<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melemah 0,2%, IHSG Sesi I pada Level 6.087</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda sesi I perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/278/2447206/melemah-0-2-ihsg-sesi-i-pada-level-6-087</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/278/2447206/melemah-0-2-ihsg-sesi-i-pada-level-6-087"/><item><title>Melemah 0,2%, IHSG Sesi I pada Level 6.087</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/278/2447206/melemah-0-2-ihsg-sesi-i-pada-level-6-087</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/278/2447206/melemah-0-2-ihsg-sesi-i-pada-level-6-087</guid><pubDate>Rabu 28 Juli 2021 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/28/278/2447206/melemah-0-2-ihsg-sesi-i-pada-level-6-087-yvtFbNlqLE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/28/278/2447206/melemah-0-2-ihsg-sesi-i-pada-level-6-087-yvtFbNlqLE.jpg</image><title>IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG turun 0,2% atau 9,28 poin ke 6.087.
Pada sesi I perdagangan, Rabu (28/7/2021), Indeks LQ45 turun 0,93% ke 830,03, indeks JII turun 0,91% ke 533,47, indeks IDX30 turun 1,01% ke 443,11, dan indeks MNC36 turun 0,93% ke 279,36.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jeda Sesi I, IHSG Turun 0,01% pada Level 6.015
Menurut Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie W Prasetio menilai, tekanan yang terjadi di bursa regional khususnya China, tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.
&amp;ldquo;Sektor teknologi turunnya sampai 14% dalam tiga hari, jadi itu yang menjadi tekanan. Maka kemarin Hang Seng turun 4%, Shanghai Composite turun 2,5%. Tetapi kalau kita lihat Indonesia sendiri sebenarnya ga turun dalam. Jadi, kita tidak ga terlalu terdampak dengan hal tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Diproyeksi Menguat, Cermati Saham Berikut
Frankie menjelaskan, tekanan yang terjadi di market China memang turut menekan pergerakan. Namun, IHSG masih mampu bertahan di level 6.000-an.&amp;ldquo;Indonesia sendiri dalam dua tiga hari ini meski terjadi tekanan, tetapi kita masih cukup bagus. Jadi, kita juga masih berada di atas 6.000, bahkan hampir 6.100,&amp;rdquo; jelas dia.
Lanjutnya, kondisi tersebut adalah masalah dalam negeri dan bukan global. Sehingga, para pelaku pasar masih tetap optimis.
&amp;ldquo;Menurut saya hal ini adalah country specific risk, bukan risk yang global. Jadi, ya kita masih merasa optimis,&amp;rdquo; ujar Frankie.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG turun 0,2% atau 9,28 poin ke 6.087.
Pada sesi I perdagangan, Rabu (28/7/2021), Indeks LQ45 turun 0,93% ke 830,03, indeks JII turun 0,91% ke 533,47, indeks IDX30 turun 1,01% ke 443,11, dan indeks MNC36 turun 0,93% ke 279,36.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jeda Sesi I, IHSG Turun 0,01% pada Level 6.015
Menurut Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie W Prasetio menilai, tekanan yang terjadi di bursa regional khususnya China, tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.
&amp;ldquo;Sektor teknologi turunnya sampai 14% dalam tiga hari, jadi itu yang menjadi tekanan. Maka kemarin Hang Seng turun 4%, Shanghai Composite turun 2,5%. Tetapi kalau kita lihat Indonesia sendiri sebenarnya ga turun dalam. Jadi, kita tidak ga terlalu terdampak dengan hal tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Diproyeksi Menguat, Cermati Saham Berikut
Frankie menjelaskan, tekanan yang terjadi di market China memang turut menekan pergerakan. Namun, IHSG masih mampu bertahan di level 6.000-an.&amp;ldquo;Indonesia sendiri dalam dua tiga hari ini meski terjadi tekanan, tetapi kita masih cukup bagus. Jadi, kita juga masih berada di atas 6.000, bahkan hampir 6.100,&amp;rdquo; jelas dia.
Lanjutnya, kondisi tersebut adalah masalah dalam negeri dan bukan global. Sehingga, para pelaku pasar masih tetap optimis.
&amp;ldquo;Menurut saya hal ini adalah country specific risk, bukan risk yang global. Jadi, ya kita masih merasa optimis,&amp;rdquo; ujar Frankie.</content:encoded></item></channel></rss>
