<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba MEGA Naik 32% di Kuartal II-2021</title><description>PT Bank Mega Tbk (MEGA) menorehkan pertumbuhan laba bersih sebesar 32% (yoy) pada triwulan II 2021 menjadi Rp1,56 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448456/laba-mega-naik-32-di-kuartal-ii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448456/laba-mega-naik-32-di-kuartal-ii-2021"/><item><title>Laba MEGA Naik 32% di Kuartal II-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448456/laba-mega-naik-32-di-kuartal-ii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448456/laba-mega-naik-32-di-kuartal-ii-2021</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2021 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/30/278/2448456/laba-mega-naik-32-di-kuartal-ii-2021-74LK1DNUae.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bank Mega mengalami pertumbuhan pada kuartal I 2021 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/30/278/2448456/laba-mega-naik-32-di-kuartal-ii-2021-74LK1DNUae.jpg</image><title>Laba Bank Mega mengalami pertumbuhan pada kuartal I 2021 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menorehkan pertumbuhan laba bersih sebesar 32% (yoy) pada triwulan II 2021 menjadi Rp1,56 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,18 triliun.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 23% (yoy) menjadi Rp2,4 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,98 triliun.
Baca Juga: Naik 11,6%, Bank Mega Kantongi Laba Bersih Rp747 Miliar di Kuartal I-2021
 
&quot;Selain pendapatan bunga bersih, faktor lain yang menjadi penyumbang kenaikan laba Bank Mega diperoleh dari adanya penurunan biaya operasional bank sebesar 9% year on year dari Rp1,7 triliun menjadi sebesar Rp1,54 triliun sebagai hasil dari program efisiensi dan digitalisasi yang dilakukan bank,&quot; ujar Kostaman dilansir dari Antara, Jumat (30/7/2021).
Pada Juni 2021, total aset Bank mengalami kenaikan sebesar 3% (ytd) menjadi Rp115,87 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp112,2 triliun.
Baca Juga: Ada yang Aneh, BEI Pantau Ketat Saham Bank Mega
 
Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar 6% (ytd) menjadi Rp84,07 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp79,19 triliun.
Hal itu dikontribusi oleh tabungan yang tumbuh sebesar 7% (ytd) menjadi Rp14,73 triliun dan deposito yang juga tumbuh sebesar 7% (ytd) menjadi Rp60,83 triliun.
Di tengah tantangan perekonomian yang masih terdampak pandemi, Bank Mega berhasil menyalurkan kredit yang hingga Juni 2021 tumbuh sebesar 8% (ytd) menjadi Rp52,46 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp48,49 triliun.Penyaluran kredit tersebut dikontribusi oleh kenaikan kredit  korporasi sebesar 16% (ytd) menjadi Rp30,29 triliun dibandingkan posisi  Desember 2020 sebesar Rp26,21 triliun dan kredit komersial yang tumbuh  sebesar 3% (ytd) menjadi Rp2,28 triliun.
Kostaman mengatakan, perseroan berhasil melakukan efisiensi  operasional melalui inovasi digital dan otomasi dengan baik. Hal itu  tercermin dari semakin membaiknya rasio Beban Operasional terhadap  Pendapatan Operasional (BOPO), dimana tercatat pada triwulan II 2021  berhasil turun menjadi 62,05%, jauh membaik jika dibandingkan pada  posisi yang sama periode tahun sebelumnya sebesar 70,18%.
Emiten berkode saham MEGA juga berhasil mencatatkan perbaikan rasio  kecukupan modal atau CAR pada triwulan II 2021 menjadi 27,31%  dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 25,34%.
&quot;Pertumbuhan kredit juga diikuti dengan kualitas yang baik, dimana  pada triwulan II 2021 NPL gross tercatat turun menjadi 1,26% dari posisi  yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,56%,&quot; kata Kostaman.
Keberhasilan bank dalam perolehan laba juga tercermin pada rasio  pengembalian aset atau ROA di mana pada triwulan II 2021 tercatat  sebesar 3,45% naik dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya  sebesar 2,93%.
Sementara rasio pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 19,13%, naik  dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,88%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menorehkan pertumbuhan laba bersih sebesar 32% (yoy) pada triwulan II 2021 menjadi Rp1,56 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,18 triliun.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 23% (yoy) menjadi Rp2,4 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,98 triliun.
Baca Juga: Naik 11,6%, Bank Mega Kantongi Laba Bersih Rp747 Miliar di Kuartal I-2021
 
&quot;Selain pendapatan bunga bersih, faktor lain yang menjadi penyumbang kenaikan laba Bank Mega diperoleh dari adanya penurunan biaya operasional bank sebesar 9% year on year dari Rp1,7 triliun menjadi sebesar Rp1,54 triliun sebagai hasil dari program efisiensi dan digitalisasi yang dilakukan bank,&quot; ujar Kostaman dilansir dari Antara, Jumat (30/7/2021).
Pada Juni 2021, total aset Bank mengalami kenaikan sebesar 3% (ytd) menjadi Rp115,87 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp112,2 triliun.
Baca Juga: Ada yang Aneh, BEI Pantau Ketat Saham Bank Mega
 
Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar 6% (ytd) menjadi Rp84,07 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp79,19 triliun.
Hal itu dikontribusi oleh tabungan yang tumbuh sebesar 7% (ytd) menjadi Rp14,73 triliun dan deposito yang juga tumbuh sebesar 7% (ytd) menjadi Rp60,83 triliun.
Di tengah tantangan perekonomian yang masih terdampak pandemi, Bank Mega berhasil menyalurkan kredit yang hingga Juni 2021 tumbuh sebesar 8% (ytd) menjadi Rp52,46 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp48,49 triliun.Penyaluran kredit tersebut dikontribusi oleh kenaikan kredit  korporasi sebesar 16% (ytd) menjadi Rp30,29 triliun dibandingkan posisi  Desember 2020 sebesar Rp26,21 triliun dan kredit komersial yang tumbuh  sebesar 3% (ytd) menjadi Rp2,28 triliun.
Kostaman mengatakan, perseroan berhasil melakukan efisiensi  operasional melalui inovasi digital dan otomasi dengan baik. Hal itu  tercermin dari semakin membaiknya rasio Beban Operasional terhadap  Pendapatan Operasional (BOPO), dimana tercatat pada triwulan II 2021  berhasil turun menjadi 62,05%, jauh membaik jika dibandingkan pada  posisi yang sama periode tahun sebelumnya sebesar 70,18%.
Emiten berkode saham MEGA juga berhasil mencatatkan perbaikan rasio  kecukupan modal atau CAR pada triwulan II 2021 menjadi 27,31%  dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 25,34%.
&quot;Pertumbuhan kredit juga diikuti dengan kualitas yang baik, dimana  pada triwulan II 2021 NPL gross tercatat turun menjadi 1,26% dari posisi  yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,56%,&quot; kata Kostaman.
Keberhasilan bank dalam perolehan laba juga tercermin pada rasio  pengembalian aset atau ROA di mana pada triwulan II 2021 tercatat  sebesar 3,45% naik dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya  sebesar 2,93%.
Sementara rasio pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 19,13%, naik  dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,88%.</content:encoded></item></channel></rss>
