<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar Loyo, Investor Tunggu Hasil Pertemuan The Fed</title><description>Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447045/indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447045/indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed"/><item><title>Indeks Dolar Loyo, Investor Tunggu Hasil Pertemuan The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447045/indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447045/indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed</guid><pubDate>Rabu 28 Juli 2021 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/28/320/2447045/indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed-xySt30HeUl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS melemah menanti hasil pertemuan The Fed (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/28/320/2447045/indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed-xySt30HeUl.jpg</image><title>Dolar AS melemah menanti hasil pertemuan The Fed (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah ketika investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve minggu ini untuk sinyal apa pun tentang kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.
Baca Juga: Indeks Dolar Lesu Jelang Pertemuan The Fed
 
Greenback terpangkas 0,263% di 92,362 pada perdagangan sore, tetapi masih dalam jarak dekat dari tertinggi 3,5 bulan di 93,19 yang dicapai pada 21 Juli.
Mata uang AS telah meningkat secara luas selama lebih dari sebulan di tengah ekspektasi bahwa ketika pemulihan ekonomi meningkat, The Fed akan mulai mengurangi dukungan moneternya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Tetapi peningkatan kasus varian Delta COVID-19 dapat mengaburkan prospek tersebut.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Lesu Tertekan Euro
 
&quot;Dolar telah mengalami lonjakan musim panas yang bagus dan saya pikir risiko peristiwa yang ditimbulkan oleh The Fed sudah cukup untuk sedikt menekan dolar,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.
The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa (27/7), diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell pada Rabu waktu setempat.
&amp;ldquo;Saya pikir dia hanya akan memberi sinyal ke pasar bahwa mereka telah mendiskusikan ukuran tapering (pengurangan pembelian obligasi), mereka mendiskusikan bagaimana tapering, tetapi mereka masih dalam sikap menunggu dan melihat, mengingat di mana kita berada dalam pemulihan,&amp;rdquo; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
&amp;ldquo;Jadi, mereka akan mencoba untuk mengalah, tapi saya pikir akan ada beberapa hawkish.&amp;rdquo;
Data pada Selasa (27/7) menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS  melayang di level tertinggi 17-bulan pada Juli, menunjukkan ekonomi  mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada awal kuartal ketiga.
Secara terpisah, Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan  prospek pertumbuhannya untuk Amerika Serikat dan negara-negara kaya  lainnya karena dukungan fiskal yang berkelanjutan dan akses ke vaksin  COVID-19, sementara pada saat yang sama menurunkan perkiraannya untuk  sejumlah negara berkembang.
Secara keseluruhan, IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan global  6,0% untuk tahun 2021 dalam pembaruan untuk Prospek Ekonomi Dunia.
Euro naik tipis 0,26%, berpindah tangan pada 1,1833 dolar versus  greenback, sementara sterling naik 0,55% menjadi 1,38925 dolar karena  data awal tampaknya menunjukkan surutnya lonjakan kasus COVID-19 di  Inggris terlepas dari penghapusan banyak pembatasan sosial minggu lalu.
Di tempat lain, kekhawatiran atas penyebaran varian Delta dan  kegelisahan pasar saham Hong Kong membebani mata uang yang berorientasi  pada risiko.
Dolar Australia melemah 0,26% sementara dolar Selandia Baru turun 0,56%. Yuan China bertahan menguat meskipun terjadi gejolak di ekuitas dan naik 0,66% pada 6,5255 yuan per dolar.
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah ketika investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve minggu ini untuk sinyal apa pun tentang kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.
Baca Juga: Indeks Dolar Lesu Jelang Pertemuan The Fed
 
Greenback terpangkas 0,263% di 92,362 pada perdagangan sore, tetapi masih dalam jarak dekat dari tertinggi 3,5 bulan di 93,19 yang dicapai pada 21 Juli.
Mata uang AS telah meningkat secara luas selama lebih dari sebulan di tengah ekspektasi bahwa ketika pemulihan ekonomi meningkat, The Fed akan mulai mengurangi dukungan moneternya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Tetapi peningkatan kasus varian Delta COVID-19 dapat mengaburkan prospek tersebut.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Lesu Tertekan Euro
 
&quot;Dolar telah mengalami lonjakan musim panas yang bagus dan saya pikir risiko peristiwa yang ditimbulkan oleh The Fed sudah cukup untuk sedikt menekan dolar,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.
The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa (27/7), diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell pada Rabu waktu setempat.
&amp;ldquo;Saya pikir dia hanya akan memberi sinyal ke pasar bahwa mereka telah mendiskusikan ukuran tapering (pengurangan pembelian obligasi), mereka mendiskusikan bagaimana tapering, tetapi mereka masih dalam sikap menunggu dan melihat, mengingat di mana kita berada dalam pemulihan,&amp;rdquo; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
&amp;ldquo;Jadi, mereka akan mencoba untuk mengalah, tapi saya pikir akan ada beberapa hawkish.&amp;rdquo;
Data pada Selasa (27/7) menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS  melayang di level tertinggi 17-bulan pada Juli, menunjukkan ekonomi  mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada awal kuartal ketiga.
Secara terpisah, Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan  prospek pertumbuhannya untuk Amerika Serikat dan negara-negara kaya  lainnya karena dukungan fiskal yang berkelanjutan dan akses ke vaksin  COVID-19, sementara pada saat yang sama menurunkan perkiraannya untuk  sejumlah negara berkembang.
Secara keseluruhan, IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan global  6,0% untuk tahun 2021 dalam pembaruan untuk Prospek Ekonomi Dunia.
Euro naik tipis 0,26%, berpindah tangan pada 1,1833 dolar versus  greenback, sementara sterling naik 0,55% menjadi 1,38925 dolar karena  data awal tampaknya menunjukkan surutnya lonjakan kasus COVID-19 di  Inggris terlepas dari penghapusan banyak pembatasan sosial minggu lalu.
Di tempat lain, kekhawatiran atas penyebaran varian Delta dan  kegelisahan pasar saham Hong Kong membebani mata uang yang berorientasi  pada risiko.
Dolar Australia melemah 0,26% sementara dolar Selandia Baru turun 0,56%. Yuan China bertahan menguat meskipun terjadi gejolak di ekuitas dan naik 0,66% pada 6,5255 yuan per dolar.
</content:encoded></item></channel></rss>
