<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Jangankan Jadi Pemain Global, Penuhi Kebutuhan Makanan Halal Kita Masih Impor</title><description>Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia masih mengimpor produk makanan halal  untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim di dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447238/wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447238/wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor"/><item><title>Wapres: Jangankan Jadi Pemain Global, Penuhi Kebutuhan Makanan Halal Kita Masih Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447238/wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/28/320/2447238/wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor</guid><pubDate>Rabu 28 Juli 2021 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/28/320/2447238/wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor-2PrpowF10n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin mengungkap Indonesia masih impor produk makanan halal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/28/320/2447238/wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor-2PrpowF10n.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin mengungkap Indonesia masih impor produk makanan halal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia masih mengimpor produk makanan halal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim di dalam negeri.
&quot;Jangankan sebagai produsen dan menjadi pemain global, untuk memenuhi kebutuhan makanan halal domestik saja kita masih harus impor,&quot; kata Wapres dilansir dari Antara, Rabu (28/7/2021).
Baca Juga: Menperin Pamer Kekuatan Industri Fesyen Muslim Indonesia
 
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia masih cukup besar membelanjakan produk halal, yakni mencapai USD173 miliar atau 12,6% dari pangsa pasar produk makanan halal dunia.
&quot;Indonesia justru menjadi konsumen produk halal terbesar di dunia, menjadi konsumen terbesar dibandingkan dengan negara mayoritas Muslim lainnya,&quot; tukasnya.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Nomor 1 Dunia
 
Indonesia bahkan juga belum mampu mengoptimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan industri produk halal di dalam negeri. Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan potensi tersebut di industri produk halal seperti Malaysia, kata Wapres.
&quot;Kita belum mampu memanfaatkan potensi secara optimal seperti Malaysia, bahkan Brasil dengan Muslim minoritas, utamanya dalam menjadikan dirinya sebagai produsen makanan halal terbesar di dunia,&quot; jelasnya.Merujuk pada Global Islamic Report Tahun 2019, Brasil tercatat  memiliki nilai ekspor produk makanan dan minuman halal terbesar di  dunia, yakni mencapai USD5,5 miliar.
Negara dengan minoritas Muslim lain yang mengekspor produk makanan  dan minuman halal terbesar kedua di dunia adalah Australia, dengan nilai  ekspor USD2,4 miliar.
Dengan kondisi demikian, Wapres berharap seluruh pihak terkait untuk  dapat memanfaatkan seluruh potensi dan meningkatkan ekspor produk halal,  sehingga Indonesia dapat menjadi produsen halal terbesar di dunia.
&quot;Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya mendorong  pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk kegiatan usaha  syariah baik skala besar maupun kecil,&quot; ujar Wapres.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia masih mengimpor produk makanan halal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim di dalam negeri.
&quot;Jangankan sebagai produsen dan menjadi pemain global, untuk memenuhi kebutuhan makanan halal domestik saja kita masih harus impor,&quot; kata Wapres dilansir dari Antara, Rabu (28/7/2021).
Baca Juga: Menperin Pamer Kekuatan Industri Fesyen Muslim Indonesia
 
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia masih cukup besar membelanjakan produk halal, yakni mencapai USD173 miliar atau 12,6% dari pangsa pasar produk makanan halal dunia.
&quot;Indonesia justru menjadi konsumen produk halal terbesar di dunia, menjadi konsumen terbesar dibandingkan dengan negara mayoritas Muslim lainnya,&quot; tukasnya.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Nomor 1 Dunia
 
Indonesia bahkan juga belum mampu mengoptimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan industri produk halal di dalam negeri. Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan potensi tersebut di industri produk halal seperti Malaysia, kata Wapres.
&quot;Kita belum mampu memanfaatkan potensi secara optimal seperti Malaysia, bahkan Brasil dengan Muslim minoritas, utamanya dalam menjadikan dirinya sebagai produsen makanan halal terbesar di dunia,&quot; jelasnya.Merujuk pada Global Islamic Report Tahun 2019, Brasil tercatat  memiliki nilai ekspor produk makanan dan minuman halal terbesar di  dunia, yakni mencapai USD5,5 miliar.
Negara dengan minoritas Muslim lain yang mengekspor produk makanan  dan minuman halal terbesar kedua di dunia adalah Australia, dengan nilai  ekspor USD2,4 miliar.
Dengan kondisi demikian, Wapres berharap seluruh pihak terkait untuk  dapat memanfaatkan seluruh potensi dan meningkatkan ekspor produk halal,  sehingga Indonesia dapat menjadi produsen halal terbesar di dunia.
&quot;Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya mendorong  pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk kegiatan usaha  syariah baik skala besar maupun kecil,&quot; ujar Wapres.</content:encoded></item></channel></rss>
