami lonjakan lantaran populasi masyarakat bertambah dan pendapatan domestik produk atau PDB kian tumbuh.Namun, agar produk makanan halal dalam negeri ini bisa diserap pasar dunia maka perlu ada kepastian untuk legalitasnya.
&amp;ldquo;Jika ini dilihat sebagai suatu kebutuhan maka akan dilihat mulai  dari rantainya, tentunya konsumen akan melihat ada tidak sertifikat  halalnya,&amp;rdquo; kata dia.
Artinya lembaga legal penyedia sertifikat halal juga harus dilibatkan  dalam upaya ini. Dengan begitu, pasar halal food Indonesia dapat  diperluas ke berbagai negara.
Saat ini Indonesia sudah mengekspor produk halal seperti makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetik, dan fesyen.
&amp;ldquo;Di tengah pandemi ini, halal food ini menjadi peluang yang sangat  menjanjikan, yang masuk dalam tiga strategi BI untuk memacu ekonomi  tetap on the track yakni UMKM, digitalisasi ekonomi dan ekonomi  syariah,&amp;rdquo; kata Hari.</content:encoded></item></channel></rss>
