<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelontorkan USD11 Triliun Tangani Covid-19, Sri Mulyani Sebut Seluruh Negara Habis-habisan Lindungi Rakyat</title><description>Dunia telah membelanjakan anggaran lebih dari USD11 triliun dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/27/320/2446606/gelontorkan-usd11-triliun-tangani-covid-19-sri-mulyani-sebut-seluruh-negara-habis-habisan-lindungi-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/27/320/2446606/gelontorkan-usd11-triliun-tangani-covid-19-sri-mulyani-sebut-seluruh-negara-habis-habisan-lindungi-rakyat"/><item><title>Gelontorkan USD11 Triliun Tangani Covid-19, Sri Mulyani Sebut Seluruh Negara Habis-habisan Lindungi Rakyat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/27/320/2446606/gelontorkan-usd11-triliun-tangani-covid-19-sri-mulyani-sebut-seluruh-negara-habis-habisan-lindungi-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/27/320/2446606/gelontorkan-usd11-triliun-tangani-covid-19-sri-mulyani-sebut-seluruh-negara-habis-habisan-lindungi-rakyat</guid><pubDate>Selasa 27 Juli 2021 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/27/320/2446606/gelontorkan-usd11-triliun-tangani-covid-19-sri-mulyani-sebut-seluruh-negara-habis-habisan-lindungi-rakyat-oxqRR5FvfM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dunia menghabiskan anggaran USD11 triliun untuk menangani covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/27/320/2446606/gelontorkan-usd11-triliun-tangani-covid-19-sri-mulyani-sebut-seluruh-negara-habis-habisan-lindungi-rakyat-oxqRR5FvfM.jpeg</image><title>Dunia menghabiskan anggaran USD11 triliun untuk menangani covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dunia telah membelanjakan anggaran lebih dari USD11 triliun dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Dunia sudah mengalokasikan lebih dari USD11 triliun. Seluruh negara menggunakan resources-nya untuk melindungi rakyatnya,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dilansir dari Antara, Selasa (27/7/2021).
Baca Juga: Cegah Kluster Industri, Menko Luhut: Semua Karyawan Harus Vaksin!
 
Sri Mulyani mengatakan tidak ada satu pun negara yang terhindar dari ancaman COVID-19, terlebih lagi dengan sifat virusnya yang tidak statis dan terus mengalami mutasi sehingga tingkat penularan maupun kematiannya juga terus bergerak.
Ia menuturkan dampak pandemi yang berimplikasi pada kehidupan sosial, ekonomi, sekaligus kesehatan ini akhirnya memaksa seluruh negara menggunakan sumber daya mereka untuk melindungi rakyat.
Baca Juga:Harus Dibawa Pakai Freezer, Berapa Suhu untuk Menyimpan Vaksin Covid-19
 
Ia menyebutkan di bidang kesehatan dilakukan berbagai cara untuk memutus tali penularan yang ternyata berimplikasi begitu dahsyat di bidang sosial, ekonomi dan politik.
&amp;ldquo;Masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan seperti biasa, interaksi mobilitas semuanya dibatasi. Ini pasti memukul sektor sosial dan ekonomi dari suatu negara,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.Oleh sebab itu seluruh negara di dunia menggunakan semua instrumen  serta sumber daya maupun kebijakannya baik fiskal dan moneter untuk  menghadapi ancaman ini yang secara global mencapai USD11 triliun .
&amp;ldquo;USD11 triliun sudah dibelanjakan seluruh dunia dalam bentuk fiskal,  defisit yang melebar, dan dalam bentuk monetary easing yang semuanya  bertujuan untuk bisa menghadapi pandemi,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.
Ia mencontohkan sinergi di Indonesia dilakukan melalui kolaborasi  kebijakan fiskal dan moneter untuk melindungi masyarakat, dunia usaha  serta perekonomian agar tetap bisa bertahan sekaligus pulih kembali.
Pemerintah Indonesia sendiri pada tahun lalu telah mengalokasikan  anggaran sebesar Rp695,2 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi  Nasional (PEN) yang terserap Rp579,78 triliun atau 83,4%.
Sementara tahun ini Program PEN mendapat alokasi anggaran Rp744,75  triliun dengan realisasi per 16 Juli sebesar Rp277,36 triliun atau  37,2%.</description><content:encoded>JAKARTA - Dunia telah membelanjakan anggaran lebih dari USD11 triliun dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Dunia sudah mengalokasikan lebih dari USD11 triliun. Seluruh negara menggunakan resources-nya untuk melindungi rakyatnya,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dilansir dari Antara, Selasa (27/7/2021).
Baca Juga: Cegah Kluster Industri, Menko Luhut: Semua Karyawan Harus Vaksin!
 
Sri Mulyani mengatakan tidak ada satu pun negara yang terhindar dari ancaman COVID-19, terlebih lagi dengan sifat virusnya yang tidak statis dan terus mengalami mutasi sehingga tingkat penularan maupun kematiannya juga terus bergerak.
Ia menuturkan dampak pandemi yang berimplikasi pada kehidupan sosial, ekonomi, sekaligus kesehatan ini akhirnya memaksa seluruh negara menggunakan sumber daya mereka untuk melindungi rakyat.
Baca Juga:Harus Dibawa Pakai Freezer, Berapa Suhu untuk Menyimpan Vaksin Covid-19
 
Ia menyebutkan di bidang kesehatan dilakukan berbagai cara untuk memutus tali penularan yang ternyata berimplikasi begitu dahsyat di bidang sosial, ekonomi dan politik.
&amp;ldquo;Masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan seperti biasa, interaksi mobilitas semuanya dibatasi. Ini pasti memukul sektor sosial dan ekonomi dari suatu negara,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.Oleh sebab itu seluruh negara di dunia menggunakan semua instrumen  serta sumber daya maupun kebijakannya baik fiskal dan moneter untuk  menghadapi ancaman ini yang secara global mencapai USD11 triliun .
&amp;ldquo;USD11 triliun sudah dibelanjakan seluruh dunia dalam bentuk fiskal,  defisit yang melebar, dan dalam bentuk monetary easing yang semuanya  bertujuan untuk bisa menghadapi pandemi,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.
Ia mencontohkan sinergi di Indonesia dilakukan melalui kolaborasi  kebijakan fiskal dan moneter untuk melindungi masyarakat, dunia usaha  serta perekonomian agar tetap bisa bertahan sekaligus pulih kembali.
Pemerintah Indonesia sendiri pada tahun lalu telah mengalokasikan  anggaran sebesar Rp695,2 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi  Nasional (PEN) yang terserap Rp579,78 triliun atau 83,4%.
Sementara tahun ini Program PEN mendapat alokasi anggaran Rp744,75  triliun dengan realisasi per 16 Juli sebesar Rp277,36 triliun atau  37,2%.</content:encoded></item></channel></rss>
